Cegah kelaparan, PBB tarik Rp1,4 triliun dari dana darurat
Elshinta
Rabu, 18 November 2020 - 11:20 WIB |
Cegah kelaparan, PBB tarik Rp1,4 triliun dari dana darurat
Dokumentasi-Seorang gadis kecil Somalia yang terpaksa mengungsi menggendong sang adik saat menunggu bantuan makanan dari Program Pangan Dunia (WFP) di sebuah pemukiman di ibukota Mogadishu, Minggu (07/08/2011), saat 3,6 juta orang di negeri itu terancam kelaparan akibat kekeringan dan kurangnya bantuan makanan. (REUTERS/Ismail Taxta)

Elshinta.com - Kepala Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa Mark Lowcock mengatakan pada hari Selasa bahwa dia akan menggunakan 100 juta dolar AS atau Rp1,4 triliun dari dana darurat badan dunia untuk membantu tujuh negara mencoba mencegah kelaparan yang dipicu oleh konflik, ekonomi yang merosot, perubahan iklim dan pandemi COVID-19.

Sekitar 30 juta dolar AS atau Rp422 miliar akan dibelanjakan di Yaman, 15 juta dolar AS atau Rp211 miliar masing-masing di Afghanistan dan timur laut Nigeria, 7 juta dolar AS atau Rp98 miliar masing-masing di Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo dan 6 juta dolar AS atau Rp84 miliar di Burkina Faso.
Lowcock mengatakan 20 juta dolar AS atau Rp281 miliar juga telah disisihkan untuk mengantisipasi situasi yang memburuk di Ethiopia.

"Prospek kembali ke dunia di mana kelaparan biasa terjadi akan menyayat hati, di dunia di mana ada lebih dari cukup makanan untuk semua orang. Kelaparan mengakibatkan kematian yang menyiksa dan memalukan," kata Lowcock.

"Dampaknya pada suatu negara sangat menghancurkan dan berlangsung lama," katanya dalam sebuah pernyataan.

Hampir 500 juta dolar AS atau Rp7,04 triliun telah dibayarkan ke Dana Tanggap Darurat Pusat PBB pada tahun 2020.

Dana ini digunakan untuk memungkinkan badan dunia menanggapi dengan cepat krisis kemanusiaan baru atau keadaan darurat yang kekurangan dana tanpa harus menunggu sumbangan yang dialokasikan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Afsel kurangi pembatasan, miras dijual lebih bebas
Senin, 13 September 2021 - 12:06 WIB
Afrika Selatan akan melonggarkan pembatasan COVID-19 mulai Senin setelah jumlah kasus infeksi menuru...
Wabah diare di Nigeria, 35 orang meninggal
Selasa, 31 Agustus 2021 - 12:09 WIB
Sedikitnya 35 orang meninggal akibat wabah diare di sebuah kota perbatasan di Negara Bagian Borno, N...
Pantai Gading dilanda wabah flu burung H5N1
Jumat, 20 Agustus 2021 - 16:12 WIB
Kementerian Peternakan Pantai Gading melaporkan kemunculan wabah flu burung H5N1 yang sangat patogen...
Negara Afrika akan segera terima donasi vaksin COVID-19 dari AS
Jumat, 16 Juli 2021 - 22:04 WIB
Hampir 50 negara Afrika akan menerima 25 juta dosis vaksin COVID-19 yang disumbangkan oleh Amerika S...
Gedung terbakar di Afrika Selatan, ibu lempar bayi ke tempat aman
Kamis, 15 Juli 2021 - 10:08 WIB
Seorang anak perempuan berusia 2 tahun selamat tanpa cedera setelah ibunya melemparkannya ke tempat ...
PBB ingatkan tiga negara Afrika terkait bendungan raksasa
Rabu, 07 Juli 2021 - 11:24 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Ethiopia, Sudan dan Mesir untuk tetap berkomitmen pada p...
Mesir akan produksi hingga 60 juta dosis vaksin Sinovac setiap tahun
Jumat, 09 April 2021 - 08:31 WIB
Mesir telah sepakat dengan perusahaan biofarmasi China Sinovac Biotech Ltd untuk memproduksi vaksin ...
Empat penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Mali
Sabtu, 03 April 2021 - 11:15 WIB
Misi PBB di Mali pada Jumat (1/4) mengatakan bahwa empat penjaga perdamaian tewas dan sejumlah lainn...
Bom mobil bunuh diri di Somalia tewaskan 20 orang
Sabtu, 06 Maret 2021 - 12:01 WIB
Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka dalam peristiwa bom mobil bunuh diri tepat d...
WHO: Jumlah kematian akibat malaria melebihi COVID-19 di Afrika
Senin, 30 November 2020 - 12:20 WIB
Kematian akibat malaria di sub-Sahara Afrika jauh lebih parah daripada yang diakibatkan COVID-19, Or...
Live Streaming Radio Network