Pengamat: Pandemi momentum kaji kebijakan industri penerbangan
Elshinta
Selasa, 27 Oktober 2020 - 21:01 WIB |
Pengamat: Pandemi momentum kaji kebijakan industri penerbangan
Ilustrasi - Maskapai penerbangan dalam negeri. (Dok ANTARA Jatim)

Elshinta.com - Pengamat penerbangan Ziva Narendra Arifin menilai bahwa pandemi COVID-19 dapat dijadikan momentum bagi pemangku kepentingan untuk mengkaji kembali sejumlah kebijakan agar ekosistem industri penerbangan dapat tumbuh berkelanjutan.

"Pandemi ini harus dijadikan momentum, baik dari sisi pemangku kepentingan dan pemerintah untuk mengkaji kembali apa saja yang bisa dibenahi agar industri penerbangan berkembang berkelanjutan," ujar Ziva Narendra Arifin menanggapi Hari Penerbangan Nasional di tengah Pandemi, di Jakarta, Selasa.

Di tengah pandemi COVID-19, lanjut dia, dibutuhkan suatu usaha bersama sehingga industri ini mengalami perubahan yang lebih baik dari berbagai sisi.

"Kita lihat di infrastruktur bandara, di daerah masih banyak yang perlu dibenahi. Dari sisi regulasi dan hukum, saat ini momentum untuk instropeksi," ucapnya.

Ziva memprediksi memprediksi pemulihan bisnis penerbangan baru akan terjadi pada dua tahun mendatang atau pada 2022.

"Kita masih dalam mode bertahan saat ini, paling tidak sampai dua tahun ke depan hingga vaksin COVID-19 bisa terbukti, diadministrasikan dan dipatenkan," ucapnya.

Maka itu, lanjut dia, pelaku industri harus dapat lebih kreatif mengatur strategi agar bisnis penerbangan tetap berjalan dan dapat bertahan hingga pandemi usai.

"Kiat teman-teman di maskapai dalam beberapa bulan terakhir mereka mengkonversi penerbangan dari membawa penumpang menjadi kargo, kemudian izin penerbangan berjadwal mungkin bisa konversi atau menambah perizinan komersial tidak berjadwal sehingga mereka bisa melakukan penerbangan-penerbangan yang sifatnya tidak reguler, baik sifatnya charter membawa logistik atau lainnya," paparnya.

Dengan strategi yang lebih kreatif, menurut dia, setidaknya dapat menjaga aset perusahaan tidak hilang. Setelah pandemi berakhir, perusahaan dapat beraktivitas dengan cepat.

"Selain bisa bertahan, maskapai harus dapat menjaga aset terbesarnya. Aset terbesar maskapai nomor satu itu adalah SDM, yang kedua baru pesawatnya," ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kementerian PUPR: Padat karya bedah rumah serap 287 ribu tenaga kerja
Senin, 30 November 2020 - 09:25 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat program padat karya bedah rumah atau...
Jurus Bulog Sultra menjaga ketahanan pangan di saat pandemi
Senin, 30 November 2020 - 09:10 WIB
Bulog Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari hingga November 2020 telah menyerap ...
MUI Lebak haramkan pemberontakan pada pemerintah sah
Minggu, 29 November 2020 - 21:25 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengharamkan pemberontak kepada pemerintah ya...
Wamenag: Penyiapan naskah Jumat bukan intervensi kepada penceramah
Minggu, 29 November 2020 - 16:32 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa\\\'adi menegaskan bahwa penyiapan naskah, atau materi khutbah J...
Kekerasan di Lembantongoa, Menag harap polisi tangkap dan hukum pelaku
Minggu, 29 November 2020 - 16:11 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengecam terjadinya kekerasan di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulten...
Polisi dalami kabar Rizieq Shihab yang kabur dari rumah sakit
Minggu, 29 November 2020 - 13:54 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Erdi A Chaniago, menyebut pihak penyid...
Perti: Ulama harus bawa kedamaian dan kerukunan bagi umat
Minggu, 29 November 2020 - 10:55 WIB
Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Dr KH Anwar Sanusi SH SPel MM menga...
Peraih KEHATI Award bertekad lestarikan tenun dayak berbahan alami
Minggu, 29 November 2020 - 10:10 WIB
Peraih Tunas KEHATI Award 2020 dari Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI) Margaretha Mala, ...
29 November 1975: Merah Putih berkibar di Timor Leste
Minggu, 29 November 2020 - 06:01 WIB
29 November 1975: Merah Putih berkibar di Timor Leste
Forum Satu Bangsa: Usut pembakaran gereja dan pembunuhan di Sigi
Sabtu, 28 November 2020 - 15:45 WIB
Forum Satu Bangsa meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pembakaran gereja dan rumah warga ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV