Gamelan Indonesia membahana di Plaza PBB Buenos Aires
Elshinta
Jumat, 04 Desember 2020 - 20:55 WIB |
Gamelan Indonesia membahana di Plaza PBB Buenos Aires
Pertunjukan \\\"Gamelan in the Park\\\" diselenggarakan di Buenos Aires, Argentina, Rabu (2/12/2020). (HO-KBRI Buenos Aires)

Elshinta.com - KBRI Buenos Aires bekerja sama dengan pemerintah kota setempat mengadakan pertunjukan Gamelan in the Park di Plaza Naciones Unidas (PBB), Buenos Aires, pada Rabu (2/12).

Duta Besar RI untuk Argentina Niniek Kun Naryatie menyampaikan bahwa gamelan dipilih untuk dipentaskan karena merupakan musik kebanggaan Indonesia yang variasi nadanya dapat dibandingkan dengan orkes simfoni di dunia barat.

“Ketawang Puspowarno, yang diciptakan oleh Sultan Mangkunegoro IV, misalnya. Pada 1977, lagu tersebut terpilih bersama 26 komposisi musik dari seluruh dunia untuk diperdengarkan di kabin Voyager I saat terbang ke ruang angkasa,” kata Dubes Niniek dalam siaran pers KBRI Buenos Aires, Jumat.

Selain itu, gamelan juga memberi pesan kepada dunia yang dilanda krisis akibat pandemi.

“Suara pada gamelan hanya akan apik terdengar apabila semua pemainnya seiring sejalan. Gamelan mengajari kita bahwa kerja sama dan kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan harmoni,” tutur Niniek.

Dimainkan oleh tiga belas personel Sang Bagaskara, lantunan nada pentatonik slendro dan pelog menghibur pengunjung yang hadir. Tangan-tangan tangkas mereka dalam memukul saron dan peking menciptakan irama yang harmonis.

Nada rendah slentem dan demung pun semakin hidup ketika tabuh kendang mengiringinya. Selama satu jam berada di panggung, kelompok gamelan binaan KBRI Buenos Aires yang beranggotakan warga Argentina itu memainkan hampir satu lusin gending, antara lain Kebogiro, Manyar Sewu, Subakastawa, Gugur Gunung, dan Ketawang Puspowarno.

Di setiap pergantian gending, penonton mendapat penjelasan mengenai filosofi di balik komposisinya.

Diego Sebastian Nuñez, salah satu pendiri Sang Bagaskara, menyatakan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari pertunjukan ini. Sebagai alumni program beasiswa Darmasiswa, ia senang bisa mendekatkan Indonesia dan Argentina melalui seni dan budaya yang ia kuasai.

“Gamelan adalah musik yang luar biasa, tapi di Argentina, masih banyak yang belum mengenalnya,” ujar dia.

Gamelan in the Park sengaja digelar di Plaza PBB karena merupakan simbol multikulturalisme yang amat dibanggakan oleh warga Buenos Aires.

Di kota yang sejarahnya banyak dipengaruhi oleh imigran Spanyol, Italia, dan Jerman, pertunjukan budaya semacam ini mendapat sambutan meriah.

Pembatasan kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan yang ketat tidak mencegah para penonton untuk menikmati lantunan gamelan. Apalagi, ini adalah acara seni budaya besar pertama yang diadakan di ruang terbuka kota Buenos Aires sejak kebijakan karantina dicabut 9 November lalu.

Kakak-adik Samantha dan Micaela Farias, mengaku terpukau dengan musik gamelan yang disuguhkan. Bagi mereka, sesuatu hal yang langka bagi publik Argentina menyaksikan pertunjukan budaya dari negeri yang sangat jauh.

“Lebih asyik menonton gamelan secara langsung daripada melihat dari layar monitor,” kata Samantha.

Acara Gamelan in the Park dihadiri pula oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Buenos Aires yaitu Presiden Comuna 2 Ramiro Reyno Grondona serta Manajer Administrasi dan Hukum Rodrigo Jimenez Farias.

Menurut Ramiro, kegiatan seperti ini penting untuk mengenal budaya satu sama lain.

“Sejujurnya, saya belum pernah mendengar jenis musik seperti ini, tetapi menurut saya musik ini memberikan rasa damai dan tenang," paparnya saat ditanya pendapatnya mengenai gamelan.

Ke depannya, ia berharap kedua negara dapat terus bekerja sama untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan budaya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PM Ardern: Pintu masuk Selandia Baru mungkin terus tertutup di 2021
Selasa, 26 Januari 2021 - 15:56 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, Selasa, bahwa pintu masuk ke negara itu aka...
Kematian akibat COVID-19 di Meksiko lewati 150.000
Selasa, 26 Januari 2021 - 13:36 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19 di Meksiko menurut data resmi pemerintah telah melewati 150.000 pada...
Petugas medis: Steroid semestinya ampuh lawan varian baru COVID
Selasa, 26 Januari 2021 - 12:35 WIB
 Obat steroid berharga murah yang mampu menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 semestinya ampuh pada p...
Dolar AS menguat karena investor menghindari mata uang berisiko
Selasa, 26 Januari 2021 - 09:01 WIB
Nilai tukar dolar AS sedikit menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdaganga...
 Dubes RI untuk Jepang dorong UMKM berinovasi ditengah pandemi
Senin, 25 Januari 2021 - 10:30 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi dalam sebuah webinar Penguatan Se...
Jumlah pasien COVID di ICU RS Prancis turun, pertama dalam 2 pekan
Minggu, 24 Januari 2021 - 14:00 WIB
Jumlah pasien COVID-19 di ICU rumah sakit Prancis turun 16 menjadi 2.896 orang, penurunan pertama da...
RS Jerman dikarantina usai puluhan orang positif varian baru COVID
Minggu, 24 Januari 2021 - 10:01 WIB
Otoritas kesehatan Jerman memberlakukan karantina terhadap Rumah Sakit Humboldt di Berlin setelah 2...
Pelaku tabrak lari santri Paiton di Shaanxi beri santunan Rp1,8 miliar
Sabtu, 23 Januari 2021 - 19:48 WIB
Pelaku tabrak lari di Kota Xianyang, Provinsi Shaanxi, China, hingga menewaskan seorang santri asal ...
Melihat Jepang, Singapura dan Nigeria tangani Covid-19
Sabtu, 23 Januari 2021 - 16:26 WIB
Berbagai upaya dilakukan pemerintah masing-masing negara dalam penanganan Pandemi Covid-19 (Virus Co...
Pakar WHO akan keluarkan rekomendasi vaksin Moderna pekan depan
Sabtu, 23 Januari 2021 - 11:31 WIB
Panel ahli vaksin independen telah meninjau data vaksin COVID-19 dari Moderna Inc dan akan memublika...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV