Menteri PPPA: Hari Anak Sedunia momentum penuhi hak anak
Elshinta
Jumat, 20 November 2020 - 10:40 WIB |
Menteri PPPA: Hari Anak Sedunia momentum penuhi hak anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga dalam tangkapan layar akun Youtube Kemen PPPA saat menyiarkan Peringatan 30 Tahun Ratifikasi Konvensi Hak Anak dan Peringatan Hari Anak Sedunia di Denpasar, Bali, Jumat (20/11/2020). (Tangkapan Layar Youtube Kemen PPPA)

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan peringatan Hari Anak Sedunia menjadi momentum untuk semakin mengedepankan pembangunan bangsa yang berbasis hak anak.

"Anak-anak adalah anugerah bagi dunia, tidak hanya bagi satu keluarga, satu lingkungan atau satu negara saja. Anak-anak adalah masa depan kita," kata Bintang dalam acara Peringatan 30 Tahun Ratifikasi Konvensi Hak Anak dan Peringatan Hari Anak Sedunia yang diliput secara virtual dari Jakarta, Jumat.

Bintang mengatakan anak-anak adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan di seluruh sektor pembangunan, di mana pun mereka berada.

Namun, dunia menjadi semakin tanpa batas dan dinamika sosial semakin cepat. Keputusan suatu negara dapat mempengaruhi negara-negara lain. Isu-isu yang berkaitan dengan anak pun menjadi semakin kompleks.

"Keberadaan instrumen universal yang dapat menjadi pedoman dalam pemenuhan hak-hak anak di seluruh dunia menjadi sangat penting. Pada 20 November 1989, negara-negara di dunia melalui Majelis Umum PBB mengesahkan Konvensi Hak Anak," tuturnya.

Menurut Bintang, pengesahan Konvensi Hak Anak, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Anak Sedunia, merupakan batu loncatan bagi pengakuan hak anak sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Konvensi Hak Anak, menurut dia, menjadi instrumen hukum yang mengikat negara-negara anggotanya untuk mendorong usaha-usaha pemenuhan hak-hak anak.

Pengesahan Konvensi Hak Anak kemudian diikuti empat pernyataan deklarasi, yaitu anak harus diberikan sarana tumbuh kembang secara normal, antara lain anak yang lapar harus diberi makan dan anak yang sakit harus dirawat; anak adalah yang pertama menerima bantuan saat terjadi kesusahan; anak harus dilindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi; dan anak harus dibesarkan dan diasuh dengan kasih sayang.

"Di Indonesia, Konvensi Hak Anak disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 dan mulai diberlakukan pada 5 Oktober 1990," kata Bintang. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK sebut anak-anak harus jadi pelopor kejujuran
Senin, 19 Juli 2021 - 21:45 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar menyebut anak-anak harus menjad...
Sisi buruk kebiasaan `multitasking` untuk tubuh hingga IQ
Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:24 WIB
Bagi sebagian orang, mengerjakan beberapa aktivitas atau pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan y...
Dharma Wanita diajak kembangkan program peningkatan kreatif
Jumat, 02 Juli 2021 - 11:58 WIB
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata ...
Ikatan Dokter Gigi Anak: Dot digunakan hanya sampai usia 4 tahun
Sabtu, 29 Mei 2021 - 17:56 WIB
Dokter spesialis gigi anak dari Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI), Eriska Riyanti menuturkan...
Perempuan `penyelamat` ekonomi di tengah pandemi
Senin, 26 April 2021 - 14:18 WIB
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, selama lebih dari satu tahun ini telah memp...
Dua pengusaha wanita ubah sampah plastik jadi bahan bangunan
Rabu, 21 April 2021 - 12:01 WIB
Sampah plastik kemasan sachet banyak digemari konsumen karena praktis dan harganya lebih murah. Tapi...
Berdayakan perempuan, Sukoharjo incar APE 2021
Selasa, 06 April 2021 - 18:12 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah masuk nominasi untuk Penghargaan Parahita Ekapraya 2021.
Perkuat ketahanan keluarga cegah radikalisme-terorisme oleh perempuan
Sabtu, 03 April 2021 - 18:57 WIB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meyakini salah satu cara untuk...
Permampu: Perempuan masih hadapi berbagai bentuk diskriminasi
Selasa, 09 Maret 2021 - 17:25 WIB
Konsorsium Permampu yang terdiri dari 8 LSM Perempuan di Pulau Sumatera merayakan International Wome...
Atalia Kamil: Perempuan berperan penting di keluarga saat pandemi
Selasa, 16 Februari 2021 - 19:29 WIB
Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, men...
Live Streaming Radio Network