Masih tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi karena faktor penegakan hukum
Elshinta
Sabtu, 13 Februari 2021 - 08:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Masih tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi karena faktor penegakan hukum
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menurun dari 68,3 persen pada September 2020 menjadi 62,9 persen pada 2021.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo menilai bahwa penurunan tersebut berkaitan dengan penanganan  Pandemi Covid-19.  

 "Ini tentu berkelindan adalah karena soal Pandemi,  kebijakan penangan Pandemi menjadi salah satu tingkat penurunan kepuasan kinerja pemerintah," kata Karyono saat dihubungi, Jumat, (12/2).

Meskipun turun, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi masih tinggi. Penurun yang terjadi tidak signifikan, meskipun penanganan Pandemi Covid-19 pada masa awal banyak mendapatkan kritik.

Menurut Karyono hal itu lantaran penegakan hukum dalam beberapa bulan terkahir mendapatkan respon positif dari publik.

 "Menurut saya penegakkan hukum itu juga bisa menjadi salah satu faktor. Penegakan hukum beberapa bulan terakhir, di awal-awal pemerintahan menurut saya baik," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Bayu Istiqlal, Sabtu (13/2). 

Diantanya kata dia, penengakkan hukum terhadap buronan BLBI Djoko Tjandra, penangkapan dua menteri aktif yakni Edhy Prabowo dan Juliari Batubara karena kasus korupsi, dan peneggakan hukum kasus Jiwasraya.

"Selain itu penindakan terhadap kelompok-kelompok intoleran ini memberikan kontribusi positif," katanya.

Sementara itu disatu sisi, faktor yang berkontribusi negatif pada tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi tidak terlalu signifikan. Sulitnya menangani Pandemi Covid-19 tidak hanya dialami oleh Indonesia saja melainkan juga negara lain di dunia.

"Kalau Pandemi misalnya terjadi 143 negara, yang mengalami masalah yang sama,  sehingga kalau menurut saya sih meskipun itu akan membuat masyarakat kurang puas, namun ada permakluman, karena semua negara mengalami yang sama," kata dia.

Sama halnya dengan sektor ekonomi. Ia mengatakan bahwa permasalahan ekonomi yang terjadi sekarang ini disebabkan oleh adanya Pandemi Covid-19.  Contohnya mningkatnya pengangguran karena banyaknya PHK yang menyebabkan masyarakat kurang puas terhadap kinerja pemerintahan. Namun hal itu dapat dimaklumi karena dalam kondisi Pandemi Covid-19. 

"Dalam beberapa bulan terakhir di 2020 misalnya meski pertumbuhan ekonomi masih minus namun angkanya menunjukkan perbaikan," kata dia.

Sebelumnya Tren tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini mengalami penurunan, atau masuk dalam fase terendah sejak terpilih menjadi Presiden RI kembali pada 2019.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menuturkan, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden terlihat masih tinggi yaitu sebesar 62,9 persen pada Februari 2021. Namun, jika dibanding setahun yang lalu. Telah terjadi penurunan, karena pada Februari 2020 tingkat kepuasan di level 69,5 persen. 

"Jadi tingkat kepuasan Februari 2021 lebih rendah, atau terendah sejak selesai pemilihan umum 2019," ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Senin (8/2).

Penurunan ini, disebabkan sikap publik yang tidak puas dengan kinerja Presiden mengalami peningkatan, dari 28 persen menjadi 35,6 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

 Burhanuddin menjelaskan, puas tidak puasnya publik terhadap kinerja presiden dikarenakan oleh pilihan politik di 2019, di mana pendukung Jokowi cenderung puas dengan kerja presiden. Tetapi, pendukung Prabowo Subianto tetap tidak puas meski sudah menjadi bagian dari pemerintah. 

"Tren ini kalau tidak diantisipasi oleh presiden itu bisa alarm karena sebagian dari pendukung loyalnya sudah mulai bergeser," paparnya. 

Survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 1-3 Februari 2021, melalui sambungan telepon dengan responden. Sebanyak 1200 responden dipilih secara acak. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lewat Halo Dok, warga bisa sampaikan `unek-unek` langsung kepada Wali Kota Magelang
Selasa, 20 April 2021 - 20:11 WIB
Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz membuka selebar-lebarnya kesempatan kepada masyarakat untu...
KSP tegaskan hanya Presiden yang tahu soal `reshuffle` kabinet
Selasa, 20 April 2021 - 12:47 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan hanya Presiden yang mengetahui tentang perombakan atau...
DPP PBN ajak masyarakat tak terprovokasi Jozeph Paul Zhang
Selasa, 20 April 2021 - 11:13 WIB
Dewan Pimpinan Pusat Peduli Bangsa Nusantara (DPP PBN) mengajak seluruh kelompok masyarakat, terutam...
Ketua DPD RI percaya Presiden `reshuffle` sesuai kebutuhan
Selasa, 20 April 2021 - 09:15 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti percaya kepada Presiden Joko Wi...
Pemprov NTT puji gerak cepat TNI bangun kembali jembatan pascabencana
Senin, 19 April 2021 - 17:41 WIB
Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius memuji upaya gerak cepat institusi TNI membangun kembali jembata...
Peneliti LIPI nilai langkah tepat Jokowi undang pakar bahas Ibu Kota baru
Senin, 19 April 2021 - 14:11 WIB
Peneliti Ahli Utama Kebijakan Publik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syafuan Rozi Soebhan...
Istri Kasad wujudkan impian kakak adik disabilitas pameran di Mabesad
Senin, 19 April 2021 - 12:21 WIB
Istri Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa memba...
DPD Demokrat NTT ikhlaskan putusan MK soal Orient
Senin, 19 April 2021 - 11:00 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Nusa Tenggara Timur Jefry Riwu Kore menyatakan ikh...
Presiden Jokowi saksikan vaksinasi COVID-19 untuk para seniman
Senin, 19 April 2021 - 10:45 WIB
Presiden Joko Widodo menyaksikan secara langsung vaksinasi COVID-19 terhadap sekitar 500 orang senim...
KKB aniaya tukang bakso di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya
Senin, 19 April 2021 - 09:01 WIB
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap Asep Saputra (50 th) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV