Harga emas jatuh lagi, catat rugi dua hari beruntun
Elshinta
Jumat, 30 Oktober 2020 - 07:57 WIB |
Harga emas jatuh lagi, catat rugi dua hari beruntun
Ilustrasi - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan. (ANT/REUTERS/am) - https://bit.ly/3oFnVpa

Elshinta.com - Harga emas jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh dolar yang lebih kuat dan kurangnya kejelasan tentang kesepakatan stimulus AS, sementara kekhawatiran atas lonjakan kasus COVID-19 dan ketidakpastian menjelang pemilu AS membatasi kerugian.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, merosot 11,2 dolar AS atau 0,6 persen menjadi ditutup pada 1.868 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu (28/10/2020), harga emas berjangka anjlok 32,7 dolar AS atau 1,71 persen menjadi 1.879,2 dolar AS, setelah menguat 6,2 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.911,9 dolar AS pada Selasa (27/10/2020), dan naik tipis 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.905,70 dolar AS pada Senin (26/10).

"Penurunan yang kami lihat pada harga emas adalah karena ada kekhawatiran jangka pendek tentang waktu stimulus disetujui," kata Pendiri Circle Squared Alternative Investments, Jeffrey Sica. Ia menambahkan "penguatan dolar AS berdampak pada emas."

Kepala penasihat ekonomi Presiden Donald Trump mengatakan, pada Kamis (29/10), bahwa kesepakatan apa pun tentang undang-undang bantuan Virus Corona AS telah ditunggu sekarang.

Melemahkan daya tarik emas, indeks dolar naik 0,7 persen mendekati level tertinggi dua minggu terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Emas sekarang berada pada level di mana orang dapat mengakumulasi mengingat kekacauan di sekitar pemilu AS, kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dan situasi Virus Corona. Tren emas masih bullish,” kata Sica.

Emas, yang sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, telah melonjak 24 persen tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi.

Tingkat infeksi COVID-19 yang meningkat pesat di Eropa memaksa Prancis dan Jerman untuk memerintahkan negara mereka kembali ke lockdown.

Sementara itu data menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang tak tertandingi di kuartal ketiga dan klaim pengangguran mingguan turun lebih besar dari yang diperkirakan di minggu terakhir.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (29/10/2020) bahwa produk domestik bruto (PDB) AS meningkat dengan rekor 33,1 persen pada kuartal ketiga.

Laporan klaim pengangguran mingguan menempatkan klaim pengangguran awal di 751.000 pada pekan yang berakhir 24 Oktober, penurunan 40.000 dan penurunan keempat dalam lima bulan terakhir.

Menjelang pemilu 3 November penantang Demokrat Joe Biden memimpin atas petahana Trump secara nasional, tetapi persaingan lebih ketat di negara bagian-negara bagian yang masih mengambang.

Investor juga mencerna pernyataan dari Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (29/10/2020), mengatakan akan mempertimbangkan untuk mengubah rencana stimulusnya pada Desember. Analis pasar yakin hal itu kemungkinan akan berdampak pada harga emas dalam jangka menengah.

Dewan Emas Dunia merilis pernyataan pada hari yang sama, menunjukkan bahwa permintaan emas global secara keseluruhan turun 19 persen menjadi 892 metrik ton pada kuartal ketiga, total kuartalan terendah sejak 2009.

Tetapi investasi emas global, termasuk koin, batangan dan arus masuk ke ETF (exchange-traded funds) berbasis emas mencapai 494,6 metrik ton di kuartal ini, naik 21 persen dari tahun lalu.

Logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 0,1 sen atau 0,004 persen menjadi ditutup pada 23,36 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 25,5 dolar AS atau 2,91 persen menjadi ditutup pada 849,5 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkes India positif COVID-19 usai diberi dosis vaksin uji coba
Sabtu, 05 Desember 2020 - 19:00 WIB
Menteri Kesehatan Negara Bagian India Haryana Anil Vij, yang bulan lalu diberi dosis uji coba vaksi...
Gamelan Indonesia membahana di Plaza PBB Buenos Aires
Jumat, 04 Desember 2020 - 20:55 WIB
KBRI Buenos Aires bekerja sama dengan pemerintah kota setempat mengadakan pertunjukan Gamelan in th...
RI dorong DK PBB perkuat tata kelola keamanan di negara pascakonflik
Jumat, 04 Desember 2020 - 13:00 WIB
Indonesia mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperkuat tata kelola sektor keamanan di negara-n...
Moderna berharap 125 juta vaksin COVID tersedia pada kuartal I 2021
Jumat, 04 Desember 2020 - 09:30 WIB
Perusahaan Moderna pada Kamis (3/12) mengatakan pihaknya berharap bahwa 100-125 juta dosis vaksin ek...
Penyiksaan PMI berulang, Menlu minta MoU perlindungan diselesaikan
Kamis, 03 Desember 2020 - 16:00 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan pentingnya membangun koridor migrasi aman bagi peker...
Twitter perluas aturan ujaran kebencian, masukkan soal ras dan etnis
Kamis, 03 Desember 2020 - 13:15 WIB
Twitter Inc pada Rabu memperluas kebijakannya yang melarang ujaran kebencian dengan memasukkan `baha...
Patung kepala kuda kembali ke Beijing setelah 160 tahun hilang
Kamis, 03 Desember 2020 - 12:00 WIB
Patung kepala kuda yang terbuat dari perunggu akhirnya kembali ke Museum Istana Kuno Musim Panas di ...
WHO tinjau vaksin Pfizer untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat
Kamis, 03 Desember 2020 - 11:15 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (2/12)mengatakan telah menerima data vaksin COVID-19 dari...
Harga minyak menguat setelah Inggris setujui penggunaan vaksin
Kamis, 03 Desember 2020 - 10:00 WIB
Harga minyak menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), saat persetujuan Ing...
PBB nyatakan 2020 mungkin jadi tahun terpanas kedua
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:00 WIB
Tahun 2020 berada dalam jalur untuk menjadi tahun terpanas kedua dalam catatan, setelah 2016, sebaga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV