Resmikan PKSAI, Kota Pekalongan tunjukkan keseriusan dalam perlindungan anak
Elshinta
Kamis, 17 Desember 2020 - 12:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Resmikan PKSAI, Kota Pekalongan tunjukkan keseriusan dalam perlindungan anak
Walikota Pekalongan Saelany Machfudz memukul bedug sebagai tanda peresmian PKSAI Kota Pekalongan, Rabu (16/12). (Foto Yayasan Setara)

Elshinta.com - Langkah Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah untuk mengejar peringkat Nindya sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat nasional rupanya cukup serius. Komitmen ini dibuktikan dengan dibukanya layanan Unit Pelaksana Program Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (UP PKSAI) Kota Pekalongan yang akan bertugas melakukan penjangkauan kepada anak-anak rentan di Kota Pekalongan. 

Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz saat meresmikan UP PKSAI periode 2020-2023 mengatakan, berdirinya UP PKSAI ini diharapkan dapat semakin memudahkan pemerintah membangun mekanisme layanan terpadu bagi anak di tingkat masyarakat.

“UP PKSAI ini didirikan agar kami lebih mudah mengidentifikasi, serta menjangkau anak-anak yang rentan terhadap kekerasan, perlakuan salah, penelantaran dan eksploitasi, serta kemudian merujuk mereka ke pelayanan secara integratif,” kata Saelany Machfudz saat  launching UP-PKSAI Kota Pekalongan, Rabu (16/12) di alaman Kantor Dinas Sosial P2KB Kota Pekalongan.

Kota Pekalongan menurut Saelany Machfudz telah mendapatkan predikat Madya sebagai KLA, setelah sebelumnya Pratama. Ini semua dalam rangka untuk menciptakan anak-anak Pekalongan menjadi anak yang pintar berakhlakul kharimah. 

“Inilah harapan, mudah-mudahan sebagai generasi kita ke depan,” ujar Walikota Pekalongan menanggapi berdirinya UP PKSAI.

Dengan berdirinya UP PKSAI, Kota Pekalongan berarti memiliki dua lembaga yang khusus menangani masalah anak dan perempuan. Sejak tahun 2005, Pemkot Pekalongan telah memiliki Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak dan Remaja (LP PAR). Dan pada tahun 2020 ini UP PKSAI juga diresmikan berdampingan dengan LP PAR.

“Untuk itu, ke depan diharapkan ada sinergitas antara PKSAI dengan LP PAR, sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi harapannya saling sinergitas. Ini semuanya dalam rangka penanganan hak-hak anak di Kota Pekalongan,” terang Walikota seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Kamis (17/12).

Dalam laporannya di hadapan Walikota Pekalongan, pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial P2Kb Kota Pekalongan,  Budiyanto menjelaskan, kerentanan anak dapat ditentukan berdasarkan beberapa indikator, di antaranya tingkat kesejahteraan keluarga, kepemilikan identitas hukum atau status pencatatan kelahiran, status perkawinan (anak yang pernah menikah), anak dengan disabilitas, penyakit kronis, status pendidikan, pekerja anak, kapasitas pengasuhan orang tua/pengasuh, anak di luar pengasuhan keluarga, anak dari orang tua pekerja migran, hingga anak yang berhadapan dengan hukum

Dengan dukungan penuh dari Kementerian Sosial RI, UNICEF dan Yayasan Setara, Pemkot Pekalongan merasa sangat perlu mendirikan UP-PKSAI, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam menangani, mengurangi serta mencegah kasus-kasuh anak di Kota Pekalongan secara terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kiat orang tua buat konten edukatif untuk anak
Minggu, 21 Februari 2021 - 10:45 WIB
CEO HelloMotion sekaligus kreator konten dan animator asal Indonesia Wahyu Aditya membagikan sejumla...
Kementerian PPPA ingatkan tiga risiko kekerasan anak di ranah daring
Rabu, 10 Februari 2021 - 16:45 WIB
Internet membawa banyak manfaat, terlebih pada masa pandemi seperti saat ini di mana pembelajaran ha...
Wamendes Budi Arie optimistis angka stunting turun tinggal 14 persen di 2024
Senin, 08 Februari 2021 - 16:34 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengatakan Keme...
Perlukah anak di atas usia dua tahun diberi susu?
Jumat, 29 Januari 2021 - 15:56 WIB
Anak yang sudah berusia di atas dua tahun tak perlu lagi mendapatkan asupan susu termasuk yang dikla...
Angka perceraian di Sentani Papua tahun 2020 menurun
Rabu, 27 Januari 2021 - 16:35 WIB
Pengadilan Agama (PA) Sentani Kabupaten  Jayapura, Papua mencatat ada 124 laporan yang masuk selama...
Jubir: Kekebalan kelompok lindungi ibu hamil-menyusui dari COVID-19
Selasa, 26 Januari 2021 - 16:23 WIB
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan deng...
Pakar sebut anak sudah boleh konsumsi es krim sejak usia satu tahun
Jumat, 22 Januari 2021 - 21:33 WIB
Dokter spesialis anak dr. Attila Dewanti menjelaskan es krim sebetulnya sudah boleh dikonsumsi oleh ...
Empat tips liburan seru bareng keluarga di rumah aja
Kamis, 31 Desember 2020 - 05:57 WIB
Momen liburan akhir tahun selalu menjadi waktu liburan keluarga paling ditunggu. Tak seperti sebelum...
Hubungan ibu-anak yang baik bisa hindarkan perilaku negatif
Kamis, 24 Desember 2020 - 12:10 WIB
Psikolog anak dan keluarga, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. mengatakan hubungan yang erat dan ha...
Hari Ibu dan tantangan pemenuhan gizi anak di tengah pandemik
Selasa, 22 Desember 2020 - 06:30 WIB
Perhatian besar bagi pemenuhan gizi anak menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang kerap diabaikan di ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV