Tempat hiburan di Hong Kong tutup tujuh hari
Elshinta
Rabu, 25 November 2020 - 09:30 WIB |
Tempat hiburan di Hong Kong tutup tujuh hari
Kesibukan di salah satu hub transportasi di kawasan Causeway Bay, Hong Kong. (ANTARA)

Elshinta.com - Sejumlah tempat hiburan di Hong Kong, mulai dari bar hingga kelab malam, ditutup selama tujuh hari terhitung mulai Kamis (26/11) sebagai upaya memperketat jarak sosial seiring dengan terus meningkatnya kasus COVID-19 dalam waktu lebih dari tiga bulan terakhir.

Jumlah peserta jamuan makan juga dibatasi hanya 40 orang, demikian pernyataan Kementerian Kesehatan dan Makanan Wilayah Administrasi Otonomi Khusus Hong Kong (HKSAR) Sophia Chan, kepada pers, Selasa (24/11).

Pertunjukan musik dan tari di semua restoran juga dilarang dan penghuni kamar hotel akan dibatasi.

Kebijakan tersebut diambil setelah berbagai aktivitas masyarakat telah mendongkrak jumlah kasus warga lokal yang tidak diketahui jejaknya.

Di tengah memuncaknya kasus COVID-19, pemerintah HKSAR mewajibkan tes usap bagi orang-orang yang telah mengunjungi tempat-tempat berisiko tinggi.

Chan menyebutkan 50 kasus telah ditemukan berdasarkan hasil tes usap pendahuluan terhadap 2.800 orang.

Otoritas rumah sakit di Hong Kong mencatat 290 pasien masih dalam perawatan secara intensif, sebanyak tujuh orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Untuk mengurangi kepadatan di rumah sakit umum, fasilitas perawatan kesehatan masyarakat di AsiaWorld-Expo beroperasi kembali mulai Rabu, terutama untuk menerima pasien berusia muda dengan gejala ringan dan mampu melayani secara mandiri serta mereka yang sebelumnya dinyatakan positif.

Sementra itu di China, tiga wilayah, yakni Shanghai, Tianjin, dan Hebei sejak Senin (23/11) melakukan penutupan akses total (lockdown) secara parsial, seperti rumah sakit, sekolahan, dan perkantoran. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sandiaga minta pelaku UMKM Batam berkolaborasi bangkit dari pandemi
Sabtu, 23 Januari 2021 - 12:45 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta para pelaku usaha pariwisa...
Masyarakat Yalimo diminta bersabar tunggu putusan MK
Sabtu, 23 Januari 2021 - 10:50 WIB
Tim pasangan calon bupati dan wakil bupati Yalimo nomor urut satu Erdi Dabi-Jhon Wilil (Er-Jhon) men...
DPR sampaikan surat persetujuan calon Kapolri kepada Presiden Jokowi
Jumat, 22 Januari 2021 - 20:34 WIB
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan DPR RI telah menyerahkan surat persetujuan pemb...
Komisi IX DPR RI cek kesiapan program vaksinasi di Pandeglang 
Jumat, 22 Januari 2021 - 18:56 WIB
Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten...
Pemkot Bandung dukung rencana perpanjangan PPKM Jawa-Bali
Jumat, 22 Januari 2021 - 17:10 WIB
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat...
Personel Yonif 400/BR kembali gugur saat kontak tembak dengan KKB
Jumat, 22 Januari 2021 - 14:10 WIB
Pratu Roy Vebrianto, anggota Yonif 400/BR, Jumat meninggal akibat luka tembak yang bersarang di tubu...
Etik-Agus kepala daerah terpilih dalam Pilkada Sukoharjo
Kamis, 21 Januari 2021 - 19:59 WIB
PU Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menetapkan pasangan calon terpilih Pilkada 2020, Kamis (21/1) pu...
 Pakar Hukum TN: Ketentuan ambang batas 20 persen hanya untungkan oligarki
Kamis, 21 Januari 2021 - 13:10 WIB
Pakar hukum tata negara Herlambang P. Wiratraman menyayangkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang ...
Presiden Jokowi ucapkan selamat atas pelantikan Joe Biden
Kamis, 21 Januari 2021 - 10:58 WIB
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amer...
Komisi II DPRA minta pemda tertibkan tambang di kawasan hutan
Rabu, 20 Januari 2021 - 22:05 WIB
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta pemerintah daerah menertibkan perkebunan dan p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV