Dolar AS menguat karena investor menghindari mata uang berisiko
Elshinta
Selasa, 26 Januari 2021 - 09:01 WIB |
Dolar AS menguat karena investor menghindari mata uang berisiko
Ilustrasi - Mata uang Inggris pound sterling dan dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/am.

Elshinta.com - Nilai tukar dolar AS sedikit menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena ledakan volatilitas di pasar saham dunia mengurangi minat investor terhadap mata uang berisiko meskipun memberikan hasil lebih tinggi.

Kekhawatiran atas waktu dan ukuran stimulus fiskal tambahan AS sempat membuat indeks utama saham AS satu persen lebih rendah sebelum pulih menjadi diperdagangkan sedikit berubah pada hari kemarin.

Pergerakan tajam di pasar saham memperburuk selera pedagang valas atas risiko, kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto.

"Mata uang beta tinggi -- mata uang yang sangat berkorelasi dengan pasar ekuitas dan selera risiko global -- jatuh selaras dengan indeks ekuitas," kata Schamotta.

Sentimen pasar berubah lebih berhati-hati pada akhir pekan lalu, ketika data ekonomi Eropa menunjukkan bahwa pembatasan penguncian untuk menahan penyebaran virus corona mengganggu aktivitas bisnis.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,19 persen menjadi 90,396, setelah naik setinggi 90,523, terkuat sejak 20 Januari.

Euro melemah sekitar 0,28 persen terhadap dolar. Sentimen bisnis Jerman merosot ke tingkat terendah enam bulan pada Januari karena gelombang kedua COVID-19 menghentikan pemulihan di ekonomi terbesar Eropa, yang akan stagnan pada kuartal pertama, kata lembaga ekonomi Ifo pada Senin (25/1/2021).

Dolar Australia - dilihat sebagai proksi likuid untuk risiko - turun 0,16 persen terhadap dolar.

Saham-saham AS telah mencapai level tertinggi baru dalam beberapa sesi belakangan ini bahkan ketika kekhawatiran tentang ekonomi yang dilanda pandemi tetap ada. Investor mencoba mengukur apakah pejabat di pemerintahan Presiden AS Joe Biden dapat mencegah kekhawatiran Partai Republik bahwa proposal bantuan pandemi senilai 1,9 triliun dolar AS itu terlalu mahal.

Terlepas dari rebound dolar baru-baru ini - indeks dolar naik sekitar 1,3 persen sejak awal Januari - analis memperkirakan penurunan dolar yang luas selama 2021. Posisi spekulatif bersih jangka pendek pada dolar meningkat ke yang terbesar dalam 10 tahun dalam seminggu hingga 19 Januari, menurut data mingguan berjangka dari CFTC yang dirilis pada Jumat (22/1/2021).

Federal Reserve AS akan bertemu pada Selasa waktu setempat dan Rabu (27/1/2021) dan Ketua Fed Jerome Powell diperkirakan memberi sinyal bahwa dia tidak memiliki rencana untuk menghentikan stimulus besar-besaran The Fed dalam waktu dekat, berita yang dapat mendorong dolar turun lebih jauh.

Sterling menguat pada Senin (25/1/2021) terhadap euro yang lebih lemah karena peluncuran vaksin COVID-19 Inggris selama akhir pekan menawarkan dukungan untuk mata uang Inggris.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2139 dolar AS dari 1,2166 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3663 dolar AS dari 1,3681 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7703 dolar AS dari 0,7717 dolar AS.

Dolar AS dibeli 103,79 yen Jepang, lebih rendah dari 103,83 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8881 franc Swiss dari 0,8860 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2749 dolar Kanada dari 1,2728 dolar Kanada.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bitcoin berada di `titik kritis` seiring lonjakkan harganya
Selasa, 02 Maret 2021 - 10:16 WIB
Bitcoin naik hampir tujuh persen pada Senin (1/3/2021) ketika aset-aset berisiko menguat setelah pen...
Orangutan yang terancam punah lahir di KB New Orleans
Selasa, 02 Maret 2021 - 09:21 WIB
Seekor orangutan Sumatra yang terancam punah lahir di New Orleans sebagai kejutan menggembirakan bag...
RI-Jepang perkuat kerja sama industri
Minggu, 28 Februari 2021 - 18:29 WIB
Indonesia dan Jepang terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif, khususnya di ...
Kepolisian Indonesia, Turki sepakat kuatkan kapasitas bersama
Minggu, 28 Februari 2021 - 18:18 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri ) dan Kepolisian Nasional Turki sepakat menguatkan kapasitas be...
Tiga orang tewas ditembak di ibu kota Pakistan
Minggu, 28 Februari 2021 - 15:27 WIB
Kelompok bersenjata tak dikenal menembak mati tiga orang di pinggiran ibu kota Pakistan, Islamabad, ...
Puluhan pelajar Nigeria dibebaskan usai diculik kelompok bersenjata
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:16 WIB
Kelompok bersenjata di Nigeria, Sabtu, membebaskan 27 remaja laki-laki yang diculik dari sekolah me...
Dubes ajak pengusaha Indonesia manfaatkan ruang promosi di China
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:05 WIB
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mengajak para pengusaha asal Indonesia memanfaatkan ru...
Iran sebut serangan AS di Suriah mendorong terorisme di kawasan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 21:14 WIB
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas milisi sokongan Iran di Sur...
Anak-anak Yaman lapar saat PBB berupaya hindari kelaparan lebih luas
Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:37 WIB
Mata Ahmadiya Juaidi terbelalak saat meneguk minuman nutrisi dari cangkir besar warna jingga, jari-...
CDC AS: Risiko Ebola menyebar ke Amerika sangat rendah
Sabtu, 27 Februari 2021 - 14:55 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka mengikuti s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV