PBB nyatakan 2020 mungkin jadi tahun terpanas kedua
Elshinta
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:00 WIB |
PBB nyatakan 2020 mungkin jadi tahun terpanas kedua
Dunia harus menghentikan \\\"perang melawan alam\\\" dan menemukan i\\

Elshinta.com - Tahun 2020 berada dalam jalur untuk menjadi tahun terpanas kedua dalam catatan, setelah 2016, sebagaimana dikatakan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), yang merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu.

Lima kumpulan data saat ini menempatkan tahun 2020, tahun yang ditandai dengan gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, dan amukan badai, sebagai yang terpanas kedua sejak pencatatan dimulai pada tahun 1850.

"2020 sangat mungkin menjadi salah satu dari tiga tahun terpanas yang tercatat secara global," kata badan PBB yang berbasis di Jenewa itu dalam laporan Situasi Iklim Global pada 2020.

Kemungkinan itu dipicu oleh panas yang ekstrim, kebakaran hutan yang berkobar di seluruh Australia, Siberia, dan Amerika Serikat tahun ini, mengirimkan asap ke seluruh dunia.

Adapun yang kurang terlihat adalah lonjakan panas laut ke level yang menjadi catatan rekor, dengan lebih dari 80 persen lautan global mengalami gelombang panas laut, kata WMO.

"Sayangnya, 2020 merupakan tahun yang luar biasa bagi iklim kita," kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas, yang mendesak lebih banyak upaya untuk mengekang emisi yang memicu perubahan iklim.

Konsentrasi gas rumah kaca naik ke rekor baru pada 2019 dan telah meningkat sepanjang tahun ini, meski sebelumnya tingkat emisi diperkirakan akan turun karena kebijakan lockdown terkait COVID-19, kata WMO bulan lalu.

Laporan WMO terbaru mengatakan suhu rata-rata global sekitar 1,2 derajat di atas garis dasar 1850-1900 antara Januari dan Oktober tahun ini, menempatkannya di urutan kedua di belakang 2016 dan sedikit di atas 2019.

Tahun-tahun panas biasanya dikaitkan dengan El Nio, peristiwa alam yang melepaskan panas dari Samudra Pasifik. Namun, tahun ini bertepatan dengan La Nia, yang memiliki efek sebaliknya dan mendinginkan suhu.

WMO akan mengkonfirmasi data pada Maret 2021.

Sebuah pakta iklim yang disepakati di Paris lima tahun lalu mendesak negara-negara melakukan upaya untuk membatasi peningkatan suhu hingga 1,5 derajat Celcius, di mana para ilmuwan memperingatkan akan risiko bencana perubahan iklim.

Meski tidak sama dengan melewati ambang batas pemanasan jangka panjang itu, WMO mengatakan terdapat kemungkinan sebesar satu banding lima untuk angka temperatur melebihi level tersebut secara sementara hingga 2024, dengan basis per tahun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saham Hong Kong berakhir merosot, indeks HSI tergerus 0,32 persen
Rabu, 27 Januari 2021 - 18:56 WIB
Saham-saham Hong Kong menghapus keuntungan awal menjadi berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu,...
Brazil larang masuk pendatang Afrika Selatan terkait varian baru COVID
Rabu, 27 Januari 2021 - 09:40 WIB
Brazil pada Selasa (26/1) melarang masuk pendatang asal Afrika Selatan guna menghentikan penyebaran ...
China temukan bir impor tercemar COVID-19
Rabu, 27 Januari 2021 - 09:15 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) Kota Tinjin, China, menemukan  bir impor y...
Malaysia larang upacara Thaipusam
Rabu, 27 Januari 2021 - 08:30 WIB
 Pemerintah Malaysia melarang pelaksanaan upacara penganut agama Hindu Thaipusam pada Kamis 28 Janu...
WHO keluarkan imbauan klinis baru untuk pengobatan pasien COVID
Selasa, 26 Januari 2021 - 22:03 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (26/1) mengeluarkan imbauan klinis baru untuk pengobata...
PM Ardern: Pintu masuk Selandia Baru mungkin terus tertutup di 2021
Selasa, 26 Januari 2021 - 15:56 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, Selasa, bahwa pintu masuk ke negara itu aka...
Kematian akibat COVID-19 di Meksiko lewati 150.000
Selasa, 26 Januari 2021 - 13:36 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19 di Meksiko menurut data resmi pemerintah telah melewati 150.000 pada...
Petugas medis: Steroid semestinya ampuh lawan varian baru COVID
Selasa, 26 Januari 2021 - 12:35 WIB
 Obat steroid berharga murah yang mampu menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 semestinya ampuh pada p...
Dolar AS menguat karena investor menghindari mata uang berisiko
Selasa, 26 Januari 2021 - 09:01 WIB
Nilai tukar dolar AS sedikit menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdaganga...
 Dubes RI untuk Jepang dorong UMKM berinovasi ditengah pandemi
Senin, 25 Januari 2021 - 10:30 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi dalam sebuah webinar Penguatan Se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV