Penghuni panti werdha di Inggris tidak merayakan Natal akibat COVID-19
Elshinta
Rabu, 23 Desember 2020 - 21:22 WIB |
Penghuni panti werdha di Inggris tidak merayakan Natal akibat COVID-19
Tidak ada yang lebih dirindukan saat perayaan Natal selain momen berkumpul bersama seluruh keluarga juga tradisi bagi-bagi kado yang diletakkan di bawah pohon Natal terletak di pojok rumah. (ANTARA/Zeynita Gibbons)

Elshinta.com - Perayaan Hari Natal bagi keluarga di Inggris selalu dinanti-nantikan, termasuk para penghuni panti werdha yang biasa merayakan Natal dengan makan bersama dan menerima kado.

 “Saya sudah sampaikan kepada penghuni panti tahun ini kita tidak merayakan Natal bersama,” ujar Michale De Boarde, Sekretaris Manajer di salah satu panti werdha di kota kecil Walton on Naze, Essex kepada ANTARA London, Rabu.

Di panti werdha di Colchester, biasanya penghuni berkumpul untuk menikmati hidangan makan malam bersama, namun tahun ini terpaksa ditiadakan.

Pemerintah Inggris kembali menerapkan lockdown yang dibagi dalam empat kategori atau yang disebut dengan “tier” dan kota London berada di tier empat yang sangat darurat.

Perayaan Natal bagi keluarga di Inggris merupakan tradisi dimana setiap tahun seluruh keluarga besar berkumpul dan bersama-sama menikmati hidangan kalkun panggang serta kentang rebus dan kol mini yang dikenal dengan nama 'sprouts' dilumuri saus daging, menjadi hidangan utama yang biasa tersedia di meja keluarga Inggris.

Pesta perayaan Natal dilengkapi dengan "Christmas Crackers", semacam kertas bulat panjang yang berisi aneka pertanyaan lucu, lengkap dengan hadiahnya yang juga topi harus dipakai selama makan bersama.

Hidangan makan siang ditutup dengan Christmas Pudding yang terdiri atas buah buahan plus brendi dan secangkir kopi sambil mendengarkan pidato dari Ratu Inggris Elizabeth pada pukul tiga siang.

Bahkan para karyawan yang bekerja di London, menjelang Natal mengadakan acara Christmas Party dengan makan malan bersama di restoran ternama.

“Saya sedih tidak bisa berkumpul dengan teman-teman kantor merayakan Natal seperti tahun-tahun lalu,” ujar Nancy Ferguson, bekerja di penerbitan buku kesehatan ternama di kota London.
 

Sayangnya perayaan yang selalu ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Inggris harus ditunda dulu karena pemerintah Inggris melarang berkumpul sekalipun di rumah sendiri lebih dari dua keluarga.

"Padahal tidak ada yang lebih dirindukan saat perayaan Natal selain momen berkumpul bersama seluruh keluarga juga tradisi bagi-bagi kado yang tidak cukup cuman satu setiap anak bahkan mendapatkan hadiah beberapa kado yang dibungkus dengan rapi dan ditaruh di bawah pohon Natal terletak di pojok rumah," kata Nancy.

Begitu pun bagi keluarga kerajaan Inggris, tradisi perayaan Natal, akan tetap melakukan sejumlah tradisi yang sudah dijalani bertahun-tahun.

Tradisi yang biasa dilakukan Ratu Elizabeth II adalah berkunjung ke Gereja St Mary Magdalene di Sandrigham.

Ratu juga akan menyampaikan pidato Natal yang disiarkan televisi dan biasanya sudah di rekam beberapa hari sebelumnya.

Seperti kebanyakan masyarakat di seluruh dunia, Ratu Elizabeth II akan menjalani Natal lebih tenang dari biasanya karena diberlakukan sejumlah pembatasan untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Sementara Wati Halesworth perempuan Indonesia menikah dengan Steve yang menetap di Colchester mengaku sang mertua selalu merayakan Natal bersama mereka. “Sayangnya tahun ini kami tidak mengadakan acara makan siang bersama seperti layaknya tahun-tahun lalu,” ujar Wati dikaruniai dua putra.

Tahun ini perayaan Natal harus dibatalkan apalagi ditemukannya varian baru COVID-19 di Inggris serta diberlakukannya Tier-4 untuk wilayah London, South England dan Southeast England terhitung tanggal 20 Desember lalu.

Pemerintah Inggris akan berlakukan lockdown Tier 4 yang ketat, yakni, warga wajib tinggal di rumah, bekerja dari rumah (work from home), dan penutupan toko-toko non-essentials seperti salon, tempat hiburan indoor, restoran dan sebagainya.

KBRI London pun mengimbau kepada seluruh WNI yang ada di Inggris untuk selalu menjalankan protokol kesehatan serta mengikuti perkembangan situasi dan mematuhi peraturan Pemerintah dan kebijakan yang berlaku. Seperti tidak melakukan perjalanan nonessential dari dan ke daerah Tier 4.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Paus Fransiskus dengarkan pengalaman warga Irak saat diperintah ISIS
Minggu, 07 Maret 2021 - 23:36 WIB
Paus Fransiskus mendengarkan cerita penduduk Muslim dan Kristen di Mosul, Irak, saat mereka hidup di...
PM Johnson: Pembukaan kembali sekolah langkah menuju kenormalan
Minggu, 07 Maret 2021 - 09:19 WIB
Pembukaan kembali sekolah-sekolah di Inggris untuk semua siswa pada Senin akan menandai langkah pert...
Keluarga anak sekolah di Inggris akan dites COVID-19 dua kali sepekan
Minggu, 28 Februari 2021 - 14:47 WIB
Seluruh keluarga di Inggris yang memiliki anak usia sekolah atau mahasiswa akan ditawari dua kali te...
Pangeran Harry dan Meghan Markle umumkan kehamilan anak kedua 
Senin, 15 Februari 2021 - 13:46 WIB
Kabar bahagia datang dari keluarga kerajaan Inggris. Pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle mengu...
Rusia tuntut orang dekat tokoh pengkritik Presiden Vladimir Putin
Jumat, 12 Februari 2021 - 20:52 WIB
Komite Penyelidikan di Rusia pada Kamis (11/2) menjatuhkan tuntutan hukum terhadap Lyubov Sobol, ora...
Lawan COVID, Belanda perpanjang pemberlakuan jam malam hingga 3 Maret
Selasa, 09 Februari 2021 - 13:24 WIB
Pemerintah Belanda akan memperpanjang masa pemberlakuan jam malam, yang dimaksudkan untuk memperlamb...
Inggris tawari Indonesia berkolaborasi melacak varian baru COVID
Sabtu, 30 Januari 2021 - 13:15 WIB
Inggris membuka kesempatan bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk berkolaborasi dalam me...
Italia minta Uni Eropa menindak Pfizer atas penundaan vaksin
Rabu, 27 Januari 2021 - 14:25 WIB
Pemerintah Italia pada Selasa (26/1) meminta Komisi Eropa agar mengambil tindakan terhadap Pfizer at...
Pasokan vaksin COVID-19 tertunda, Italia akan ambil langkah hukum
Senin, 25 Januari 2021 - 08:01 WIB
Italia akan menempuh jalur hukum terhadap Pfizer Inc dan AstraZeneca terkait penundaan pengiriman va...
Paus dijadwalkan kunjungi Irak pada Maret, kutuk serangan Baghdad
Jumat, 22 Januari 2021 - 12:40 WIB
Paus Fransiskus, yang dijadwalkan pada Maret mengunjungi Irak, pada Kamis (21/1) mengutuk serangan g...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV