Analis kesehatan sebut krim bermerkuri berbahaya bagi janin
Elshinta
Minggu, 08 November 2020 - 16:15 WIB |
Analis kesehatan sebut krim bermerkuri berbahaya bagi janin
Kepala Sub Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kendari Satya Darmayani. ANTARA/Harianto)

Elshinta.com - Analis Kesehatan dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari Satya Darmayani menyampaikan bahwa penggunaan krim mengandung bahan merkuri berbahaya bagi janin yang sedang dikandung seorang ibu hamil.

Darmayani yang juga Kepala Sub Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Jurusan Teknologi Laboratorium Medis mengatakan, pemakaian krim pemutih yang mengandung merkuri akan menjadikan kulit putih mulus, namun kemudian akan mengendap di bawah kulit dan setelah bertahun-tahun akan memberikan reaksi negatif pada kulit.

"Mulai dari perubahan warna kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik- bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi pada kulit, serta pemakaian dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kelainan pada ginjal, kerusakan permanen pada otak dan gangguan perkembangan janin," kata Darmayani, melalui pesan WhatsApp, di Kendari, Minggu.

Ia menjelaskan, merkuri merupakan bahan aktif yang ditambahkan oleh produsen kosmetik yang “nakal”. Merkuri, kata dia, ditambahkan dalam krim pemutih yang dapat menghambat pembentukan melanin pada kulit, sehingga akan menghalangi kerja enzim dan merusak selaput dinding sel.

"Merkuri yang terkandung dalam krim pemutih dapat masuk ke dalam tubuh dengan jalan terserap melalui kulit," jelasnya.

Menurut dia, di masa kehamilan umumnya dokter menganjurkan agar ibu hamil tidak menggunakan produk-produk kosmetik yang mengandung bahan kimia tertentu, karena dikhawatirkan salah satu produk yang sedang digunakan ibu hamil tersebut mengandung merkuri.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dan menyusui yang menggunakan produk kosmetik bermerkuri berisiko bayinya keracunan merkuri," tuturnya.

Ia menambahkan, penelitian menunjukkan bahwa paparan merkuri Prenatal dan Posnatal dapat menyebabkan kerusakan neurologis pada anak. Seperti keterbelakangan mental, cerebral palsy (lumpuh otak), tuli, kebutaan dan sebagainya.

"Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui, jangan sembarang menggunakan produk kosmetik," ujar dia.

Kata Darmayani, kosmetik yang mengandung merkuri tidak hanya terdapat pada krim wajah saja, tetapi pada beberapa produk kosmetik lain. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan BPOM, lanjut dia, jenis kosmetik yang ditemukan mengandung merkuri diantaranya ada pada hand body, lipstick, cairan pembersih wajah serta krim wajah.

"Ciri-ciri krim bermerkuri adalah tidak terdaftar di BPOM, tidak ada label halal dari MUI, berbau dan menyengat, memberikan hawa panas ketika digunakan, memiliki warna yang mencolok, membuat kulit pucat, memberikan hasil instan, tidak timbul jerawat sama sekali, timbul bintik hitam," jelas dia.

Ia kemudian menyarankan kepada para wanita agar menggunakan bahan-bahan alami dari jenis buah-buahan atau sayuran jika ingin terlihat cantik secara natural, dan tidak menggunakan krim kosmetik yang mengandung merkuri.

"Setiap wanita pasti ingin terlihat cantik dan menarik. Menjaga serta merawat kulit memang sangat penting, namun jangan lupa kesehatan tubuh juga tidak kalah pentingnya. Jadilah wanita yang cantik luar dalam dengan lebih bijak memilah dan memilih produk yang aman untuk digunakan. Pilihlah skincare dari bahan alternatif yang relatif aman dan memberikan manfaat yang sama pada kulit," pungkas wanita berhijab tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemda Matim gelar kegiatan rembuk stunting
Jumat, 17 September 2021 - 18:05 WIB
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Keseh...
Pendidikan kesehatan seksual reproduksi di keluarga pondasi pemenuhan HKSR
Senin, 06 September 2021 - 21:11 WIB
Hampir dua tahun, Indonesia masih terus berjuang mengakhiri pandemi Covid-19.
YKI harapkan wanita di Langkat ikut iva test 
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:13 WIB
Ketua Pengurus  Cabang Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Tiorita, m...
Julie Sutrisno: PMT di Desa Model tidak hanya ibu hamil
Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:47 WIB
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Model yang ada di NTT tidak hanya pada ibu hamil, tetapi di...
Seluk beluk vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil
Minggu, 08 Agustus 2021 - 12:46 WIB
 Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah merekomendasikan pemberian vaksin COVID...
POGI: Ibu hamil jangan ragu vaksinasi COVID-19
Selasa, 03 Agustus 2021 - 18:23 WIB
 Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. DR. Dr. Budi Wiweko...
Kini sudah ada mesin Mammomat Revelation untuk deteksi kanker payudara
Minggu, 04 Juli 2021 - 09:36 WIB
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) telah menginstalasi mesin mamografi terbaru, bernama Mammomat Revelat...
Dokter sarankan wanita hamil trimester awal hindari sauna
Selasa, 04 Mei 2021 - 15:05 WIB
Dokter spesialis kandungan dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Manggala Pasca Wardhana, SpOG(K), menyata...
Kenali tanda nyeri haid tak normal
Selasa, 27 April 2021 - 12:52 WIB
Sebagian wanita merasakan nyeri atau kram selama periode menstruasinya, baik itu menjelang atau sela...
 TMMD KE-110 Kodim 1711/BVD sosialisasikan tentang pencegahan bahaya stunting
Kamis, 11 Maret 2021 - 21:23 WIB
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-110 Kodim 1711/BVD menggelar kegiatan non fisik bers...
Live Streaming Radio Network