Wakil Wali Kota Bandung apresiasi pelaku UMKM tampung pegawai di tengah pandemi
Elshinta
Kamis, 21 Januari 2021 - 10:26 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Wakil Wali Kota Bandung apresiasi pelaku UMKM tampung pegawai di tengah pandemi
Sumber foto: Dudi Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Wakil Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Yana Mulyana sangat mengapresiasi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Cisaranten Endah yang menampung pegawai di tengah pandemi Covid-19.

Yana bahkan sengaja mendatangi langsung para pelaku UMKM tersebut. Ia menyempatkan untuk menyusuri pemukiman padat di RW 11 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik dan mendatangi sebuah tempat produksi olahan plastik untuk perlengkapan furniture. 

Yana juga mengunjungi dua lokasi pembuat kain rajut.

“Di tengah satu pemukiman di tengah pandemi mereka tetap berkreasi dan berinovasi. Kami mengapresiasi mereka tetap beraktivitas membuka peluang bagi orang lain untuk tetap bisa menghasilkan,” ucap Yana di sela-sela kunjungannya, Rabu (20/1).

Yana sangat terkesan dengan para pelaku UMKM di Cisaranten Endah ini, lantaran alih-alih mengurangi karyawan mereka justru bisa menambah pegawai. 

Bahkan, pekerja yang ditampung juga adalah mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat terdampak Covid-19.

“Meski pun terkena dampak tapi rekuitment tenaga kerja bisa tetap dilakukan. Ada yang membuka pasar, jadi ordernya ada terus,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Kamis (21/1).

Di sela-sela kunjungannya, Yana selalu menyempatkan untuk berdialog Bersama para pelaku UMKM ini. Guna memberikan dukungan, dia turut serta membawa Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Kota Bandung, Atet Dedi Handiman.

“Tadi sudah diskusi soal hambatannya. Sekarang ini ada dinas atau cari dari teman-teman perbankan untuk mencari solusi untuk peningkatan produksi,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik produksi kain rajut, Sansan mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19 mulai menyerang sektor ekonomi, dirinya menampung lima pegawai baru. 

“Ada 9 orang. Yang baru di mulai pandemi ada lima orang. Sebelumnya mereka bekerja di pabrik tapi berhenti jadi masuk ke sini,” kata Sansan.

Langkahnya menampung karyawan terdampak pemutusan akibat Covid-19 ini ternyata tak lantas jadi beban. Pasalnya, penjualan produksinya tetap mendapatkan tempat di pasar domestik. Kendati dihadapkan pada tantangan naiknya harga bahan baku.

“Produksi sekarang baju rajut 40 lusin per minggu. Pasar masih tetap grosir Tanah Abang, Pasar Baru cuma sekarang jumlahnya agak terbatas. Bahan baku disebut aman, tapi sudah dua kali ada kenaikan sementara. Tapi penjualan tidak bisa (naik),” ungkapnya.

Pelaku UMKM lainnya, Iwan Ganiawan, pengrajin perlengkapan furniture juga turut memberdayakan masyarakat sekitar. Utamanya kaum ibu untuk melakukan pengerjaan akhir atau finishing. 

“Yang ngepres delapan orang, sama yang maklun dan dibungkus sekitar 16 orang. Bahkan ibu-ibu di sini juga ikut membungkus," terang Iwan.

Usaha yang ditekuni Iwan dalam 10 tahun terakhir ini tetap bertahan di tengah pandemic Covid-19. Pendapatan kotornya dalam satu pekan bisa mencapai Rp30 juta. 

“Sekarang saya kirim masing-masing ada satu toko di Jakarta, Karawang dan Tasikmalaya. Kadang toko lain minta terpaksa tidak dilayani,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemnaker: Pengusaha wajib ikut sertakan pekerja di program JKP
Rabu, 03 Maret 2021 - 17:23 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa pengusaha wajib mengikutsertakan karyawannya sebagai p...
Sri Mulyani: Pegawai DJP terduga kasus suap telah dibebastugaskan
Rabu, 03 Maret 2021 - 16:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang terli...
Harga cabai rawit merah di Salatiga tembus Rp90.000/Kg
Rabu, 03 Maret 2021 - 13:25 WIB
Harga cabai rawit merah dalam sepekan ini terus merangkak naik. Dari pantauan di Pasaraya Salatiga, ...
333 THL di Matim, NTT dapat pelatihan dan modal usaha
Rabu, 03 Maret 2021 - 13:10 WIB
Sebanyak 333 Tenaga Harian Lepas (THL) yang dirumahkan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, NT...
Dongkrak penggunaan QRIS, BI Malang kumpulkan 49 PJSB 
Rabu, 03 Maret 2021 - 11:56 WIB
Berbagai upaya dilakukan Bank Indonesia perwakilan Malang guna meningkatkan penggunaan sistem pembay...
Rupiah Rabu pagi menguat 5 poin
Rabu, 03 Maret 2021 - 10:23 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah atas dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (3/3) pa...
Sempat naik, IHSG berbalik turun pada awal perdagangan hari ini 
Rabu, 03 Maret 2021 - 10:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan Rabu (3/3). Jika berlanjut, ini akan ...
Tekan impor, Bahlil Lahadalia dorong industri aspal Buton
Senin, 01 Maret 2021 - 17:22 WIB
Menindaklanjuti visi besar Presiden RI, Joko Widodo terkait dengan transformasi ekonomi yang salah s...
Kepala BKPM RI harap Buton bisa menyuplai 50 persen aspal nasional
Senin, 01 Maret 2021 - 16:58 WIB
Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia harap Provinsi Sulawesi Teng...
Sekjen FKMTI: Pengusutan kasus mafia tanah jangan sampai `masuk angin`
Senin, 01 Maret 2021 - 16:05 WIB
Prihatin terhadap nasib wong cilik  yang tanahnya hilang akibat dirampas para mafia tanah, Forum Ko...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV