Takut ditinggalkan pengguna, WhatsApp tunda rencana kebijakan privasi
Elshinta
Sabtu, 16 Januari 2021 - 14:17 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Takut ditinggalkan pengguna, WhatsApp tunda rencana kebijakan privasi
logo whatsapp-static.independent.co.u

Elshinta.com - WhatsApp akhirnya menunda rencana kebijakan privasi barunya, Tadinya kebijakan itu akan diberlakukan 8 Februari ini.

Keputusan pembatalan ini dipicu dari kebingungan para penggunanya. Apakah WhatsApp akan menggabungkan data pribadi mereka dengan facebook.

Pihak WhatsApp pun menegaskan bahwa kebijakan tidak akan berpengaruh pada chat pengguna, bahkan berulang-ulang mereka menyebut hal itu sebagai sesuatu yang pribadi yang tak mungkin disebar di facebook atau pun platform lainnya.  

Mereka juga menerangkan jika kebijakan privasi pengguna hanya akan berpengaruh pada WhatsApp bisnis. “Maksud dari pembaruan ini adalah menyampaikan ke pengguna bahwa pesan dengan bisnis di WhatsApp dapat disimpan di server facebook, yang mengharuskan pembagian data antara kedua perusahaan," seperti dilaporkan The Verge.

WhatsApp akan menunda selama 3 bulan untuk mengkomunikasikan rencana kebijakan privasi mereka kepada para pengguna dengan lebih baik lagi. Khususnya chatting pribadi, lokasi hingga konten sensitif.

"Kami sekarang mundur ke tanggal di mana orang akan diminta untuk meninjau dan menerima persyaratan," papar WhatsApp di blog mereka.

WhatsApp berharap dengan adanya tambahan waktu, mereka akan terbantu untuk menangani kebingungan di kalangan pengguna.

Mereka menyebut akan meningkatkan komunikasi pada pengguna, apa saja yang sebenarnya berubah dari kebijakan tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bitcoin berada di `titik kritis` seiring lonjakkan harganya
Selasa, 02 Maret 2021 - 10:16 WIB
Bitcoin naik hampir tujuh persen pada Senin (1/3/2021) ketika aset-aset berisiko menguat setelah pen...
Orangutan yang terancam punah lahir di KB New Orleans
Selasa, 02 Maret 2021 - 09:21 WIB
Seekor orangutan Sumatra yang terancam punah lahir di New Orleans sebagai kejutan menggembirakan bag...
RI-Jepang perkuat kerja sama industri
Minggu, 28 Februari 2021 - 18:29 WIB
Indonesia dan Jepang terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif, khususnya di ...
Kepolisian Indonesia, Turki sepakat kuatkan kapasitas bersama
Minggu, 28 Februari 2021 - 18:18 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri ) dan Kepolisian Nasional Turki sepakat menguatkan kapasitas be...
Tiga orang tewas ditembak di ibu kota Pakistan
Minggu, 28 Februari 2021 - 15:27 WIB
Kelompok bersenjata tak dikenal menembak mati tiga orang di pinggiran ibu kota Pakistan, Islamabad, ...
Puluhan pelajar Nigeria dibebaskan usai diculik kelompok bersenjata
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:16 WIB
Kelompok bersenjata di Nigeria, Sabtu, membebaskan 27 remaja laki-laki yang diculik dari sekolah me...
Dubes ajak pengusaha Indonesia manfaatkan ruang promosi di China
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:05 WIB
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mengajak para pengusaha asal Indonesia memanfaatkan ru...
Iran sebut serangan AS di Suriah mendorong terorisme di kawasan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 21:14 WIB
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas milisi sokongan Iran di Sur...
Anak-anak Yaman lapar saat PBB berupaya hindari kelaparan lebih luas
Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:37 WIB
Mata Ahmadiya Juaidi terbelalak saat meneguk minuman nutrisi dari cangkir besar warna jingga, jari-...
CDC AS: Risiko Ebola menyebar ke Amerika sangat rendah
Sabtu, 27 Februari 2021 - 14:55 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka mengikuti s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV