Pemkot Bandung jalankan kebijakan refocusing di masa Pandemi Covid-19
Elshinta
Sabtu, 21 November 2020 - 13:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Pemkot Bandung jalankan kebijakan refocusing di masa Pandemi Covid-19
Sumber foto: Dudy Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Jawa Barat Ema Sumarna mengatakan bawah pandemi Covid-19 merupakan musibah yang tidak terduga, tetapi memberikan dampak yang luar biasa bahkan sampai saat ini.
Hal tersebut disampaikan sekda pada acara Ngopi Bandung (Ngobrol Perihal Kota Bandung) Ketiga bertemakan "Penanganan Kesehatan dan Penegakkan Hukum" yang digelar Bagian Humas Setda Kota Bandung di Hotel Prama Grand Preanger.

"Waktu itu kita melihat dampaknya tidak akan seperti apa yang kita rasakan sekarang, tetapi setelah waktu berjalan , ternyata dampaknya 'memporak-porandakan' berbagai aspek kehidupan diantaranya masalah ekonomi yang berimbas pada sosial dan keamanan," katanya, Sabtu (21/11).

Sekda menuturkan, pemerintah kota sebagai pelayan masyarakat ingin menyukseskan berbagai program kebijakan, tetapi saat ini dihadapkan dengan situasi kondisi luar biasa. "Menanggulangi permasalahan ini, akhirnya dikeluarkan kebijakan refocusing, karena kita harus fokus dengan persoalan pandemi Covid-19. Ada juga realokasi, ini juga membuat kita mereka ulang, menghitung ulang bagaimana anggaran kita fokuskan untuk menganggulangi pandemi," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudy Supriyadi, Sabtu (21/11).

"Waktu itu sampai 50 persen anggaran SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) digeser, difokuskan untuk penanganan Covid-19. Sehingga waktu itu kami dengan Dewan Yang Terhormat melalui Banggar bersepakat untuk mengalokasikan hampir setengah triliun rupiah," lanjutnya.

Sekda mengatakan, saat itu Dinas Kesehatan diberikan dana untuk membangun lab BSL-2 yang fenomenal untuk mengakselerasi dengan penanganan untuk mengecek masyarakat yang terpapar. "Sebelumnya waktu itu kita mengandalkan Lab Provinsi, terjadi delay report, saat itu kita selalu shock dengan hasil yang baru keluar setelah dua sampai tiga minggu. Dengan lab sendiri maksimal sekarang tiga hari," ucapnya.

Bahkan, lanjutnya, BSL-2 mengantarkan Wali Kota Bandung mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan media lewat pemberian penghragaan untuk kepala daerah yang melakukan inovasi dalam percepatan penanganan Covid-19.
Sekda juga mengungkapkan pelaksanaan Jaring Pengaman Sosial (JPS). Karena saat itu bantuan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi menargetkan warga yang sudah ada dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus mencari target yang belum tersasar.

"Kemudian waktu itu muncul non-DTKS atau miskin baru yang awalnya berpendapatan tiba-tiba tidak berpendapatan. Terjadilah dinamika angka dan data, itu terjadi di semua daerah, tidak hanya di Kota Bandung," katanya.

"Sehingga ada komplain, ketidakpuasan, bagi kami wajar karena memang sesuaty yang tidak terduga dan harus ceoat ditangani. Dalam JPS ini harus ada keadilan," tambahnya.

Sekda pun menjelaskan tentang pentingnya operasional untuk mendukung Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19. Seperti dalam pembuatan Check Point yang diperlukan untuk pengendalian kontrol.

"Saat pandemi ini kita harus mengendalika mobilitas masyarakat, karena menjadi salah satu kunci penanganan Covid-19. Saat ini juga kita harus utamakan physical distancing, menerapkan 3M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 1T (Tidak berkerumun)," katanya.

Sementara itu, terkait Rumah Sakit Rujukan Covid-19, saat ini di Kota Bandug sudah ada 27 rumah sakit, namun tidak semua yang masuk merupakan warga Kota Bandung. Ada juga warga luar kota yang dirawat di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Bandung.

"Kita tidak bisa menolak orang dari luar daerah karena layanan kesehatan seperti itu. Tempat tidur di Kota Bandung saat jni terisi sampaj 88,67 persen, dua bulan lalu hanya 32,5 persen. Makanya kemarin kita minta Camat meminta satu fasilitas ruang isolasi diwilayahnya," katanya

Bagi warga yang datang dari zona merah, sekda mengatakan, idealnya harus dikarantina. "Seperti kedatangan saudara, tidak boleh kemana-mana. Protokol kesehatan pun harus dilakukan semaksimal mungkin," katanya.

Terkait kunjungan tersebut Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita menambahkan, inisiatif harus datang dari tuan rumah karena belum ada sarana atau pengawas yang mengidentifikasi tamu dari zona merah.

"Kalau memang kedatangan tamu walaupun itu keluarga atau adik kandung sendiri, tentunya harus diberlakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, walau pun di rumah ngobrol tidak berdekatan, pakai masker, jadi jarark juga," katanya.

Menurut Rita, kasus yang banyak terjadi, tamu yang datang dari zona merah. "Mungkin bisa kerjasama diinformasikan kepada warga sekitar kalau ada tamu minimal inisiatif dari tuan rumahnya sendiri," ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hewan peliharaan wajib dibersihkan sepanjang pandemi
Selasa, 19 Januari 2021 - 13:40 WIB
Bagi sebagian orang, hewan peliharaan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam keseharian mereka...
Ancaman penyakit degeneratif di tengah pandemi COVID-19
Selasa, 19 Januari 2021 - 06:00 WIB
Ketika seluruh energi tercurah pada penanganan COVID-19, masyarakat seperti teralihkan pada bahaya d...
Dua RSUD di Kabupaten Tangerang siapkan bangsal khusus untuk vaksinasi
Senin, 18 Januari 2021 - 15:22 WIB
Bangsal khusus di lantai dua RSUD Kabupaten Tangerang, Banten disiapkan untuk melaksanakan penyuntik...
Kemenkes buka registrasi penerima vaksin Covid-19 via WhatsApp 
Minggu, 17 Januari 2021 - 20:10 WIB
Pemerintah telah memulai vaksinasi Covid-19 sebagai langkah penanggulangan penyebaran virus corona. ...
Dinkes Sulbar berupaya hidupkan pelayanan puskemas
Minggu, 17 Januari 2021 - 18:34 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat kini berupaya menghidupkan kembali pelayanan kesehatan di se...
Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 capai 42.664 orang
Sabtu, 16 Januari 2021 - 16:24 WIB
Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RS) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga 16 Januar...
Kemenkes perlu buat standar GeNose alat `alternative screening` Covid-19
Sabtu, 16 Januari 2021 - 12:53 WIB
Perlu adanya standar dari Kementerian Kesehatan yang secara langsung menyatakan bahwa GeNose adalah ...
Wali Kota Bandung sembuh dari Covid-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 15:28 WIB
Setelah terkonfirmasi positif Covid-19 pada pekan lalu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial kini telah ...
Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 sebanyak 42.196 orang
Jumat, 15 Januari 2021 - 14:36 WIB
Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga 15 Janua...
Pemkab Langkat siap dukung vaksinasi Covid-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 10:37 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara, Terbit Rencana PA, mendukung pelaksanaan vaksinasi dan akan melaksan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV