Dolar AS tergelincir saat kesepakatan perdagangan Brexit kian dekat
Elshinta
Kamis, 24 Desember 2020 - 09:36 WIB |
Dolar AS tergelincir saat kesepakatan perdagangan Brexit kian dekat
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Dolar AS tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah naik selama tiga sesi berturut-turut, karena selera risiko meningkat di tengah ekspektasi kesepakatan perdagangan Brexit yang akan segera terjadi antara Inggris dan Uni Eropa.

Sterling dan euro menguat terhadap greenback setelah berita utama Brexit, begitu pula mata uang yang terkait dengan selera risiko yang lebih tinggi seperti dolar Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Inggris dan Uni Eropa tampaknya hampir mencapai kesepakatan perdagangan yang sulit pada Rabu (23/12/2020). Seorang wartawan Daily Mail Inggris mengatakan kesepakatan telah dilakukan, dan spekulasi beredar bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan membuat pengumuman pada Rabu (24/12) malam mengutip Antara.

Imbal hasil surat utang pemerintah AS naik setelah berita Brexit, sejalan dengan yang ada di Eropa dan Inggris.

Dalam perdagangan sore, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya melemah 0,1 persen menjadi 90,39.(Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perguruan tinggi Indonesia, Inggris sepakati MoU riset UKICIS
Kamis, 25 Februari 2021 - 22:41 WIB
Sejumlah perguruan tinggi Indonesia dan Inggris menandatangani nota kesepahaman (MoU), Kamis, terkai...
UMKM Korea Selatan berikan bantuan masker untuk WNI
Kamis, 25 Februari 2021 - 21:23 WIB
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Korea Selatan Namyoung Global memberikan bantuan masker keseha...
China bantah wajibkan diplomat AS lakukan tes anal deteksi COVID
Kamis, 25 Februari 2021 - 20:37 WIB
Kementerian Luar Negeri China membantah bahwa diplomat Amerika Serikat (AS) di negara itu diminta un...
Riset Skotlandia: Vaksin COVID kurangi risiko penyakit parah
Selasa, 23 Februari 2021 - 18:27 WIB
Kampanye vaksinasi Skotlandia secara nyata mengurangi risiko rawat inap COVID-19, menunjukkan bahwa ...
Emas melonjak 31 dolar, kembali bertengger di atas level 1.800 dolar
Selasa, 23 Februari 2021 - 07:30 WIB
Emas terangkat hampir 1,75 persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencatat keuntunga...
Korea Selatan akan mulai gunakan vaksin Pfizer pada 27 Februari
Minggu, 21 Februari 2021 - 23:59 WIB
Korea Selatan akan mulai memberikan sebagian dari 117.000 dosis vaksin virus corona yang diproduksi ...
Prioritaskan vaksin bagi India, Serum Institute minta negara lain bersabar
Minggu, 21 Februari 2021 - 23:49 WIB
Serum Institute of India (SII), pembuat vaksin terbesar dunia berdasarkan volume, meminta pemerintah...
Swiss dapat periksa ulang kontrak vaksin COVID-19 AstraZeneca
Minggu, 21 Februari 2021 - 23:05 WIB
Swiss dapat meneruskan dosis vaksinasi AstraZeneca COVID-19 yang telah dipesan, meskipun negara itu ...
Gedung Putih akan gandeng Facebook dan Twitter atasi anti-vaksin
Sabtu, 20 Februari 2021 - 14:46 WIB
Gedung Putih mulai bekerja sama dengan penyelenggara media sosial, termasuk Facebook, Twitter dan Go...
Pemerintah Malaysia deportasi 160 Pekerja Migran Indonesia
Kamis, 18 Februari 2021 - 14:45 WIB
Pemerintah Malaysia deportasi dan repatriasi sebanyak 160 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pos...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV