Kasus membludak, Pemkab Sukoharjo harus tambah faskes Covid-19
Elshinta
Jumat, 22 Januari 2021 - 16:23 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kasus membludak, Pemkab Sukoharjo harus tambah faskes Covid-19
Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi. Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diminta segera menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes) layanan Covid-19 tambahan. Menyusul membeludaknya pasien kasus Corona di rumah sakit rujukan dan lokasi karantina terpusat yang ada saat ini disediakan. Grafik kasus terus meningkat bahkan ditengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Langkah antisipasi membludaknya pasien perlu segera mendapatkan penanganan serius. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Wawan Pribadi.

Menurut Wawan, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan kabupaten (DKK) harus segera menyiapkan tindak lanjut guna memenuhi kebutuhan faskes layanan Covid-19. Kewajiban pemerintah menyediakan layanan secara menyeluruh mulai dari pusat pengobatan hingga karantina terpusat. Sebenarnya daerah telah menyediakan faskes yang cukup memadai mulai dari 10 rumah sakit rujukan dan lokasi karantina terpusat. Tetapi hal tersebut sudah tidak memenuhi kebutuhan akibat dari lonjakan kasus yang terus bertambah. "Apabila memang sudah kesulitan menangani, kasus bisa diarahkan ke pusat karantina Pemprov Jateng di Asrama Haji Donohudan, Boyolali," bebernya.

Wawan mengatakan, kapasitas karantina milik pemprov ini juga berpotensi penuh karena menampung kasus dari kawasan Eks-Karesidenan Surakarta. Sehingga DKK memang harus menyiapkan langkah tepat sebagai solusinya. Bisa saja dengan menunjuk faskes tertentu yang memungkinkan dijadikan lokasi penampungan kasus. Dalam hal ini, kewenangan menilai kemampampuan layanan faskes menjadi wewenang DKK. "Untuk masalah penambahan faskes kami ikut rekomendasi DKK," kata dia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (22/1). 

DKK Sukoharjo telah menyatakan kecenderungan kasus konfirmasi positif Corona terus bertambah. Disampaikan Kepala DKK, Yunia Wahdiyati bahwa kondisi rumah sakit rujukan dan karantina terpusat saat ini penuh merawat kasus. Sebanyak 10 Rumah sakit rujukan yang disiagakan pemkab telah beberapa kali diminta menambah kapasitas ruang isolasi untuk meningkatkan daya tampung. 

Demikian halnya lokasi karantina terpusat yang dioperasikan kabupaten dalam posisi serupa. Sebab, karantina terpusat tidak hanya melayani kasus positif tanpa gejala yang butuh perawatan tetapi juga menampung pasien rawat inap rumah sakit yang telah dinyatakan laik digeser. "Prinsipnya, kasus isolasi mandiri di karantina terpusat ini terhubung langsung dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Jadi, apabila ada pasien terindikasi perlu mendapatkan perawatan intensif langsung dibawa ke IGD,"jelasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ketua YKI: Deteksi dini kunci turunkan kanker bukan pengobatan canggih
Minggu, 28 Februari 2021 - 21:29 WIB
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono mengatakan, kunci untuk menuru...
Menkes bersyukur Indonesia dapat empat vaksin COVID-19
Minggu, 28 Februari 2021 - 13:36 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersyukur pemerintah Indonesia bisa mendapatkan empat jenis v...
Bidan Delima Kabupaten Magelang ikuti pembinaan pelayanan di tengah pandemi
Minggu, 28 Februari 2021 - 11:10 WIB
Sebanyak 50 bidan delima di Kabupaten Magelang,  mengikuti pembinaan pelayanan mereka,  terhadap i...
Vaksinasi massal di Malioboro, masih banyak tukang becak dan pedagang belum terdata
Minggu, 28 Februari 2021 - 09:48 WIB
Vaksinasi COVID-19 tahap kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menyasar warga di Malioboro....
Hemofilia yang tak ditangani bisa mematikan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 15:25 WIB
Hemofilia atau penyakit kelainan darah yakni saat darah tidak dapat membeku seperti seharusnya bisa ...
Walikota Medan Bobby Afif Nasution tinjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mandiri
Sabtu, 27 Februari 2021 - 14:10 WIB
Walikota Medan Bobby Afif Nasution pagi ini meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mandiri kepada p...
KPCPEN: Vaksinasi gotong-royong percepat keluar dari pandemi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 08:36 WIB
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyampaikan bahwa program vaksin...
Marak penjualan obat online tanpa resep dokter, Pemkab Tangerang awasi apotik
Jumat, 26 Februari 2021 - 14:37 WIB
Maraknya penjualan obat-obatan tanpa resep dokter yang bisa dibeli secara online dan juga obat kadal...
 10 orang anggota DPRD Kota Malang  gagal ikut vaksinasi tahap II
Kamis, 25 Februari 2021 - 18:25 WIB
Sebanyak 35 dari 45 orang anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur menjalani vaksinasi Covid-19 biofram ...
Kuota vaksin terbatas, pedagang pasar dan pekerja transportasi belum kebagian
Kamis, 25 Februari 2021 - 15:24 WIB
Pedagang pasar tradisional dan pekerja bidang transportasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tidak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV