MemoRI 21 Februari
21 Februari 1949: Akhir hayat Tan Malaka, tewas dieksekusi
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
21 Februari 1949: Akhir hayat Tan Malaka, tewas dieksekusi
Sumber foto: https://bit.ly/2NG1W3o/elshinta.com.

Elshinta.com -  Salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka, mati secara tragis di tangan bangsanya sendiri. Ia tewas setelah dieksekusi oleh militer Indonesia. Tak hanya jasadnya, makam Tan Malaka pun hingga kini masih menjadi teka-teki.

Menurut sejarawan asal Belanda bernama Harry Albert Poeze, Tan Malaka tewas akibat dieksekusi pada 21 Februari 1949 oleh pasukan dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya, di Selopanggung, Kediri, Jawa Timur. Perintah itu datang dari Letda Soekotjo yang menurut Poeze adalah orang kanan yang paling beropini bahwa Tan Malaka harus dihabisi.

Mulanya Tan Malaka telah terlebih dahulu disergap oleh Tentara Republik Indonesia saat berada di markasnya yang terletak di Pace, Jawa Timur. Namun penangkapan tersebut urung dilakukan, hingga akhirnya ia dan 60 orang pengikutnya dibebaskan.

Tan Malaka dan pengikutnya pun kemudian melarikan diri ke selatan Jawa Timur. Namun selama perjalanan, rombongan tersebut ditembaki oleh sekelompok bersenjata hingga akhirnya mereka memecah diri menjadi empat kelompok.

Tan Malaka bersama keempat pengikutnya kemudian pergi ke kawasan Tulungagung untuk mencari batalyon tentara di sana yang sekiranya masih bersimpati kepada mereka. Namun selang dua hari perjalanan, tiba-tiba mereka disergap di suatu desa kecil bernama Selo Panggung dan Tan Malaka pun ditembak mati di tempat ini. (Sumber: https://bit.ly/3pzYrsf)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
14 April 2011: Wartawan senior Rosihan Anwar meninggal
Rabu, 14 April 2021 - 06:24 WIB
Wartawan senior Rosihan Anwar meninggal dunia di Rumah Sakit MMC Jakarta dalam usia 89 tahun, pada K...
8 April 2015: Bom rakitan meledak di Tanah Abang, empat orang terluka
Kamis, 08 April 2021 - 06:35 WIB
Sekitar empat orang mengalami cedera akibat sebuah ledakan di permukiman padat penduduk di kawasan T...
28 Februari 2019: Gempa Solok, ratusan rumah rusak
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:11 WIB
Gempa bumi mengguncang Solok Selatan dengan magnitudo 5,6. yang terjadi pada Kamis pagi, 28 Februari...
27 Februari 2013: Bus rombongan peziarah hantam tebing di Ciloto
Sabtu, 27 Februari 2021 - 06:12 WIB
Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur. Kali ini kecelakaan terjadi pada sebua...
26 Februari 2019: Indonesia juara Piala AFF U-22
Jumat, 26 Februari 2021 - 06:10 WIB
Tim Nasional Indonesia U-22 berhasil menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Usai mengalahkan Thailand de...
25 Februari 2020: Dampak banjir, motor boleh lewat jalan tol
Kamis, 25 Februari 2021 - 06:11 WIB
Imbas dari hujan intensitas tinggi yang terjadi di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, da...
24 Februari 1966: Aksi mahasiswa berujung tertembaknya Arif Rahman Hakim 
Rabu, 24 Februari 2021 - 06:12 WIB
Pada tanggal 24 Februari 1966, tepat hari ini 55 tahun lalu. Berbagai kelompok mahasiswa memblokir j...
23 Februari 2018: Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung dilanda banjir
Selasa, 23 Februari 2021 - 06:14 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Bandung raya beberapa hari terakhir membuat ...
22 Februari 2013: KPK tetapkan Anas Urbaningrum tersanka Hambalang
Senin, 22 Februari 2021 - 06:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebaga...
21 Februari 1949: Akhir hayat Tan Malaka, tewas dieksekusi
Minggu, 21 Februari 2021 - 06:11 WIB
Salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka, mati secara tragis di tangan bangsanya send...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV