Moderna akan laporkan data uji akhir vaksin COVID-19 pada November
Elshinta
Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:39 WIB |
Moderna akan laporkan data uji akhir vaksin COVID-19 pada November
Ilustrasi - Botol botol dosis vaksin virus corona baru atau COVID-19 di laboratorium. (ANT/Shutterstock) - https://bit.ly/37Xn0dB

Elshinta.com - Perusahaan bioteknologi Moderna akan melaporkan data hasil uji klinis tahap akhir vaksin COVID-19 buatan mereka bulan depan, menurut perusahaan itu pada Kamis (29/10).

Kabar itu memberikan kepastian waktu kapan dunia akan mengetahui apakah vaksin tersebut ampuh melawan COVID-19.

Moderna, salah satu pihak terdepan dalam perlombaan global penemuan vaksin, mengatakan komite peninjau data independen mereka diperkirakan akan melakukan tinjauan sementara terhadap uji klinis tahap akhir yang melibatkan 30.000 relawan pada November 2020.

Moderna mengatakan, pihaknya mengharapkan memperoleh data keamanan dua bulan, seperti yang disyaratkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, pada paruh kedua November dan setelah itu akan mengajukan izin penggunaan darurat.

Perusahaan Cambridge, yang bermarkas di Massachusetts, telah menandatangani kontrak dengan pemerintah AS dan sejumlah negara lainnya, dan sedang dalam pembicaraan dengan grup pimpinan WHO untuk penyediaan vaksin.

Moderna, yang belum memiliki produk yang disetujui di pasar, masuk dalam segelintir perusahaan yang sedang dalam proses uji klinis vaksin tahap akhir, bersama dengan produsen obat lainnya seperti Johnson & Johnson dan Pfizer.

"Saya yakin bahwa jika kami meluncurkan vaksin COVID-19 kami, maka 2021 dapat menjadi tahun perubahan paling penting dalam sejarah Moderna," kata CEO Stephane Bancel.

Perusahaan itu juga mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan program COVAX yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai usulan batas harga vaksin mereka, demikian dilansir Antara dari Reuters. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gamelan Indonesia membahana di Plaza PBB Buenos Aires
Jumat, 04 Desember 2020 - 20:55 WIB
KBRI Buenos Aires bekerja sama dengan pemerintah kota setempat mengadakan pertunjukan Gamelan in th...
RI dorong DK PBB perkuat tata kelola keamanan di negara pascakonflik
Jumat, 04 Desember 2020 - 13:00 WIB
Indonesia mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperkuat tata kelola sektor keamanan di negara-n...
Moderna berharap 125 juta vaksin COVID tersedia pada kuartal I 2021
Jumat, 04 Desember 2020 - 09:30 WIB
Perusahaan Moderna pada Kamis (3/12) mengatakan pihaknya berharap bahwa 100-125 juta dosis vaksin ek...
Penyiksaan PMI berulang, Menlu minta MoU perlindungan diselesaikan
Kamis, 03 Desember 2020 - 16:00 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan pentingnya membangun koridor migrasi aman bagi peker...
Twitter perluas aturan ujaran kebencian, masukkan soal ras dan etnis
Kamis, 03 Desember 2020 - 13:15 WIB
Twitter Inc pada Rabu memperluas kebijakannya yang melarang ujaran kebencian dengan memasukkan `baha...
Patung kepala kuda kembali ke Beijing setelah 160 tahun hilang
Kamis, 03 Desember 2020 - 12:00 WIB
Patung kepala kuda yang terbuat dari perunggu akhirnya kembali ke Museum Istana Kuno Musim Panas di ...
WHO tinjau vaksin Pfizer untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat
Kamis, 03 Desember 2020 - 11:15 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (2/12)mengatakan telah menerima data vaksin COVID-19 dari...
Harga minyak menguat setelah Inggris setujui penggunaan vaksin
Kamis, 03 Desember 2020 - 10:00 WIB
Harga minyak menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), saat persetujuan Ing...
PBB nyatakan 2020 mungkin jadi tahun terpanas kedua
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:00 WIB
Tahun 2020 berada dalam jalur untuk menjadi tahun terpanas kedua dalam catatan, setelah 2016, sebaga...
PBB desak semua negara untuk sebut pelaut pekerja penting
Rabu, 02 Desember 2020 - 12:30 WIB
Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang mendesak semua negara untuk menyebut pelaut dan person...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV