Pakai earphone terlalu lama sebabkan gangguan telinga
Elshinta
Jumat, 20 November 2020 - 09:15 WIB |
Pakai earphone terlalu lama sebabkan gangguan telinga
Ilustrasi earphone (ANTARA/Pixabay)

Elshinta.com - Keluhan nyeri, iritasi dan infeksi pada telinga dalam tujuh hingga delapan bulan terakhir terus meningkat selama pandemi COVID-19, disebabkan penggunaan earphone dalam waktu yang lama.

Pandemi memaksa para profesional pekerja dan pelajar untuk melakukan tugasnya dari rumah. Para dokter pun mendapat peningkatan jumlah keluhan pasien yang menderita sakit telinga.

Dr. Shrinival Chavan, kepala departemen THT di rumah sakit J J, Mumbai mengatakan seseorang yang menggunakan earphone, earpod ataupun headphne lebih dari delapan jam akan membuat telinga stres apalagi jika earphone tersebut tidak pernah dibersihkan sehingga berisiko menyebarkan infeksi.

"Mendengarkan secara terus-menerus pada volume suara yang tinggi dalam waktu yang lama juga dapat melemahkan kemampuan mendengar," kata Dr. Shrinival Chavan dilansir Indian Express, Jumat.

Jika kebiasaan ini tidak diubah, maka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada telinga. Dr. Shrinival mentarakan kotoran di dalam telinga membunuh bakteri secara alami dan mencegah infeksi.

Penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga akan menghilangkan lapisan lilin pelindungnya dan membuat bagian dalam telinga terkena infeksi bakteri dan hal tersebut biasanya menyebabkan sakit telinga.

"Kami menyarankan orang untuk melepas earphone. Udara segar harus masuk ke dalam telinga agar tetap aman," kata Dr. Shrinival.

Sementara itu, Dr. Rahul Kulkarni, kepala unit THT di Rumah Sakit St George, mengatakan masalah telinga tidak hanya terkait dengan pekerja profesional, tetapi anak-anak sekolah yang harus mengikuti kelas online juga mengalami keluhan yang sama.

"Idealnya, anak sekolah sama sekali tidak menggunakan headphone. Kalau mereka mengikuti kelas di laptop atau PC, maka volume perangkatnya sudah cukup," kata Dr. Rahul.

Dr. Rahul mengatakan orang-orang tidak mengetahui etika bagaimana berkomunikasi melalui panggilan telepon, panggilan konferensi dan konferensi video serta menggunakan volume suara yang keras pada headphone.

"Jika siswa sekolah menggunakan headphone dengan suara lebih dari 60 desibel, secara alami akan membebani daya pendengaran mereka," ujar Dr. Rahul.

Anak-anak sekolah harus mendengarkan volume suara dengan tingkat yang sama seperti saat mereka belajar di kelas. Jika mereka mendengarkan suara dengan volume yang lebih tinggi, hal itu dapat menyebabkan komplikasi.

"Bahkan orang dewasa pun datang dengan keluhan iritasi di telinga. Paparan suara keras dalam waktu lama membuat orang cemas dan mudah marah. Keluhan seperti itu juga terlihat saat ini," kata Dr. Rahul.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkes buka registrasi penerima vaksin Covid-19 via WhatsApp 
Minggu, 17 Januari 2021 - 20:10 WIB
Pemerintah telah memulai vaksinasi Covid-19 sebagai langkah penanggulangan penyebaran virus corona. ...
Dinkes Sulbar berupaya hidupkan pelayanan puskemas
Minggu, 17 Januari 2021 - 18:34 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat kini berupaya menghidupkan kembali pelayanan kesehatan di se...
Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 capai 42.664 orang
Sabtu, 16 Januari 2021 - 16:24 WIB
Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RS) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga 16 Januar...
Kemenkes perlu buat standar GeNose alat `alternative screening` Covid-19
Sabtu, 16 Januari 2021 - 12:53 WIB
Perlu adanya standar dari Kementerian Kesehatan yang secara langsung menyatakan bahwa GeNose adalah ...
Wali Kota Bandung sembuh dari Covid-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 15:28 WIB
Setelah terkonfirmasi positif Covid-19 pada pekan lalu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial kini telah ...
Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 sebanyak 42.196 orang
Jumat, 15 Januari 2021 - 14:36 WIB
Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga 15 Janua...
Pemkab Langkat siap dukung vaksinasi Covid-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 10:37 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara, Terbit Rencana PA, mendukung pelaksanaan vaksinasi dan akan melaksan...
Perlu diketahui, pelaksanaan vaksinasi dan penyakit penyerta
Jumat, 15 Januari 2021 - 09:45 WIB
Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 telah dimulai dengan divaksinasinya Presiden Jokowi pada Rabu (13/1)....
Wali Idris ajak warga Kota Depok hilangkan was-was untuk divaksin
Kamis, 14 Januari 2021 - 17:55 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah terima sejumlah 11140 dosis vaksin sinovac Covid-19 dari Pemeri...
Ini pengakuan seniman Risa Saraswati usai divaksin
Kamis, 14 Januari 2021 - 17:10 WIB
Terkenal dengan karyanya yang berbau supranatural, Risa Saraswati membuat pengakuan heboh usai divak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV