Arief Poyuono: OTT Edhy Prabowo pengaruhi elektabilitas Gerindra
Elshinta
Rabu, 25 November 2020 - 15:55 WIB |
Arief Poyuono: OTT Edhy Prabowo pengaruhi elektabilitas Gerindra
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Foto : Ist)

Elshinta.com - Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono berpendapat operasi tangkap tangan KPK terhadap Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, akan berpengaruh terhadap elektabilitas Gerindra.

"Nah, dengan ditangkapnya Edhy Prabowo maka tamat sudah cita-cita Prabowo Subianto jadi presiden Indonesia. Serta akan berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Gerindra," kata Arief ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK, katanya, merupakan "tamparan keras" bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengingat Edhy Prabowo sangat dekat dengan Prabowo.

"Ini pelajaran besar sekaligus tabokan besar bagi Prabowo sebagai bos besarnya Edhy Prabowo, bahwa ternyata mulut yang sudah berbusa-busa dengan mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat ternyata justru Edhy Prabowo anak buahnya dan asli didikan Prabowo sendiri justru menjadi menteri pertama di era jokowi yang terkena operasi tangkap tangan oleh KPK," papar Arief.

Penangkapan Edhy Prabowo membuktikan kalau KPK betul-betul "engine"penangkap koruptor yang paling terbaik di Indonesia

"Semua masyarakat harus mendukung KPK terkait penangkapan kader Gerindra terbaik itu," ucapnya.

Dia menambahkan sejak awal seharusnya Prabowo Subianto yang katanya ingin Indonesia bersih dari KKN mengingatkan dan melarang para kadernya dan keluarganya untuk memanfaatkan kekuasaan untuk berbisnis.

"Contoh saja izin ekspor lobster banyak yang diberi izin kepada perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kader Gerindra dan keluarga. Tapi Prabowo justru mendiamkan saja dan bisu seribu bahasa," ujar Arief.

Oleh karena itu, tambahnya, Prabowo Subianto harus bertanggung jawab kepada masyarakat pemilih Gerindra atas ketidakmampuan menjaga disiplin para kadernya hingga berpotensi besar menghancurkan marwah partai.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor baby lobster.

"Yang bersangkutan diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin ekspor baby lobster," ucap Ketua KPK Firli Bahuri melalui keterangannya di Jakarta, Rabu.

Firli mengatakan Edhy ditangkap tim KPK di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang saat kembali dari Honolulu, Amerika Serikat.

"Tadi malam Menteri Kelautan dan Perikanan diamankan KPK di Bandara 3 Soetta saat kembali dari Honolulu," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Firli, politikus Partai Gerindra tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta.

"Sekarang beliau di KPK untuk dimintai keterangan, nanti akan disampaikan penjelasan resmi KPK. Mohon kita beri waktu tim Kedeputian Penindakan bekerja dulu," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polresta Surakarta rekonstruksi puluhan adegan kasus penembakan
Kamis, 28 Januari 2021 - 14:41 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Surakarta menggelar rekonstruksi puluhan adegan kasus penembakan...
KPK panggil tiga saksi penyidikan kasus suap Edhy Prabowo
Kamis, 28 Januari 2021 - 14:10 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil tiga saksi dalam penyidikan kasus suap perizinan...
KPK lelang dua tanah dari perkara korupsi Umar Ritonga
Kamis, 28 Januari 2021 - 14:01 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai...
KPK panggil pejabat Kemenkes dan Bappenas terkait kasus DAK Kota Dumai
Kamis, 28 Januari 2021 - 12:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Seorang pegawai KPK meninggal dunia karena COVID-19
Kamis, 28 Januari 2021 - 12:00 WIB
Ferial Surya Wicaksono (34), pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Direktorat Penyidikan m...
Polres Cianjur selidiki kasus bantuan ayam program BPNT
Kamis, 28 Januari 2021 - 09:00 WIB
Polres Cianjur, Jawa Barat, menurunkan tim ke Kecamatan Pagelaran, guna menyelidiki kasus pembagian ...
Polresta Cirebon tangkap dua pencuri besi pembatas jalan tol
Kamis, 28 Januari 2021 - 08:45 WIB
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, menangkap dua tersangka pencuri besi pembatas ...
Tim gabungan COVID-19 Lebak gelar operasi protokol kesehatan
Kamis, 28 Januari 2021 - 06:30 WIB
Tim gabungan COVID-19 di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menggelar operasi yustisi penerapan protok...
Pasien korban malapraktik RS Telogorejo Semarang diduga di-COVID-kan
Kamis, 28 Januari 2021 - 06:00 WIB
Samuel Reven (26) pasien Rumah Sakit Telogorejo Semarang yang meninggal dunia akibat dugaan malaprak...
KPK panggil pejabat Kemenkes dan Bappenas terkait kasus DAK Kota Dumai
Kamis, 28 Januari 2021 - 02:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV