81 rumah di Australia barat hancur dilalap api
Elshinta
Kamis, 04 Februari 2021 - 21:18 WIB |
81 rumah di Australia barat hancur dilalap api
Ilustrasi - Seorang personel Dinas Pemadam Kebakaran New South Wales membakar semak belukar dan bahan-bahan lain yang mudah terbakar saat melaksanakan pembakaran terkontrol menjelang musim kebakaran hutan yang akan datang di pinggiran Kota Arcadia, Sydney, Australia, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/wsj.

Elshinta.com - Otoritas Australia pada Kamis mengatakan 81 rumah telah hancur dilalap api dalam kebakaran di bagian barat negara itu, sementara angin kencang menghambat upaya pemadaman.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari kebakaran tersebut, yang asal-usulnya masih belum diketahui.

Namun, kobaran api kali ini mengingatkan akan banyaknya kebakaran yang melanda sebagian besar pantai timur Australia pada 2020.

Kepala pemerintahan Negara Bagian Western Australia, Mark McGowan, mengatakan para petugas telah berhasil memadamkan kebakaran terbesar dari tujuh titik api yang masih menyala.

McGown, kendati demikian, memperingatkan bahwa angin kencang berpotensi meningkatkan bahaya.

"Kebakaran ini sangat tidak terduga dan hal-hal bisa menjadi buruk dengan sangat cepat," kata McGowan kepada wartawan di Perth.

"Kondisi cuaca masih bergejolak, dan angin akan bertiup kencang menurut ramalan."

Angin telah menjadi penghalang bagi beberapa pesawat pemadam kebakaran untuk terbang, kata pihak berwenang.

Cuaca, sementara itu, diperkirakan akan memburuk selama beberapa jam ke depan.

Angin dengan kecepatan lebih dari 70 km per jam diperkirakan terjadi di seluruh wilayah negara bagian yang terkena dampak, kata ahli meteorologi.

Namun, cuaca yang lebih baik diperkirakan muncul dalam beberapa hari mendatang dan hujan diperkirakan akan turun pada Sabtu (6/2) di seluruh area kebakaran.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perusahaan rintisan Uganda manfaatkan limbah pisang
Minggu, 18 April 2021 - 09:00 WIB
Masyarakat Uganda biasanya makan banyak pisang. Kini, perusahaan rintisan lokal berinovasi membuat b...
Ratu Elizabeth & Inggris akan ucapkan perpisahan untuk Pangeran Philip
Sabtu, 17 April 2021 - 13:23 WIB
Ratu Elizabeth akan mengucapkan salam perpisahan yang terakhir kalinya kepada Pangeran Philip, suami...
Ekonomi Tiongkok tumbuh 18,3 persen pada kuartal pertama
Sabtu, 17 April 2021 - 12:55 WIB
Perekonomian nasional Tiongkok mengalami pertumbuhan sebesar 18,3 persen pada kuartal pertama tahun ...
Italia laporkan empat kematian pembekuan darah vaksin AstraZeneca
Jumat, 16 April 2021 - 09:55 WIB
Empat orang di Italia meninggal akibat pembekuan darah langka usai menerima vaksin COVID-19 AstraZen...
Saham Hong Kong dibuka lebih tinggi, indeks HSI terkerek 0,12 persen
Jumat, 16 April 2021 - 09:36 WIB
Saham-saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Jumat pagi, setelah merosot sehari sebelumnya, dengan...
Pasukan Myanmar tangkap pemimpin unjuk rasa anti kudeta
Kamis, 15 April 2021 - 20:47 WIB
Pasukan keamanan Myanmar menangkap Wai Moe Naing, salah satu pemimpin utama kampanye menentang kekua...
Indonesia raup Rp405 juta dari pameran makanan-minuman di China
Kamis, 15 April 2021 - 10:03 WIB
Sejumlah produk unggulan dari Indonesia terjual dengan nilai transaksi sebesar Rp405,9 juta dari Pam...
Filipina ajukan protes diplomatik baru atas kapal Tiongkok di LCS
Rabu, 14 April 2021 - 21:43 WIB
Filipina mengajukan protes diplomatik baru ke Tiongkok pada Rabu, setelah menuding negara tetanggany...
20 orang tewas dalam kecelakaan maut di Mesir
Rabu, 14 April 2021 - 20:11 WIB
Sebanyak 20 orang tewas dan tiga lainnya cedera dalam kecelakaan maut di jalan raya gurun Mesir Hulu...
Grab berencana IPO di bursa saham Amerika
Rabu, 14 April 2021 - 10:39 WIB
 Grab Holdings inc, penyedia layanan on-demand di Asia Tenggara, berencana melantai di bursa saha...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV