Presiden Meksiko kecam `lockdown` oleh Eropa
Elshinta
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:11 WIB |
Presiden Meksiko kecam `lockdown` oleh Eropa
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, Rabu (28/10), mengecam negara-negara Eropa karena menerapkan lockdown dalam membendung penyebaran virus corona.

Ia tampaknya menganggap penguncian ketat itu sebagai tindakan sewenang-wenang.

Jerman dan Prancis pada Rabu mengumumkan serangkaian pembatasan, yang mendekati tingkat lockdown pada musim semi, ketika kematian akibat COVID-19 di seluruh Eropa melonjak.

Otoritas nasional ataupun lokal di beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko, telah memberlakukan jam malam.

Ketika berbicara pada konferensi pers berkala, Lopez Obrador menyayangkan tindakan yang diambil negara-negara Eropa.

Ia mendesak para pemerintah di Eropa agar menunjukkan lebih banyak kepercayaan terhadap penduduk mereka.

"Apa yang diperlihatkan adalah tindakan otoriter oleh pihak berwenang, oleh pemerintah, dengan segala hormat, di pihak mereka yang memilih langkah ini," katanya.

Ia menjawab pertanyaan apakah Meksiko kemungkinan akan mengambil tindakan lebih keras untuk menghentikan peningkatan kasus virus corona.

"Jam malam bukanlah tanda kepercayaan pada orang-orang. (Tindakan, red) ini menempatkan diri Anda di atas sebagai otoritas dan memandang warga negara sebagai anak-anak, seolah mereka tidak mengerti. Bahkan di saat-saat terburuknya, Eropa tidak pernah memberlakukan jam malam dan semua tindakan ini."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gamelan Indonesia membahana di Plaza PBB Buenos Aires
Jumat, 04 Desember 2020 - 20:55 WIB
KBRI Buenos Aires bekerja sama dengan pemerintah kota setempat mengadakan pertunjukan Gamelan in th...
RI dorong DK PBB perkuat tata kelola keamanan di negara pascakonflik
Jumat, 04 Desember 2020 - 13:00 WIB
Indonesia mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperkuat tata kelola sektor keamanan di negara-n...
Moderna berharap 125 juta vaksin COVID tersedia pada kuartal I 2021
Jumat, 04 Desember 2020 - 09:30 WIB
Perusahaan Moderna pada Kamis (3/12) mengatakan pihaknya berharap bahwa 100-125 juta dosis vaksin ek...
Penyiksaan PMI berulang, Menlu minta MoU perlindungan diselesaikan
Kamis, 03 Desember 2020 - 16:00 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan pentingnya membangun koridor migrasi aman bagi peker...
Twitter perluas aturan ujaran kebencian, masukkan soal ras dan etnis
Kamis, 03 Desember 2020 - 13:15 WIB
Twitter Inc pada Rabu memperluas kebijakannya yang melarang ujaran kebencian dengan memasukkan `baha...
Patung kepala kuda kembali ke Beijing setelah 160 tahun hilang
Kamis, 03 Desember 2020 - 12:00 WIB
Patung kepala kuda yang terbuat dari perunggu akhirnya kembali ke Museum Istana Kuno Musim Panas di ...
WHO tinjau vaksin Pfizer untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat
Kamis, 03 Desember 2020 - 11:15 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (2/12)mengatakan telah menerima data vaksin COVID-19 dari...
Harga minyak menguat setelah Inggris setujui penggunaan vaksin
Kamis, 03 Desember 2020 - 10:00 WIB
Harga minyak menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), saat persetujuan Ing...
PBB nyatakan 2020 mungkin jadi tahun terpanas kedua
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:00 WIB
Tahun 2020 berada dalam jalur untuk menjadi tahun terpanas kedua dalam catatan, setelah 2016, sebaga...
PBB desak semua negara untuk sebut pelaut pekerja penting
Rabu, 02 Desember 2020 - 12:30 WIB
Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang mendesak semua negara untuk menyebut pelaut dan person...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV