MemoRI 27 Januari
27 Januari 2008: Meninggalnya Presiden Soeharto, akibat gagal organ multifungsi
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
27 Januari 2008: Meninggalnya Presiden Soeharto, akibat gagal organ multifungsi
Soeharto -Sang Jenderal yang Tersenyum- AFP

Elshinta.com - Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto lahir 8 Juni 1921 di Kemusuk, Yogyakarta, meninggal 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun.  

Soeharto menjabat Presiden Indonesia kedua dengan masa jabatan 1967 sampai 1998, menggantikan Soekarno. 

Soeharto populer dengan "The Smiling General" atau "Sang Jenderal yang Tersenyum". Raut wajahnya senantiasa tersenyum dan menunjukkan keramahan. 

Namun adanya berbagai kontroversi yang terjadi, ia sering juga disebut sebagai otoriter oleh pihak yang berseberangan dengannya.

Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda. Pangkat terakhirnya Mayor Jenderal. 

Setelah Gerakan 30 September 1965, Soeharto melakukan operasi penertiban dan pengamanan atas perintah dari Presiden Soekarno, salah satu yang dilakukannya adalah dengan menumpas Gerakan 30 September dan menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang. 

Kontroversi menyebut operasi ini menewaskan sekitar 100.000 hingga 2 juta jiwa, namun jumlah ini bisa dipertanyakan karena korban dari Gerakan 30 September diduga banyak sekali jumlahnya.

Pada 26 Maret 1968 Soeharto diberi mandat oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) sebagai Presiden menggantikan Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968.

Pada masa jabatan berikutnya, Ia terpilih lagi dan lagi. Soeharto menjadi presiden Indonesia pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. 

Masa jabatan Soeharto menjadi presiden Indonesia berakhir pada tahun 1998. Ia mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei di tahun yang sama, menyusul terjadinya kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. 

Selama 32 tahun pemerintahannya Soeharto meletakkan pondasi pembangunan di Indonesia melalui Repelita. 

Dalam masa kekuasaannya --yang disebut Orde Baru-- Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Masyarakat mengalami harga bahan-bahan pokok yang terjangkau dan situasi keamanan serta ketertiban yang terjaga.

Di era ini juga tercapai Swasembada Beras, yang ditandai dengan perolehan medali From Rice Importer To Self Sufficiency dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada 1984 yang diterima oleh Presiden Soeharto.

Soeharto merupakan sosok yang kontroversial karena membatasi kebebasan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, pemaksaan azas tunggal Pancasila di berbagai bidang.

Ia juga disebut sebagai salah satu rezim paling korup dalam sejarah dunia modern. Menurut Transparency International, estimasi kerugian negara adalah sekitar 15–35 miliar dolar Amerika Serikat selama pemerintahannya.

Namun tuduhan ini belum berhasil dibuktikan, bahkan Majalah Time kalah dalam gugatan dan upaya untuk mengadili Soeharto pun gagal karena kesehatannya yang memburuk. 

Setelah menderita sakit berkepanjangan, Soeharto meninggal akibat kegagalan organ multifungsi. Ia meninggal 27 Januari 2008 di Jakarta.

Tahun 1990 - Berdirinya MURI
Jaya Suprana mendirikan Museum Rekor Indonesia yang sekarang bernama Museum Rekor Dunia Indonesia, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2541.

Tahun 1981 - KMP Tampomas karam di Laut Jawa
KMP Tampomas karam di Laut Jawa; 431 orang tewas. Ebiet G. Ade mengabadikan peristiwa ini dalam lagu Sebuah Tragedi 1981 dan Iwan Fals mengabadikannya dalam lagu Celoteh Camar Tolol.

Tahun 1947 - Peristiwa Merah Putih di Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Di tengah acara kesenian, para penjuang berhasil mengecoh Belanda yang menguasai Sangasanga, merebut gudang senjata dan membagi bagikan pada para penjuang. 

Perebutan kekuasaan yang dilakukan dinihari pukul 3.00 itu berhasil. Pukul 09.00 Sangasanga sudah beralih tangan dikuasai para pejuang.

Bendera Belanda warna putih biru, dirobek birunya menjadi merah putih dan dinaikkan kembali dengan upacara oleh para pejuang dan seluruh masyarakat serta teriakan “Merdeka”. 

(sumber; wikipedia)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
28 Februari 2019: Gempa Solok, ratusan rumah rusak
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:11 WIB
Gempa bumi mengguncang Solok Selatan dengan magnitudo 5,6. yang terjadi pada Kamis pagi, 28 Februari...
27 Februari 2013: Bus rombongan peziarah hantam tebing di Ciloto
Sabtu, 27 Februari 2021 - 06:12 WIB
Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur. Kali ini kecelakaan terjadi pada sebua...
26 Februari 2019: Indonesia juara Piala AFF U-22
Jumat, 26 Februari 2021 - 06:10 WIB
Tim Nasional Indonesia U-22 berhasil menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Usai mengalahkan Thailand de...
25 Februari 2020: Dampak banjir, motor boleh lewat jalan tol
Kamis, 25 Februari 2021 - 06:11 WIB
Imbas dari hujan intensitas tinggi yang terjadi di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, da...
24 Februari 1966: Aksi mahasiswa berujung tertembaknya Arif Rahman Hakim 
Rabu, 24 Februari 2021 - 06:12 WIB
Pada tanggal 24 Februari 1966, tepat hari ini 55 tahun lalu. Berbagai kelompok mahasiswa memblokir j...
23 Februari 2018: Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung dilanda banjir
Selasa, 23 Februari 2021 - 06:14 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Bandung raya beberapa hari terakhir membuat ...
22 Februari 2013: KPK tetapkan Anas Urbaningrum tersanka Hambalang
Senin, 22 Februari 2021 - 06:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebaga...
21 Februari 1949: Akhir hayat Tan Malaka, tewas dieksekusi
Minggu, 21 Februari 2021 - 06:11 WIB
Salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka, mati secara tragis di tangan bangsanya send...
20 Februari 2015: Bus rombongan pengajian terguling, belasan orang tewas
Sabtu, 20 Februari 2021 - 06:11 WIB
Kecelakaan tunggal berujung maut terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat 20 Februari 2015. Sebu...
19 Februari 2020: Napi terorisme jaringan Santoso bebas
Jumat, 19 Februari 2021 - 06:13 WIB
Seorang narapidana kasus terorisme (Napiter) bernama Setiawan Hadi Putra alias Ijul (36) dinyatakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV