Tes PCR Jateng tembus 70.000, jauh lampaui target WHO
Elshinta
Rabu, 02 Desember 2020 - 21:44 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Tes PCR Jateng tembus 70.000, jauh lampaui target WHO
Covid-19. Foto: Ilustrasi/elshinta.com.

Elshinta.com - Jawa Tengah terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara tracing secara masif. Bahkan jumlah testing provinsi telah melampaui target tes yang ditetapkan WHO.

Dalam standar tes Covid-19 yang ditetapkan WHO, pemeriksaan yang harus dilakukan adalah 1/1.000 penduduk per minggu. Dengan jumlah penduduk Jawa Tengah sekitar 34 juta, maka standarnya ada 34.000 orang yang dites di provinsi ini.

“Jumlah testing PCR di Jawa Tengah pada minggu ke-48 adalah 70.053 tes. Sementara sesuai target WHO yang mensyaratkan 1/1000 penduduk per minggu, seharusnya hanya 34.000 warga yang dites.  Jadi, jumlah tes kita dua kali lebih tinggi dari target WHO,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo di Semarang, Senin (30/11).

Yulianto menerangkan, tingginya tes di Jateng ini tentu berpengaruh pada tingginya angka kasus positif Covid-19. Sebab semakin banyak tes yang dilakukan, maka akan semakin banyak kasus yang ditemukan.

“Ini yang perlu diketahui masyarakat. Jadi masyarakat harus paham, kalau kasus ditemukan banyak karena tesnya banyak, itu hal yang positif. Artinya, kita semua bisa tahu lebih dini, sehingga bisa memberikan respon yang lebih cepat. Kalau jumlah tesnya sedikit, tentunya yang diketahui hasilnya sedikit,” jelasnya.

Yulianto menerangkan, upaya menggenjot testing sesuai target WHO sepertinya tidak dilakukan oleh semua daerah di Indonesia. Ia menyebut, masih banyak provinsi lain yang belum mencapai target tes yang ditetapkan WHO itu.

Dari data Satgas Covid-19 pusat menyebutkan, pada minggu kedua November lalu, jumlah tes PCR di Jawa Tengah sudah mencapai 1.416 tes. Jumlah itu lebih tinggi dibanding dengan Jawa Barat yang hanya melakukan tes sebanyak 789 tes PCR per minggu dan Jawa Timur sebanyak 820 tes seminggu.

“Yang tidak mencapai target WHO masih banyak. Itu hanya perbandingan saja, ukurannya itu kan 1/1.000 penduduk per minggu,” tuturnya.

Tingginya testing tersebut lanjut Yulianto memang berdampak pada tingginya angka positif Covid-19 di Jawa Tengah. Namun dengan masifnya pengetesan, dapat diketahui siapa saja yang positif, sehingga dapat dilakukan treatment dengan baik dan benar.

“Dengan begitu, angka kematian bisa terus ditekan. Dan itu terbukti dengan terus turunnya angka kematian di Jawa Tengah tiap minggunya,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta,  Joko Hendrianto.

Pada minggu ke-44, angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 5,11. Angka itu terus mengalami penurunan di angka 4,94 di minggu ke-45, turun lagi menjadi 4,62 pada minggu ke-46, turun lagi 4,49 pada minggu ke-47 dan sekarang menjadi 4,25.

“Jadi semakin dini ditemukannya kasus positif dengan peningkatan testing itu, maka treatment-nya semakin bagus. Tentu itu sangat berdampak pada turunnya angka kematian di Jawa Tengah dan meningkatnya angka kesembuhan,” terangnya.

Meski terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah, Yulianto menegaskan kondisi fasilitas kesehatan masih aman. Tempat tidur di rumah sakit, ruang ICU hingga tempat-tempat isolasi lainnya masih mencukupi.

“Saat ini kami menyiapkan 6.000 bed tempat tidur isolasi di rumah sakit, dan baru terpakai sekitar 74%. Sementara kalau ICU, kami menyiapkan sekitar 500 ICU, dan baru terpakai 44%. Untuk tempat tidur, sebenarnya total tempat tidur rumah sakit di Jateng itu ada 36.000 dan semuanya bisa dipakai untuk isolasi perawatan Covid-19 termasuk tempat lainnya,” ujarnya.

Di lain kesempatan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akan terus menggenjot testing di Jawa Tengah. Menurutnya, hanya dengan cara itu maka rantai penyebaran Covid-19 akan bisa diputuskan. Meskipun dampaknya, jumlah kasus positif di Jateng akan terus meningkat.

 “Testing tidak boleh berhenti,” katanya.

Ganjar juga meminta masyarakat untuk disiplin menjaga protokol kesehatan. Segenap tokoh agama, tokoh masyarakat juga diminta untuk terus berkampanye melakukan edukasi terkait penerapan protokol kesehatan di masyarakat. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus membludak, Pemkab Sukoharjo harus tambah faskes Covid-19
Jumat, 22 Januari 2021 - 16:23 WIB
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diminta segera menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes) ...
Dokter: Jangan pakai toilet yang sama jika keluarga positif COVID-19
Jumat, 22 Januari 2021 - 11:01 WIB
Apabila ada satu orang anggota keluarga yang tinggal serumah terkonfirmasi positif COVID-19, bolehk...
Faskes layanan Covid-19 Sukoharjo penuh
Kamis, 21 Januari 2021 - 16:47 WIB
Fasilitas layanan kesehatan untuk Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah dalam posisi penuh.
Menko Airlangga: Regulasi disiapkan untuk vaksinasi COVID-19 mandiri
Kamis, 21 Januari 2021 - 15:46 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang menyiapkan r...
Dinkes Sultra siapkan 1.666 tenaga vaksinator COVID-19
Kamis, 21 Januari 2021 - 12:47 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan 1.666 tenaga vaksinator untu...
Wali Kota Bandung imbau warga pernah terpapar Covid-19 untuk donor plasma darah
Kamis, 21 Januari 2021 - 11:46 WIB
Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengimbau masyarakat khususnya warga Kota Bandung, Jawa Barat yang ...
Satgas Covid-19 Sukoharjo sisir kembali kasus isolasi mandiri
Rabu, 20 Januari 2021 - 18:30 WIB
Satuan Tugas Covid-19 Sukoharjo, Jawa Tengah menyisir kembali kasus pasien positif Covid-19 yang mel...
Angka penggunaan tempat tidur di ruang perawatan di Kota Bandung alami penurunan
Rabu, 20 Januari 2021 - 18:10 WIB
Kapasitas ruang perawatan di fasilitas kesehatan di Kota Bandung, Jawa Barat masih menyisakan cukup ...
Nakes RS Bhayangkara Moch Hasan Palembang jalani vaksinasi Covid-19
Rabu, 20 Januari 2021 - 13:35 WIB
Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri, menyaksikan secara langsung louncing keg...
 DPRD DIY dukung Pemda tak beri sanksi bagi yang menolak vaksin
Rabu, 20 Januari 2021 - 10:37 WIB
Vaksinasi COVID-19 buatan sinovac masih menuai kontroversi. Banyak pihak yang menyatakan menolak unt...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV