Rekomendasi terkini soal masker jelang setahun pandemi
Elshinta
Sabtu, 06 Februari 2021 - 22:55 WIB |
Rekomendasi terkini soal masker jelang setahun pandemi
Masker bedah. (ANTARA/FDA)

Elshinta.com - Beberapa waktu lalu beberapa pakar kesehatan menyarankan pemakaian dua masker karena varian baru virus corona lebih mudah menyebar daripada versi virus sebelumnya.

Sebagian mereka berpendapat, orang sebaiknya mengenakan masker bedah, atau masker kain setelah masker bedah atau masker N95 yang dipakai dengan baik.

Ketua Terpilih PB IDI sekaligus Ketua Tim Mitigasi COVID-19 PB IDI, Dr. Muhammad Adib Khumaidi saat ini tidak merekomendasikan masker kain karena ketiadaan fungsi filtrasi.

"Kami tidak merekomendasikan masker kain karena fungsi untuk filternya tidak ada. (Kita) harus melihat kondisi di mana kita berada, kalau sebagai tenaga medis memang disarankan N95. Ini pun tidak boleh dipakai terus menerus," ujar dia dalam sebuah webinar yang digelar Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Jumat (5/2) malam.

Adib mengingatkan, masker bedah ataupun N95 sebaiknya tidak digunakan lebih dari 4-5 jam karena fungsi perlindungannya bisa menurun seiring waktu pemakaian.

Masker menghalangi partikel air liur yang keluar dari mulut dan hidung. Partikel-partikel ini dapat membawa virus SARS-CoV-2 dari satu orang ke orang lain, jadi memakai masker membantu untuk menghentikan penularan itu.

Dari sisi perlindungan, N95 diketahui lebih baik memblokir setidaknya 95 persen partikel kecil di udara, termasuk partikel berdiameter tiga persepuluh mikron, menurut Scientific American.

Masker kain melindungi orang lain dengan menjaga partikel-partikel itu keluar dari udara sekaligus melindungi pemakainya agar tetesan infeksi di udara tidak mencapai hidung atau mulut.

Sementara itu, masker bedah memblokir lebih sedikit partikel terkecil, tetapi menawarkan lebih banyak perlindungan bagi pemakainya daripada masker kain satu lapis, menurut tinjauan studi dalam jurnal The Lancet pada Juni 2020.

Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) sekaligus epidemiolog Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin mengatakan, pada prinsipnya mengenakan masker kain tiga lapis (dengan tingkat kerapatan benang tinggi) tidak salah.

Dalam beberapa kasus, masker kain berkualitas lebih tinggi ini dapat menyaring hampir 50 persen partikel halus yang berdiameter kurang dari 1 mikron.Virus corona sendiri berdiameter sekitar 0,1 mikron dan dapat dibawa dalam aerosol yang berukuran lebih kecil dari 5 mikron dan tetesan yang lebih besar.

Untuk masyarakat umum, menempatkan masker kain setelah masker bedah mungkin merupakan pilihan terbaik, menurut Popular Science.

Scott Segal dari Thomas H. Irving Professor and Chair Department of Anesthesiology di Wake Foesrt Baptist Health, Winston-Salem, North Carolina seperti dikutip dari Health mengatakan, ide mengenakan dua masker masuk akal jika kemampuan filtrasi satu masker tidak terlalu kuat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli: Hindari asupan gula berlebih agar tidak dehidrasi saat puasa
Selasa, 20 April 2021 - 21:10 WIB
Ahli nutrisi dari Herbalife Nutrition Indonesia Aria Novitasari mengingatkan masyarakat untuk menghi...
Indonesia waspadai lonjakan kasus seperti di India
Selasa, 20 April 2021 - 19:55 WIB
Pemerintah Indonesia sedang mewaspadai sejumlah hal terkait lonjakan kasus COVID-19 seperti yang ter...
11.101.291 penduduk Indonesia sudah divaksinasi COVID-19
Selasa, 20 April 2021 - 19:46 WIB
Sebanyak 11.101.291 penduduk Indonesia sudah menjalani vaksinasi atau menerima suntik vaksin COVID-1...
Presiden Joko Widodo dukung penelitian COVID-19
Selasa, 20 April 2021 - 18:26 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pihaknya mendukung segala bentuk penelitian untuk penanganan ...
Dimas Beck targetkan 500 reseller bisnis kuliner selama Ramadan
Senin, 19 April 2021 - 09:30 WIB
Bisnis kuliner makanan rumah siap saji dari Dimas Beck, Laukita, memantapkan langkahnya di industri ...
MUI: Makan sahur dan iftar secukupnya agar sampah organik tak menumpuk
Senin, 19 April 2021 - 09:15 WIB
Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hayu P...
Dokter: Imunitas tubuh saat puasa dan tidak tak berbeda
Sabtu, 17 April 2021 - 17:56 WIB
Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 diperbolehkan meski penerima sedang berpuasa Ramadhan karena tidak ad...
Kemenhub resmikan GeNose sebagai syarat penumpang di Tanjung Perak
Sabtu, 17 April 2021 - 16:48 WIB
Kementerian Perhubungan resmi menerapkan alat tes GeNose C-19 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya h...
Cara mengenalkan puasa kepada anak dengan autisme
Sabtu, 17 April 2021 - 16:36 WIB
Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dr. Adriana Soekandar Ginanjar mengatakan bahwa ...
 Cegah malaria, TNI `fogging` Kampung Yowong Papua
Sabtu, 17 April 2021 - 14:11 WIB
Sebagai upaya mencegah perkembangbiakan nyamuk yang dapat menyebabkan sakit malaria dan demam berdar...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV