BPOM: Hasil uji vaksin COVID-19 cukup aman
Elshinta
Selasa, 05 Januari 2021 - 17:57 WIB |
BPOM: Hasil uji vaksin COVID-19 cukup aman
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah melakukan uji klinis terhadap vaksin Sinovac dan sudah memperoleh dua data setelah 2 bulan penyuntikan vaksin, yakni data immunogenitas dan efikasi yang menyatakan bahwa vaksin cukup aman.

"Dari data keamanan, vaksin ini sudah cukup aman. Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan vaksin ini," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, di Jakarta, Selasa (5/1).

Ia menjelaskan bahwa immunogenitas-nya juga sudah menunjukkan tingkat pembentukan antibodi yang bagus responsnya dalam tubuh

Hal tersebut disampaikannya dalam Alinea Forum bertajuk Kehalalan & Keamanan Vaksin COVID-19, Selasa. Dengan data itu bisa menepis keraguan masyarakat dalam menerima vaksin.

Saat ini, kata dia, BPOM masih menunggu sejumlah data uji klinis lainnya.

Lucia menyebutkan ada beberapa keuntungan yang diperoleh Indonesia dengan melakukan uji klinis, yakni mempunyai data uji klinis dan data pengalaman penggunaan di Indonesia.

Kendati demikian, BPOM membuka peluang memakai data hasil uji klinis sejumlah vaksin COVID-19 dari negara lain guna mempercepat program vaksinasi di Indonesia, asalkan syaratnya memiliki protokol uji klinis yang sama dengan Indonesia.

Menurut dia, sebenarnya tidak ada kewajiban melakukan uji klinis di dalam negeri sebelum menggunakan vaksin, apalagi bila ada negara tetangga yang sudah melakukan uji klinis sebelumnya.

Bahkan, kata dia, ada beberapa jenis vaksin yang telah digunakan di Indonesia, tanpa melalui uji klinis di Indonesia.

"Ingat, sudah banyak vaksin sebelum pandemi COVID-19, dan hanya sedikit yang melakukan uji klinis di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan bahwa vaksin influenza dan vaksin polio uji klinisnya tidak di Indonesia. Meski diproduksi di Bio Farma, uji klinisnya tidak dilakukan di Indonesia dan secara regulasi memungkinkan.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Muti Arintawati mengaku belum bisa menegaskan kehalalan vaksin Sinovac untuk menangkal COVID-19 karena masih ada informasi yang perlu dilengkapi.

Muti tidak membeberkan secara detail informasi yang dimaksud. Hanya kuantitasnya terbilang sedikit karena proses audit sudah rampung.

"Masih ada sedikit informasi yang harus dilengkapi sehingga tentunya kami tidak bisa kemudian memberikan kesimpulan. Kesimpulan halal tidaknya juga tidak ada di LPPOM, tetapi di Komisi Fatwa (MUI)," ujarnya.

LPPOM MUI memastikan tidak pasif dalam menerima informasi vaksin, tetapi secara intensif melakukan kajian yang dikerjakan auditor LPPOM MUI, seperti literatur, jurnal, dan keterangan pakar mengenai bahan baku vaksin juga digali.

"Kalau semua informasi sudah lengkap, MUI tetap menunggu keputusan dari BPOM tentang safety, tentang thoyyib tadi untuk memutuskan, kemudian apakah bisa dikeluarkan sertifikat halal atau tidak," katanya.

Sementara itu, Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) memutuskan membolehkan penggunaan vaksin COVID-19 buatan Sinovac meskipun belum mengetahui kandungan zat pada bahan pokok pembuatan vaksin tersebut.

"Statemen Kiai Wapres (Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin) menjadi pertimbangan kami untuk tidak melanjutkan pembahasan halal dan haramnya," kata Sekretaris LBM PBNU Sarmidi Husna.(Sik) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkes minta masyarakat yang ingin divaksin untuk bersabar
Rabu, 03 Maret 2021 - 15:47 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat yang ingin segera mendapatkan vaksin untuk ...
Kiat menjaga diri dari varian baru corona B117 Kembali
Rabu, 03 Maret 2021 - 12:24 WIB
Otoritas kesehatan sekarang menghadapi rintangan besar baru seiring ditemukannya varian baru virus c...
4.621 pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran masih rawat inap
Rabu, 03 Maret 2021 - 10:36 WIB
Sebanyak 4.621 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kem...
Wamenkes: Mendiagnosa Covid-19 lebih dini mencegah kematian
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:33 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono menegaskan kunci keberhasilan Ind...
DKI Jakarta dorong komitmen pengelolaan sampah demi perkuat ekonomi
Selasa, 02 Maret 2021 - 22:18 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengelola sampah sebaik mungkin demi mendorong pertum...
DKI Jakarta gandeng pihak swasta kembangkan Bank Sampah Induk
Selasa, 02 Maret 2021 - 15:32 WIB
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada Selasa, menandatangani kesepakatan Bank Sampah Induk dengan ...
Ketua YKI: Deteksi dini kunci turunkan kanker bukan pengobatan canggih
Minggu, 28 Februari 2021 - 21:29 WIB
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono mengatakan, kunci untuk menuru...
Menkes bersyukur Indonesia dapat empat vaksin COVID-19
Minggu, 28 Februari 2021 - 13:36 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersyukur pemerintah Indonesia bisa mendapatkan empat jenis v...
Bidan Delima Kabupaten Magelang ikuti pembinaan pelayanan di tengah pandemi
Minggu, 28 Februari 2021 - 11:10 WIB
Sebanyak 50 bidan delima di Kabupaten Magelang,  mengikuti pembinaan pelayanan mereka,  terhadap i...
Vaksinasi massal di Malioboro, masih banyak tukang becak dan pedagang belum terdata
Minggu, 28 Februari 2021 - 09:48 WIB
Vaksinasi COVID-19 tahap kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menyasar warga di Malioboro....
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV