KPK turut sita empat mobil dan tanah kasus korupsi pengadaan CSRT
Elshinta
Rabu, 20 Januari 2021 - 19:30 WIB |
KPK turut sita empat mobil dan tanah kasus korupsi pengadaan CSRT
Dari kiri-kanan. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (20/2/2021). foto Humas KPK

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita empat unit mobil serta tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dari kasus korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) pada Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun 2015.

"Ada empat buah mobil lalu ada tanah dan bangunan yang berada di kawasan Jakarta Selatan," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Selain itu, kata dia, KPK juga telah menyita beberapa dokumen, tiga unit telepon seluler, laptop, dan barang bukti elektronik lainnya.

KPK baru saja menetapkan dua tersangka dalam kasus itu, yaitu mantan Kepala BIG 2014-2016 Priyadi Kardono (PRK) dan mantan Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara (Kapusfatekgan) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun 2013-2015 Muchamad Muchlis (MUM).

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto yang turut hadir saat jumpa pers itu mengungkapkan lembaganya sebenarnya juga telah menetapkan tersangka lainnya yang berdasarkan informasi tidak menghadiri panggilan KPK hari ini sehingga belum diumumkan.

"Kenapa kok baru pihak istilahnya dari pemerintah atau badan yang menjadi tersangka, sebenarnya tidak. Masih ada tersangka lain yang seharusnya menurut jadwal panggilan harusnya hadir, tetapi hari ini belum hadir, ya nyusul (diumumkan)," ungkap Karyoto.

Diduga dalam proyek itu telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar sejumlah Rp179,1 miliar.

Dalam konstruksi perkara dijelaskan bahwa pada 2015, BIG melaksanakan kerja sama dengan LAPAN dalam Pengadaan CSRT.

Sejak awal proses perencanaan dan penganggaran pengadaan tersebut, kata Lili, Priyadi dan Muchlis diduga telah bersepakat untuk merekayasa yang bertentangan dengan aturan pengadaan barang dan jasa yang ditentukan oleh pemerintah.

"Sebelum proyek mulai berjalan telah diadakan beberapa pertemuan dan koordinasi yang intensif dengan pihak-pihak tertentu di LAPAN dan perusahaan calon rekanan yang telah di tentukan sebelumnya, yaitu PT AIP (Ametis Indogeo Prakarsa) dan PT BP (Bhumi Prasaja) untuk membahas persiapan pengadaan CSRT," ungkap Lili.

Atas perintah para tersangka, ia mengatakan penyusunan berbagai dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai dasar pelaksanaan CSRT langsung melibatkan PT AIP dan PT BP agar "mengunci" spesifikasi dari peralatan CSRT tersebut.

"Untuk proses pembayaran kepada pihak rekanan, para tersangka juga diduga memerintahkan para stafnya untuk melakukan pembayaran setiap termin tanpa dilengkapi dokumen administrasi serah terima dan proses "Quality Control" (QC)," ujar Lili.

Atas perbuatannya, dua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapolda instruksikan personelnya tidak tebang pilih kasus
Minggu, 07 Maret 2021 - 10:50 WIB
Kapolda Maluku Utara (Malut) Irjen Pol Risyapudin Nursin menginstruksikan seluruh personel-nya di ja...
12 napi Tanjung Pandan dipindahkan di pulau Bangka
Minggu, 07 Maret 2021 - 10:35 WIB
Sebanyak 12 narapidana Lapas Kelas II B Tanjung Pandan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka...
Polisi tangkap tiga petugas KPK gadungan di Nias Sumut
Sabtu, 06 Maret 2021 - 22:18 WIB
Pihak kepolisian membekuk tiga orang petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan yang kerap ...
BNN Sultra edukasi pelajar di Kendari dari bahaya narkoba
Sabtu, 06 Maret 2021 - 15:36 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengedukasi puluhan pelajar SMKN 3 Kendari...
Kejagung blokir aset tanah 7 tersangka Asabri di sejumlah wilayah
Sabtu, 06 Maret 2021 - 11:27 WIB
Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung membl...
Pengacara Nurhadi sebut tuntutan jaksa KPK Zalim
Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:47 WIB
Tim pengacara mantan Sekretaris Mahakamah Agung (MA) Nurhadi mengatakan tuntutan jaksa KPK ke Nurhad...
Polres Manggarai Barat mulai penyelidikan kebakaran Pasar Lembor
Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:34 WIB
Kapolres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, AKBP Bambang Hari Wibowo mengatakan penyidik Kepolisi...
Polisi di Cianjur temukan dua orang lansia meninggal di dalam rumah
Jumat, 05 Maret 2021 - 23:38 WIB
Polisi menemukan dua orang lanjut usia (lansia) warga Kelurahan Solopandan, Kecamatan Cianjur, Jawa ...
Polres Banjarnegara berhasil ungkap kasus pembuangan bayi
Jumat, 05 Maret 2021 - 23:27 WIB
Kepolisian Resor Banjarnegara, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di sekitar Sun...
KPK perpanjang penahanan Juliari Batubara selama 30 hari
Jumat, 05 Maret 2021 - 22:54 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan selama 30 hari untuk dua tersangka k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV