India mulai ekspor vaksin COVID-19 dengan pengiriman pertama ke Bhutan
Elshinta
Rabu, 20 Januari 2021 - 19:26 WIB |
India mulai ekspor vaksin COVID-19 dengan pengiriman pertama ke Bhutan
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - India mulai mengekspor vaksin COVID-19 pada Rabu dengan pengiriman ke negara tetangga, Bhutan, saat negara yang disebut `apotek dunia` itu berupaya meningkatkan diplomasi vaksin.

Banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah mengandalkan India, pembuat vaksin terbesar di dunia, untuk persediaan guna memulai program imunisasi COVID-19 dan mengakhiri wabah.

"Pengiriman pertama berangkat ke Bhutan! India mulai memasok vaksin COVID ke negara tetangga dan mitra utamanya," cuit Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Anurag Srivastava di Twitter.

Kementerian Luar Negeri India pada Selasa (19/1) menyatakan bahwa "pasokan di bawah bantuan hibah" akan dikirim ke Maladewa, Bangladesh, Nepal, Myanmar, dan Seychelles, sementara Sri Lanka, Afghanistan, dan Mauritius menunggu izin peraturan untuk menerima vaksin.

India mengesahkan dua vaksin bulan ini untuk penggunaan darurat, satu berlisensi dari Universitas Oxford dan AstraZeneca dan satu lagi dikembangkan di dalam negeri oleh Bharat Biotech dalam kemitraan dengan Dewan Riset Medis India. Keduanya diproduksi secara lokal.

Sedikitnya dua vaksin lain diharapkan akan disahkan oleh India dalam beberapa bulan mendatang. India pada awalnya hanya akan mengirimkan vaksin AstraZeneca, yang dibuat oleh Serum Institute of India, pembuat vaksin terbesar di dunia, yang memberi nama suntikan itu sebagai COVISHIELD.

Bangladesh mengatakan akan menerima hadiah dua juta dosis COVISHIELD pada Kamis (21/1). Negara berpenduduk lebih dari 160 juta itu belum memulai program vaksinasi dan telah memesan 30 juta dosis suntikan lainnya.(Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perguruan tinggi Indonesia, Inggris sepakati MoU riset UKICIS
Kamis, 25 Februari 2021 - 22:41 WIB
Sejumlah perguruan tinggi Indonesia dan Inggris menandatangani nota kesepahaman (MoU), Kamis, terkai...
UMKM Korea Selatan berikan bantuan masker untuk WNI
Kamis, 25 Februari 2021 - 21:23 WIB
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Korea Selatan Namyoung Global memberikan bantuan masker keseha...
China bantah wajibkan diplomat AS lakukan tes anal deteksi COVID
Kamis, 25 Februari 2021 - 20:37 WIB
Kementerian Luar Negeri China membantah bahwa diplomat Amerika Serikat (AS) di negara itu diminta un...
Riset Skotlandia: Vaksin COVID kurangi risiko penyakit parah
Selasa, 23 Februari 2021 - 18:27 WIB
Kampanye vaksinasi Skotlandia secara nyata mengurangi risiko rawat inap COVID-19, menunjukkan bahwa ...
Emas melonjak 31 dolar, kembali bertengger di atas level 1.800 dolar
Selasa, 23 Februari 2021 - 07:30 WIB
Emas terangkat hampir 1,75 persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencatat keuntunga...
Korea Selatan akan mulai gunakan vaksin Pfizer pada 27 Februari
Minggu, 21 Februari 2021 - 23:59 WIB
Korea Selatan akan mulai memberikan sebagian dari 117.000 dosis vaksin virus corona yang diproduksi ...
Prioritaskan vaksin bagi India, Serum Institute minta negara lain bersabar
Minggu, 21 Februari 2021 - 23:49 WIB
Serum Institute of India (SII), pembuat vaksin terbesar dunia berdasarkan volume, meminta pemerintah...
Swiss dapat periksa ulang kontrak vaksin COVID-19 AstraZeneca
Minggu, 21 Februari 2021 - 23:05 WIB
Swiss dapat meneruskan dosis vaksinasi AstraZeneca COVID-19 yang telah dipesan, meskipun negara itu ...
Gedung Putih akan gandeng Facebook dan Twitter atasi anti-vaksin
Sabtu, 20 Februari 2021 - 14:46 WIB
Gedung Putih mulai bekerja sama dengan penyelenggara media sosial, termasuk Facebook, Twitter dan Go...
Pemerintah Malaysia deportasi 160 Pekerja Migran Indonesia
Kamis, 18 Februari 2021 - 14:45 WIB
Pemerintah Malaysia deportasi dan repatriasi sebanyak 160 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pos...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV