Kuasa hukum yakin John Kei tak bersalah meski anak buahnya divonis hakim
Elshinta
Jumat, 22 Januari 2021 - 13:58 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kuasa hukum yakin John Kei tak bersalah meski anak buahnya divonis hakim
Sumber foto: Bayu Koosyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang memvonis bersalah anak buah John Refra alias John Kei dalam kasus penyerangan terhadap kediaman Nus Kei dan anak buahnya. 

Sebanyak 13 orang anak buah John Kei diputus dua tahun penjara. Sementara sembilan terdakwa lainnya divonis satu tahun delapan bulan kurungan. 

Penasihat hukum terdakwa, Yenny Rosa mengaku masih pikir-pikir apakah mengajukan banding atau tidak, terhadap putusan yang dibuat hakim ketua Sutarjo dan hakim anggota Arief Budiman serta Mahmudin itu. "Iya, kami mempunyai hak banding selama tujuh hari setelah putusan. Kami sedang menunggu arahan klien kami John Refra atau John Kei," kata Yenny, Kamis (21/1). 

Meski begitu, kata Yenny, pihaknya mengakui adanya kesepahaman antara majelis hakim dengan pengacara terdakwa dalam putusan tersebut. Terutama dalam pertimbangan hakim yang menyebut, bahwa akar persoalan ini hanya merupakan upaya penagihan utang sejumlah uang dari John Kei, terhadap Nus Kei. 

"Terpenting dalam pertimbangan hakim menekankan, bahwa ini hanya berupa penagihan yang dilakukan klien kami John Refra atau John Kei yang sangat sesuai dengan fakta persidangan dalam kesaksian saksi korban yaitu Nus Kei, yang mengakui bahwa telah ditagih selama tiga kali dan keempatnya terjadi kejadian tersebut," tuturnya. 

Selain itu, Yenny menilai selama persidangan tak dibuktikan bahwa ada perintah membunuh Nus Kei dari John Kei, saat penagihan utang. 

"Dan selama persidangan tidak ada satu bukti apapun bahwa ada perintah dari klien kami John Refra atau John Kei untuk membunuh Nus Kei. Jadi sangat aneh ya (jika disebut ada perintah membunuh Nus Kei)," kata dia seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Jumat (22/1). 

John Kei sendiri, kata Yenny meminta ditagihkan utangnya melalui pengacara bernama Daniel Far Far. Sehingga, menurutnya tak mungkin John Kei memerintahkan seseorang yang notabene penegak hukum, membunuh orang lain atau melanggar hukum. 

Apalagi, kata Yenny kliennya justru rugi jika akhirnya Nus Kei tewas. 

"Klien kami John Refra atau John Kei menagih uangnya melalui penegak hukum yaitu pengacara yang bernama Daniel Far Far terhadap Nus Kei. Bahkan dalam proses penagihan tersebut, itu bukan urusan klien kami. Apalagi ada perintah membunuh, itu lebih aneh lagi. Jika Nus Kei mati, maka uang tidak bisa didapatkan dan ada pidananya," papar Yenny. 

"Biasa itu seorang pengacara diminta untuk menagih utang-piutang," imbuhnya. 

Sementara, Haris Budiman, kuasa hukum terdakwa lainnya, menilai berbagai argumentasi dan bukti yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) merupakan upaya merebut keyakinan majelis hakim dalam perkara tersebut. Hal itu tak menjadi masalah, sebab upaya yang sama juga pihaknya lakukan. 

Haris dan kuasa hukum lainnya berjanji, akan berupaya keras mencari keadilan dalam persidangan lainnya di Jakarta Barat, masih dengan perkara yang sama. 

Kasus perusakan rumah dan pembunuhan anak buah Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Tangerang pada Minggu (21/6/2021) akhirnya diputus oleh Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. Sebanyak 22 anak buah John Kei diputus bersalah oleh tim majelis hakim.

Dalam sidang putusan yang digelar secara virtual, Ketua Majelis Hakim Sutarjo menyatakan 22 anak buah John Kei terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan merusak kediaman Nus Kei di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Tangerang dan melakukan aksi pengeroyokan hingga menyebabkan meninggal dunia Yustus Corwing alias Erwin yang merupakan anak buah Nus Kei.

Sementara itu, Nus Kei yang menjadi korban dari aksi pengerusakan rumahnya di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Tangerang memandang sinis putusan yang dihasilkan dalam persidangan ini.

"Saya datang ke sini karena saya berkepentingan dalam kasus ini. Dan Majelis Hakim sudah memutuskan. Mau gimana lagi?," pungkas Nus Kei mengutip beritasatu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi di Cianjur temukan dua orang lansia meninggal di dalam rumah
Jumat, 05 Maret 2021 - 23:38 WIB
Polisi menemukan dua orang lanjut usia (lansia) warga Kelurahan Solopandan, Kecamatan Cianjur, Jawa ...
Polres Banjarnegara berhasil ungkap kasus pembuangan bayi
Jumat, 05 Maret 2021 - 23:27 WIB
Kepolisian Resor Banjarnegara, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di sekitar Sun...
KPK perpanjang penahanan Juliari Batubara selama 30 hari
Jumat, 05 Maret 2021 - 22:54 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan selama 30 hari untuk dua tersangka k...
Nurdin Abdullah sebut uang diamankan KPK untuk bantuan masjid
Jumat, 05 Maret 2021 - 21:58 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA) mengaku sejumlah uang yang telah di...
KPK panggil istri tersangka Edhy Prabowo
Jumat, 05 Maret 2021 - 13:14 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat memanggil Anggota DPR RI Iis Rosita Dewi yang juga istri d...
Polres OKU permudah masyarakat membuat SIM melalui daring
Jumat, 05 Maret 2021 - 12:52 WIB
Satlantas Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mempermudah masyarakat membuat dokumen Surat Iz...
Seekor gajah liar ditemukan mati di Aceh Jaya
Jumat, 05 Maret 2021 - 12:29 WIB
Seekor gajah liar ditemukan mati di kawasan Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh.
Polrestro Jakbar ringkus peladang ganja di Mandailing Natal
Jumat, 05 Maret 2021 - 10:12 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat meringkus I, petani yang mengurus belasan hektare ...
Kejagung pernah terima SPDP kasus penembakan oleh 6 Laska FPI di KM-50
Jumat, 05 Maret 2021 - 09:20 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung  Leonard Eben Ezer Simanjuntak membenarkan pernah me...
Polres Wonosobo tahan dua residivis coba bawa kabur sepeda motor
Jumat, 05 Maret 2021 - 08:25 WIB
Kepolisian Resor Wonosobo, Jawa Tengah, menahan dua residivis, yaitu AW (32) warga Kota Magelang dan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV