MemoRI 07 Januari
7 Januari 1965: Malaysia masuk DK, Indonesia pilih keluar dari PBB
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
7 Januari 1965: Malaysia masuk DK, Indonesia pilih keluar dari PBB
Soekarno juga tidak puas terhadap PBB dalam menyelesaikan konflik-http://bit.ly/38hjTgl

Elshinta.com - Di masa pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia pernah keluar dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Salah satu yang jadi alasan kuat keputusan itu yakni seperti dikutip dari Sejarah Diplomasi di Indonesia (2018). Adanya  rencana pembentukan Negara Federasi Malaysia pada tahun 1961.

Malaysia direncanakan terbentuk dari Persekutuan Tanah Melayu, Singapura, Sarawak, Brunei, dan Sabah. Namun rencana ini ditentang oleh Soekarno.

Soekarno menilai pembentukan Negara Federasi Malaysia hanya proyek neokolonialisme Inggris. Sejak pertengahan abad ke-18, tanah Malaya dikuasai Inggris.

Pada 8 Februari 1956, Inggris memutuskan memberi kemerdekaan pada Malaysia. Soekarno khawatir Malaya akan jadi pangkalan militer Barat di Asia Tenggara. Soekarno menganggap hal itu bisa mengganggu stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Tak hanya Indonesia, Filipina juga tidak setuju berdirinya Negara Federasi Malaysia. Filipina bahkan mengklaim Sabah yang akan jadi bagian dari negara federasi itu kepunyaan Kesultanan Sulu yang disewakan pada Inggris.

Indonesia dan Filipina akhirnya berada pada posisi berseberangan dengan Malaysia dan Inggris, dan Soekarno memilih keluar PBB.

Sengketa ini berusaha diselesaikan lewat berbagai upaya diplomasi. Namun ketegangan di antara Malaysia dan Indonesia semakin memanas. Terutama setelah Malaysia menyatakan merdeka pada 16 September 1960.

Soekarno juga tidak puas terhadap PBB dalam menyelesaikan konflik, menjadi pendorong Indonesia keluar dari PBB.

Pada 1 Desember 1964, wakil Indonesia di PBB menyampaikan pernyataan keras kepada Sekretaris Jenderal PBB U Thant, Indonesia ingin:

  • Para anggota PBB tidak mendukung Malaysia ke dalam anggota Dewan Keamanan PBB.
  • Para anggota PBB akan memilih tetap tinggalnya Indonesia dalam PBB dari pada masuknya Malaysia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB.
  • Memperingatkan PBB bahwa Indonesia sungguh-sungguh dalam melaksanakan niatnya.

Keinginan Indonesia itu tidak membuahkan hasil. Pada 7 Januari 1965, Malaysia diterima sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Soekarno pun memutuskan keluar dari PBB. Soekarno menceritakan keinginannya itu sempat ditentang oleh pemerintah-pemerintah dari negara lain.

"Saya terhadap kepada permintaan-permintaan untuk to reconsider itu tadi, saya berkata banyak terima kasih, banyak terima kasih atas nasehat tuan-tuan, tetapi keputusan saya adalah tetap," kata Soekarno seperti dikutip dari Bung Karno: Masalah Pertahanan-Keamanan (2010).

Lewat surat Menteri Luar Negeri Subandrio, Indonesia keluar dari PBB sejak tanggal 1 Januari 1965.

Hal itu disampaikan lewat surat jawabannya pada tanggal 6 Januari 1965. Dalam surat itu disertakan jaminan bahwa Indonesia akan tetap setia pada prinsip-prinsip kerja sama internasional seperti tercantum dalam piagam PBB.

Indonesia menjadi negara pertama dan satu-satunya yang pernah keluar dari PBB. (berbagai sumber)
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
28 Februari 2019: Gempa Solok, ratusan rumah rusak
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:11 WIB
Gempa bumi mengguncang Solok Selatan dengan magnitudo 5,6. yang terjadi pada Kamis pagi, 28 Februari...
27 Februari 2013: Bus rombongan peziarah hantam tebing di Ciloto
Sabtu, 27 Februari 2021 - 06:12 WIB
Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur. Kali ini kecelakaan terjadi pada sebua...
26 Februari 2019: Indonesia juara Piala AFF U-22
Jumat, 26 Februari 2021 - 06:10 WIB
Tim Nasional Indonesia U-22 berhasil menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Usai mengalahkan Thailand de...
25 Februari 2020: Dampak banjir, motor boleh lewat jalan tol
Kamis, 25 Februari 2021 - 06:11 WIB
Imbas dari hujan intensitas tinggi yang terjadi di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, da...
24 Februari 1966: Aksi mahasiswa berujung tertembaknya Arif Rahman Hakim 
Rabu, 24 Februari 2021 - 06:12 WIB
Pada tanggal 24 Februari 1966, tepat hari ini 55 tahun lalu. Berbagai kelompok mahasiswa memblokir j...
23 Februari 2018: Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung dilanda banjir
Selasa, 23 Februari 2021 - 06:14 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Bandung raya beberapa hari terakhir membuat ...
22 Februari 2013: KPK tetapkan Anas Urbaningrum tersanka Hambalang
Senin, 22 Februari 2021 - 06:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebaga...
21 Februari 1949: Akhir hayat Tan Malaka, tewas dieksekusi
Minggu, 21 Februari 2021 - 06:11 WIB
Salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka, mati secara tragis di tangan bangsanya send...
20 Februari 2015: Bus rombongan pengajian terguling, belasan orang tewas
Sabtu, 20 Februari 2021 - 06:11 WIB
Kecelakaan tunggal berujung maut terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat 20 Februari 2015. Sebu...
19 Februari 2020: Napi terorisme jaringan Santoso bebas
Jumat, 19 Februari 2021 - 06:13 WIB
Seorang narapidana kasus terorisme (Napiter) bernama Setiawan Hadi Putra alias Ijul (36) dinyatakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV