Peneliti: Denah bangunan sederhana lebih tahan gempa
Elshinta
Selasa, 19 Januari 2021 - 18:45 WIB |
Peneliti: Denah bangunan sederhana lebih tahan gempa
Dokumen: Rumah cepat tahan gempa berbahan unplasticized poly vynil chloride (UPVC) dibangun di Ngawi, Jawa Timur, Jumat (27/9/2019). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Elshinta.com - Peneliti  Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Gandjar Pamudji, ST, MT mengingatkan bahwa denah bangunan yang sederhana, beraturan dan simetris akan lebih tahan guncangan gempa.

"Untuk membuat rumah tinggal menjadi tahan gempa perlu dipahami prinsip-prinsip dasarnya yang meliputi denah yang sederhana dan beraturan atau simetris," kata Gandjar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Unsoed tersebut menjelaskan bahwa denah yang sederhana, beraturan dan simetris akan memudahkan masyarakat untuk menentukan letak titik-titik kolom dan fondasi yang akan menjadi rangka struktur utama pada bangunan.

Selain itu, kata dia, bahan bangunan harus seringan mungkin dan perlu sistem konstruksi penahan beban yang memadai.

"Supaya suatu bangunan dapat menahan gempa, gaya gempa harus dapat disalurkan dari tiap-tiap elemen struktur kepada struktur utama penahan gaya horizontal yang kemudian memindahkan gaya-gaya ini ke fondasi dan ke tanah. Sangat penting bahwa struktur utama penahan gaya horizontal itu bersifat liat karena akan menghindari terjadinya keruntuhan yang bersifat tiba-tiba," katanya.

Dia mengatakan sebagian wilayah Indonesia merupakan daerah dengan tingkat kegempaan yang cukup tinggi sehingga diperlukan pemenuhan terhadap kaidah-kaidah perencanaan dan pelaksanaan sistem struktur tahan gempa pada setiap bangunan yang akan didirikan termasuk juga untuk rumah tinggal.

"Namun dalam kenyataannya kaidah-kaidah perencanaan atau pelaksanaan struktur bangunan tahan gempa tersebut masih perlu terus dioptimalkan," katanya.

Sementara itu pakar rekayasa struktur dari Unsoed lainnya, Yanuar Haryanto, ST, M Eng menambahkan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat kegempaan yang cukup tinggi harus melakukan upaya mitigasi dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dan menurunkan kerentanan. Yaitu kerentanan akibat kualitas hunian yang buruk.

"Membangun rumah antigempa sangat tidak ekonomis sehingga lahirlah konsep rumah tahan gempa yang diharapkan dapat menurunkan kerentanan akibat gempa, sehingga kerusakan bangunan akibat gempa tidak sampai mengakibatkan korban jiwa," katanya.

Dosen jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirman bidang keahlian rekayasa struktur spesialisasi rekayasa kegempaan dan perbaikan/perkuatan struktur itu mengatakan taraf keamanan minimun untuk bangunan gedung dan rumah tinggal yang termasuk dalam kategori bangunan tahan gempa pertama adalah bila terkena gempa bumi yang lemah maka bangunan tidak mengalami kerusakan sama sekali.

Kedua, bila terkena gempa bumi skala sedang maka bangunan boleh rusak pada elemen-elemen non-struktural tapi tidak boleh rusak pada elemen struktur.

Sementara yang ketiga, bila terkena gempa bumi yang sangat kuat, bangunan tersebut tidak boleh runtuh baik sebagian atau seluruhnya.
Selain itu bangunan tersebut tidak boleh mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

"Bangunan tersebut boleh mengalami kerusakan tetapi kerusakan tersebut harus dapat diperbaiki dengan cepat sehingga dapat berfungsi kembali," katanya.

Sebelumnya dia juga mengatakan bahwa sruktur bangunan sederhana dan simetris dapat menahan gaya gempa yang lebih baik dari pada bangunan dengan bentuk yang tidak beraturan karena gaya gempa yang terjadi dapat terdistribusi secara merata ke semua elemen struktur.

Dia mengatakan besarnya gaya gempa yang diterima sebuah bangunan berbanding lurus dengan berat bangunan itu sendiri.

"Itu sebabnya penting untuk membuat bangunan menjadi lebih ringan dengan menggunakan bahan bangunan yang ringan. Hunian tradisional Indonesia ternyata dirancang tahan gempa nenek moyang kita. Pemakaian struktur kayu dan bambu dengan atap memakai rumbia atau ijuk terbukti dapat bertahan ketika ada goncangan gempa," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
75 purnawirawan dikirim Kodim 0726 Sukoharjo ikut vaksin Covid-19
Selasa, 09 Maret 2021 - 15:23 WIB
Kodim 0726 Sukoharjo, Jawa Tengah mengirimkan 75 orang purnawirawan mengikuti vaksinasi Covid-19 di ...
Sambut HUT Ke-71 Kabupaten Subang, promosikan potensi dengan daring
Selasa, 09 Maret 2021 - 14:54 WIB
Menyambut hari jadi atau HUT ke-71 Kabupaten Subang, Jawa Barat, Komunitas Pandu Digital siap menja...
GP Ansor dan Aice Group bersama KSP bantu pencegahan Covid-19
Selasa, 09 Maret 2021 - 14:36 WIB
Penjabat ( Pj ) Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA mengapresiasi kontribusi Gerakan Pemuda Ans...
Program KSC, Jogo Tonggo dan PPKM Mikro tekan penyebaran Covid-19
Selasa, 09 Maret 2021 - 14:24 WIB
Program Kampung Siaga Candi (KSC), Jogo tonggo dan PPKM Mikro merupakan satu kesatuan yang bertujuan...
 Bupati Boyolali minta seluruh camat turunkan angka kemiskinan
Selasa, 09 Maret 2021 - 13:36 WIB
Bupati Boyolali Muhamad Said Hidayat bersama wakil Bupati Wahyu Irawan mengadakan pertemuan dengan 2...
Lansia di Cilacap mulai jalani vaksinasi Covid-19
Selasa, 09 Maret 2021 - 13:27 WIB
Vaksinasi terhadap Lansia usia 59 ke atas dilakukan pada hari ini, Senin (8/3). Kegiatan ini dilakuk...
Aparat TNI Cilacap Utara dampingi tracking contact warganya yang terkonfirmasi Covid-19
Selasa, 09 Maret 2021 - 13:11 WIB
Pendampingan `tracking contact` terus dilakukan oleh aparat TNI jajaran Kodim 0703/Cilacap menyusul ...
Dinkes Tangerang jemput bola vaksinasi Covid-19 untuk lansia
Selasa, 09 Maret 2021 - 12:26 WIB
Pelayanan terpadu atau Pos Windu dan system jemput bola dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangeran...
Cegah Covid-19, aparat gabungan lereng Merapi gencarkan operasi yustisi 
Selasa, 09 Maret 2021 - 11:46 WIB
Aparat gabungan, polsek dan Koramil di lereng Merapi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah hingga saat i...
11.000 petugas publik di Kabupaten Tangerang tunggu divaksin
Selasa, 09 Maret 2021 - 11:37 WIB
Sebanyak 11 ribu petugas publik di Kabupaten Tangerang, Banten masih menunggu proses pelayanan penyu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV