UB kembali kukuhkan dua profesor baru
Elshinta
Selasa, 24 November 2020 - 19:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
UB kembali kukuhkan dua profesor baru
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Universitas Brawijaya (UB) Malang kembali mengukuhkan dua Profesor baru. Mereka masing-masing, Prof. Dr.Eng. Didik Rahadi Santoso, M.Si. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Prof.Dr. Moh. Fadli, S.H., M.Hum dari Fakultas Hukum (FH).

Kepala Bagian Humas dan Ke-Arsipan UB , Kotok Guritno  mengatakan, pengukuhan ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena masih dimasa pandemi covid-19 maka dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

Prof.Dr.Eng. Didik Rahadi Santoso,M.Si. pada pidato pengukuhan  di sidang senat terbuka bertema “Peluang dan Tantangan Pengembangan Sistem Instrumentasi di era Industri 4.0” mengatakan, instrumentasi sebagai disiplin ilmu, adalah merupakan cabang dari ilmu fisika (applied physics) yang membahas metode dan sistem peralatan yang terkait dengan pengukuran atau pengendalian suatu besaran fisis.

“Instrumentasi merupakan bidang kajian multi-disiplin yang memerlukan pengetahuan komprehensif, meliputi aspek dasar sains khususnya fisika, serta bidang ilmu lain yang terkait dengan terapannya. Sebagai sebuah metode dan sistem peralatan, instrumentasi memegang peran yang sangat penting dalam eksperimen-eksperimen ilmiah, pengaturan kerja mesin industri, serta sebagai modul kendali dalam peralatan-peralatan modern lainnya,“ paparnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (24/11).

Ditambahkannya, saat ini teknologi instrumentasi berkembang sangat pesat, baik dalam desain produk maupun terapannya. Perkembangan ini tidak bisa dilepaskan dari kemajuan iptek secara menyeluruh, khususnya di bidang komponen elektronika serta teknologi informasi dan komunikasi (ICT).   

Sementara itu , Prof Dr. Moh. Fadli, S.H., M.Hum dalam pidato ilmiah bertema “Peraturan Delegasi Di Indonesia: Ide Untuk Membangun Kontrol Preventif Terhadap Peraturan Pemerintah “  mengungkapkan peraturan delegasi sangat diperlukan di berbagai negara demokrasi, khususnya pada era yang menuntut pelayanan publik dilakukan dengan cepat, efektif, efisien tanpa melanggar hukum. Namun demikian, peraturan delegasi harus dikontrol. Di dunia ini dikenal tiga jenis kontrol, yaitu kontrol parlemen, kontrol yudisial dan  kontrol jenis lainnya.  

“Kajian ini menggunakan pendekatan konsep (conceptual approach), pendekatan filsafati (philosophical approach), pendekatan sejarah (historical approach), pendekatan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach), yang menggunakan bahan hukum primer dan sekunder, dan dianalisis dengan teknik preskriptif. Berdasarkan analisis terhadap kontrol PP dapat disimpulkan bahwa kontrol terhadap PP, masih sebatas kontrol represif.” jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ratusan dosen PTKIS  keluhkan tunjangan profesi sertifikasi dosen yang belum cair
Sabtu, 23 Januari 2021 - 21:46 WIB
Sekitar 200 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Banten mengeluh. Pasalnya, mere...
Tingkatkan minat belajar, Satgas Yonif 125/Simbisa ajak anak-anak belajar bersama
Sabtu, 23 Januari 2021 - 15:35 WIB
Sebagai wujud kepedulian dan kecintaan terhadap generasi penerus bangsa, personel Pos Rawa Biru Satg...
Universitas Islam Internasional Indonesia siap terima mahasiswa
Sabtu, 23 Januari 2021 - 14:21 WIB
Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, siap menerima mahasiswa mulai...
Dinas Pendidikan Belitung Timur berlakukan belajar tatap muka
Kamis, 21 Januari 2021 - 17:44 WIB
Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberlakukan pembela...
Inovasi perguruan tinggi harus bisa dirasakan oleh masyarakat
Kamis, 21 Januari 2021 - 11:55 WIB
Perguruan tinggi harus hadir memberikan inovasi yang bisa dilihat oleh masyarakat. Sebab di tengah k...
Lima dosen berdedikasi terima penghargaan
Rabu, 20 Januari 2021 - 14:37 WIB
Lima orang tenaga Dosen di Lingkungan STIE STMY Majalengka, Jawa Barat mendapat Penghargaan Kinerja ...
Satgas Pamtas Yonif 642 tanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak-anak di perbatasan 
Kamis, 14 Januari 2021 - 15:56 WIB
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada a...
Jelang HUT ke-52, ITN Malang terus berbenah 
Kamis, 14 Januari 2021 - 15:38 WIB
Tantangan ITN Malang sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi tidak semakin ringan ,apalagi di ten...
Rektor IBIK nilai perkuliahan tatap muka harus tetap dilakukan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 18:10 WIB
Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) Bogor Moermahadi Soerja Djanegara mengatakan...
15 mahasiswa ikuti program pertukaran mahasiswa ITN-UTHM Malaysia
Jumat, 08 Januari 2021 - 15:33 WIB
Sekitar 15  orang mahasiswa  Institut Tehnologi Nasional ( ITN) Malang ikuti program pertukaran  ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV