Sragen mulai layani dan lindungi anak berstatus rentan PKSAI 
Elshinta
Rabu, 28 Oktober 2020 - 13:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Sragen mulai layani dan lindungi anak berstatus rentan PKSAI 
Sumber foto: Yayasan Setara/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah kini siap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada puluhan ribu anak yang berstatus rentan di wilayahnya dengan meresmikan berdirinya Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI), Selasa (27/10).

Pelaksana tugas Bupati Sragen Dedy Endriyatno saat meresmikan PKSAI mengatakan, pusat kesejahteraan sosial anak ini merupakan unsur pelayanan yang memiliki tugas pelayanan sosial, dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara terintegrasi dan terpadu lintas sektor. 

“Pelayanan terhadap anak rentan yang diberikan PKSAI ini selain bersifat terpadu juga bersifat berkelanjutan. Di samping itu, pelayanan sosial harus lebih menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput. Menjangkau seluruh warga yang mengalami masalah sosial dengan sistem dan program kesejahteraan sosial yang melembaga dan profesional, serta mengedepankan peran dan tanggungjawab keluarga dan masyarakat,” ujar Dedy Endriyatno.

Dedy mengakui selama ini pelayanan sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang diberikan Pemkab Sragen masih bersifat pelayanan sosial sektoral dengan jangkauan yang terbatas. Pelayanan sosial selama ini hanya merespon masalah aktual secara reaktif. Fokus pelayanan masih berbasis institusi dan belum memiliki rencana strategis nasional untuk keterpaduan pelayanan.

Ia  juga menjelaskan, situasi anak rentan di wilayah mereka merujuk data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bulan Januari 2020, mencapai 72.180  anak rentan. Sementara jumlah total anak-anak berdasar data tahun 2019 mencapai 258.807 anak. 

“Konsekuensinya bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus lebih memahami permasalahan sosial di daerahnya, sekaligus mampu memberikan solusi layanan yang dibutuhkan masyarakat secara tepat, cepat, efektif, efisien, terintegrasi serta lebih mampu menjangkau sasaran secara proaktif.,” terang Dedy seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Ia berharap dengan di-launching-nya PKSAI Kabupaten Sragen ini, bisa membantu mencegah dan mengurangi risiko-risiko anak dengan status rentan. Selain itu bisa memberikan pelayanan pengaduan dan atau rujukan sosial di seluruh Jawa Tengah.

“Saya berharap PKSAI merupakan awal pekerjaan kita," ujarnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen Joko Saryono mengungkapkan bahwa rencana launching PKSAI ini sudah dirancang sejak bulan Januari lalu. Namun karena ada  pandemi membuat dinas yang dipimpinnya lebih memfokuskan terhadap penanganan pembagian bantuan sosial. 

“Lalu kita ingatkan lagi komitmen awal dan sekarang baru terlaksana. Ini semua sudah dikoordinasikan dengan lintas institusi, seperti dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Satpol PP, hingga yang instansi lain dan berharap semua memahami demi kepentingan anak-anak kita,” kata Joko Saryono.

Sementara itu Child Protection Specialist UNICEF Indonesia Astrid Gonzaga Dionisio sangat menyambut baik peluncuran PKSAI Kabupaten Sragen.

Menurutnya saat ini tidak hanya sistem kesehatan saja yang melemah, sistem pendidikan yang terganggu akibat pandemi Covid-19, namun kasus-kasus kekerasan terhadap anak tetap terjadi. Termasuk kasus kekerasan seksual. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kiat orang tua buat konten edukatif untuk anak
Minggu, 21 Februari 2021 - 10:45 WIB
CEO HelloMotion sekaligus kreator konten dan animator asal Indonesia Wahyu Aditya membagikan sejumla...
Kementerian PPPA ingatkan tiga risiko kekerasan anak di ranah daring
Rabu, 10 Februari 2021 - 16:45 WIB
Internet membawa banyak manfaat, terlebih pada masa pandemi seperti saat ini di mana pembelajaran ha...
Wamendes Budi Arie optimistis angka stunting turun tinggal 14 persen di 2024
Senin, 08 Februari 2021 - 16:34 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengatakan Keme...
Perlukah anak di atas usia dua tahun diberi susu?
Jumat, 29 Januari 2021 - 15:56 WIB
Anak yang sudah berusia di atas dua tahun tak perlu lagi mendapatkan asupan susu termasuk yang dikla...
Angka perceraian di Sentani Papua tahun 2020 menurun
Rabu, 27 Januari 2021 - 16:35 WIB
Pengadilan Agama (PA) Sentani Kabupaten  Jayapura, Papua mencatat ada 124 laporan yang masuk selama...
Jubir: Kekebalan kelompok lindungi ibu hamil-menyusui dari COVID-19
Selasa, 26 Januari 2021 - 16:23 WIB
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan deng...
Pakar sebut anak sudah boleh konsumsi es krim sejak usia satu tahun
Jumat, 22 Januari 2021 - 21:33 WIB
Dokter spesialis anak dr. Attila Dewanti menjelaskan es krim sebetulnya sudah boleh dikonsumsi oleh ...
Empat tips liburan seru bareng keluarga di rumah aja
Kamis, 31 Desember 2020 - 05:57 WIB
Momen liburan akhir tahun selalu menjadi waktu liburan keluarga paling ditunggu. Tak seperti sebelum...
Hubungan ibu-anak yang baik bisa hindarkan perilaku negatif
Kamis, 24 Desember 2020 - 12:10 WIB
Psikolog anak dan keluarga, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. mengatakan hubungan yang erat dan ha...
Hari Ibu dan tantangan pemenuhan gizi anak di tengah pandemik
Selasa, 22 Desember 2020 - 06:30 WIB
Perhatian besar bagi pemenuhan gizi anak menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang kerap diabaikan di ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV