MemoRI 21 Januari
21 Januari 1942: Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
21 Januari 1942: Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda
Pesawat pembom Jepabg selama Perang Dunia II-wikipedia

Elshinta.com - Pesawat Catalina milik Belanda yang sedang melintas di perairan Alalak, Sungai Barito, Banjarmasin, berhasil ditembak Jepang yang sekaligus jadi penanda serangan pasukan negeri matahari terbit pada Belanda di Kalimantan Selatan.

Tak banyak literasi yang menceritakan kejadian jatuhnya pesawat Belanda yang ditembak oleh Jepang itu, namun latar belakang perseteruan antarnegara ini sangat masuk di akal.

Dimulai sejak Mei 1940 awal Perang Dunia II saat Belanda dikalahkan Jerman, ekspor ke Jepang dialihkan ke Amerika dan Inggris.

Pada Juni 1941 negoisasi dengan Jepang yang dilakukan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat, dengan hasil negoisasi gagal.

Sekitar pertengahan 1941 Jepang melihat strategi kemenangan mereka adalah dengan cara menyikat sekaligus Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda, lalu akan mendapat sumber daya alam di Asia Tenggara.

Apalagi Amerika sudah melakukan embargo minyak yang sangat dibutuhkan Jepang untuk keperluan perang, menang perang menjadi satu keharusan. 

Admiral Isoroku Yamamoto, Panglima Angkatan Laut Jepang, memakai strategi perang yang terbilang berani, Ia mengerahkan semua kekuatan armadanya untuk dua operasi besar.

Seluruh potensi Angkatan Laut Jepang dikeluarkan, terdiri dari 6 kapal induk (pengangkut pesawat tempur), 10 kapal perang, 18 kapal penjelajah berat, 20 kapal penjelajah ringan, 4 kapal pengangkut perlengkapan, 112 kapal perusak, 65 kapal selam serta 2.274 pesawat tempur.

Kekuatan pertama, yaitu 6 kapal induk, 2 kapal perang, 11 kapal perusak serta lebih dari 1.400 pesawat tempur, akan menyerang secara mendadak basis Armada Pasifik Amerika Serikat di Pearl Harbor di kepulauan Hawaii pada 7 Desember 1941,

Sementara kekuatan kedua --sisa kekuatan Angkatan Laut yang mereka punya-- akan mendukung Angkatan Darat dalam Operasi Selatan, yakni penyerangan ke Filipina, Malaysia/Singapura dan dilanjut ke Jawa.

Kekuatan yang dikerahkan Jepang ke Asia Tenggara adalah 11 Divisi Infantri yang didukung oleh 7 resimen tank serta 795 pesawat tempur.

Seluruh operasi direncanakan selesai dalam 150 hari. Admiral Chuichi Nagumo yang ditugasi memimpin armada menyerang Pearl Harbor.

Pada 7 Desember 1941 Pengeboman Pearl Harbor berhasil menghancurkan 188 pesawat dan merusak delapan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat.

Selama dua jam pengeboman, 2.402 orang Amerika tewas dan 1.283 lainnya luka-luka. Namun tiga kapal induk Amerika aman, karena waktu itu tidak lagi ada di Pearl Harbor.

Sehari kemudian, 8 Desember 1941 Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. Namun tiga hari kemudian Jerman menyatakan perang pada Amerika, yang membuat Amerika yang tergabung pada Sekutu terlibat pertempuran di Eropa dan juga Asia Pasifik.

Perang Pasifik memberikan pengaruh yang besar pada kemerdekaan negara-negara di Asia Timur termasuk Indonesia.

Tujuan Jepang menyerang Hindia Belanda tentu saja mau menguasai sumber-sumber minyak. Jepang butuh minyak yang banyak untuk mendukung kebutuhan perang selain untuk keperluan industri.

Rencananya, Jawa dijadikan pusat peyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan pulau Sumatera sebagai sumber penghasil minyak.  (sumber: wikipedia)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
24 Februari 1966: Aksi mahasiswa berujung tertembaknya Arif Rahman Hakim 
Rabu, 24 Februari 2021 - 06:12 WIB
Pada tanggal 24 Februari 1966, tepat hari ini 55 tahun lalu. Berbagai kelompok mahasiswa memblokir j...
23 Februari 2018: Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung dilanda banjir
Selasa, 23 Februari 2021 - 06:14 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Bandung raya beberapa hari terakhir membuat ...
22 Februari 2013: KPK tetapkan Anas Urbaningrum tersanka Hambalang
Senin, 22 Februari 2021 - 06:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebaga...
21 Februari 1949: Akhir hayat Tan Malaka, tewas dieksekusi
Minggu, 21 Februari 2021 - 06:11 WIB
Salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka, mati secara tragis di tangan bangsanya send...
20 Februari 2015: Bus rombongan pengajian terguling, belasan orang tewas
Sabtu, 20 Februari 2021 - 06:11 WIB
Kecelakaan tunggal berujung maut terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat 20 Februari 2015. Sebu...
19 Februari 2020: Napi terorisme jaringan Santoso bebas
Jumat, 19 Februari 2021 - 06:13 WIB
Seorang narapidana kasus terorisme (Napiter) bernama Setiawan Hadi Putra alias Ijul (36) dinyatakan ...
18 Februari 2001: Konflik Sampit pecah
Kamis, 18 Februari 2021 - 06:07 WIB
20 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 18 Februari 2001, konflik Sampit pecah. Ini adalah tragedi berd...
17 Februari 1674: Gempa dan tsunami landa Ambon, ribuan orang tewas
Rabu, 17 Februari 2021 - 06:14 WIB
Pada 346 tahun yang lalu, gempabumi mengguncang Ambon dan sekitarnya malam tanggal 17 Februari 1674....
15 Februari: Hari Kanker Anak Sedunia
Senin, 15 Februari 2021 - 06:13 WIB
Tahukah anda, pada setiap tahun tepat di tanggal 15 Februari diperingati Hari Kanker Anak Sedunia. M...
13 Februari 1946: Hari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia
Sabtu, 13 Februari 2021 - 06:11 WIB
Hari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia diperingati setiap tanggal 13 Februari. Yang juga merupakan ta...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV