Dalam pesan Natal, Paus Fransiskus minta negara-negara berbagi vaksin
Elshinta
Sabtu, 26 Desember 2020 - 16:30 WIB |
Dalam pesan Natal, Paus Fransiskus minta negara-negara berbagi vaksin
Paus Fransiskus merayakan misa Malam Natal dengan kehadiran hanya beberapa anggota umat yang dapat berpartisipasi karena peraturan pembatasan terkait COVID-19, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, (24/12/2020). ANTARA FOTO/Vatican Media / Handout melalui REUTERS/aww.

Elshinta.com - Paus Fransiskus dalam pesan Natalnya pada Juma (25/12)t meminta para pemimpin politik dan bisnis untuk membuat vaksin COVID-19 tersedia untuk semua. Ia mengutuk nasionalisme dan "virus individualisme radikal".

Paus Fransiskus menyampaikan pesan tradisional "Urbi et Orbi" (ke kota dan dunia) secara virtual dari sebuah mimbar di dalam Vatikan --alih-alih dari balkon pusat Basilika Santo Petrus di hadapan puluhan ribu orang.

Pandemi dan dampak sosial dan ekonominya mendominasi pesan tersebut, yang  di dalamnya Paus Fransiskus menyerukan persatuan global dan bantuan bagi negara-negara yang menderita konflik dan krisis kemanusiaan.

"Saat ini dalam sejarah, yang ditandai dengan krisis ekologi dan ketidakseimbangan ekonomi dan sosial yang parah yang hanya diperburuk oleh pandemi virus corona, semakin penting bagi kita untuk saling mengakui sebagai saudara," katanya.

Sambil menekankan bahwa kesehatan adalah masalah internasional, Paus tampaknya mengkritik apa yang disebut 'nasionalisme vaksin', yang dikhawatirkan para pejabat PBB akan memperburuk pandemi jika negara-negara miskin menerima vaksin terakhir.

"Saya mohon kepada semua orang, kepala negara, perusahaan dan organisasi internasional untuk  mendorong kerja sama dan bukan persaingan, untuk menemukan solusi bagi semua orang --vaksin untuk semu-- terutama bagi yang paling rentan dan membutuhkan di semua wilayah di planet ini," katanya.

"Yang paling rentan dan membutuhkan harus menjadi yang pertama," katanya, di Aula Doa Vatikan, dengan dihadiri hanya sekitar 50 anggota staf Vatikan yang mengenakan masker dan duduk di sepanjang dinding.

Individualisme radikal
"Kita tidak bisa menempatkan diri kita di depan orang lain, menempatkan kekuatan pasar dan hukum paten di atas hukum cinta dan kesehatan kemanusiaan," katanya. "Kita tidak bisa membiarkan nasionalisme tertutup menghalangi kita untuk hidup seperti keluarga manusia sejati seperti kita."

Paus Fransiskus juga mengkritik orang-orang yang menolak memakai masker karena dianggap melanggar kebebasan mereka --sikap yang telah meluas di negara-negara seperti Amerika Serikat.

"Dan kita juga tidak dapat membiarkan virus individualisme radikal menang dan membuat kita acuh tak acuh terhadap penderitaan saudara-saudara lainnya," katanya.

Penduduk Italia berada di bawah penguncian nasional untuk sebagian besar masa liburan Natal dan Tahun Baru.

Pembatasan membuat warga tidak dapat pergi ke Lapangan Santo Petrus atau basilika untuk mengikuti acara bersama Paus Fransiskus, yang semuanya telah dipindahkan ke dalam ruangan.

Natal di atas segalanya adalah waktu untuk membantu orang lain karena Yesus sendiri terlahir sebagai orang buangan yang miskin, kata Paus Fransiskus pada Kamis (24/12) malam pada Misa Malam Natal, yang dimulai dua jam lebih awal sehingga beberapa peserta bisa pulang tepat waktu sebelum jam 22.00.

"Semoga Anak Betlehem membantu kita, kemudian, menjadi murah hati, mendukung dan membantu, terutama terhadap mereka yang rentan, orang sakit, mereka yang menganggur atau mengalami kesulitan karena efek ekonomi dari pandemi, dan wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga selama bulan-bulan penguncian ini, "katanya dalam pidatonya hari Jumat.

Dia kemudian menyerukan perdamaian dan rekonsiliasi di Suriah, Yaman, Libya, Nagorno-Karabakh, Sudan Selatan, Nigeria, Kamerun dan Irak, yang akan dia kunjungi pada awal Maret.

Dia juga meminta semua orang membantu mereka yang menderita krisis kemanusiaan atau bencana alam di Burkina Fasso, Mali, Niger, Filipina, dan Vietnam. Sumber: Reuters 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Keluarga anak sekolah di Inggris akan dites COVID-19 dua kali sepekan
Minggu, 28 Februari 2021 - 14:47 WIB
Seluruh keluarga di Inggris yang memiliki anak usia sekolah atau mahasiswa akan ditawari dua kali te...
Pangeran Harry dan Meghan Markle umumkan kehamilan anak kedua 
Senin, 15 Februari 2021 - 13:46 WIB
Kabar bahagia datang dari keluarga kerajaan Inggris. Pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle mengu...
Rusia tuntut orang dekat tokoh pengkritik Presiden Vladimir Putin
Jumat, 12 Februari 2021 - 20:52 WIB
Komite Penyelidikan di Rusia pada Kamis (11/2) menjatuhkan tuntutan hukum terhadap Lyubov Sobol, ora...
Lawan COVID, Belanda perpanjang pemberlakuan jam malam hingga 3 Maret
Selasa, 09 Februari 2021 - 13:24 WIB
Pemerintah Belanda akan memperpanjang masa pemberlakuan jam malam, yang dimaksudkan untuk memperlamb...
Inggris tawari Indonesia berkolaborasi melacak varian baru COVID
Sabtu, 30 Januari 2021 - 13:15 WIB
Inggris membuka kesempatan bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk berkolaborasi dalam me...
Italia minta Uni Eropa menindak Pfizer atas penundaan vaksin
Rabu, 27 Januari 2021 - 14:25 WIB
Pemerintah Italia pada Selasa (26/1) meminta Komisi Eropa agar mengambil tindakan terhadap Pfizer at...
Pasokan vaksin COVID-19 tertunda, Italia akan ambil langkah hukum
Senin, 25 Januari 2021 - 08:01 WIB
Italia akan menempuh jalur hukum terhadap Pfizer Inc dan AstraZeneca terkait penundaan pengiriman va...
Paus dijadwalkan kunjungi Irak pada Maret, kutuk serangan Baghdad
Jumat, 22 Januari 2021 - 12:40 WIB
Paus Fransiskus, yang dijadwalkan pada Maret mengunjungi Irak, pada Kamis (21/1) mengutuk serangan g...
Inggris berharap pertimbangkan pelonggaran penguncian pada Maret
Minggu, 17 Januari 2021 - 21:22 WIB
Pemerintah Inggris berharap dapat memenuhi target untuk meluncurkan vaksin COVID-19 dan mempertimban...
Menteri Jerman: Pembatasan COVID harus dilonggarkan bagi yang divaksin
Minggu, 17 Januari 2021 - 20:32 WIB
Orang-orang yang telah divaksin COVID-19 harus diizinkan pergi ke restoran dan bioskop lebih awal da...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV