Jrx SID jelaskan arti postingannya sebut \"konspirasi busuk\"
Elshinta
Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:01 WIB |
Jrx SID jelaskan arti postingannya sebut \
Terdakwa Jrx SID masuk ke dalam mobil tahanan, setelah menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Denpasar, Selasa (27/10/2020). ANTARA/Ayu Khania Pranisitha

Elshinta.com - Terdakwa atas dugaan kasus ujaran kebencian dan dugaan pencemaran nama baik IDI, bernama I Gede Ary Astina alias Jrx, menjelaskan maksud dari postingannya yang sempat menyebutkan terkait "konspirasi busuk", dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Adapun postingan terdakwa sebelumnya yang dimaksudkan, yaitu berbunyi: Tahun 2018 ada 21 Dokter Indonesia yang meninggal. Ini yang terpantau oleh media saja ya. Sayang ada konspirasi busuk yang mendramatisir situasi seolah Dokter meninggal hanya tahun ini agar masyarakat ketakutan berlebihan terhadap CV19. Saya tahu darimana? Silahkan salin semua link yang ada di foto, post di FB/IG anda. Lalu lihat apa yang terjadi! Masih bilang CV19 bukan konspirasi? Wake the fuck up Indonesia!.
 

"Saya percaya virusnya ada tapi virus tersebut punya banyak penumpang gelapnya dan banyak kepentingan-kepentingan lain di belakangnya, seperti bisnis, politik, bisnis internasional, dan juga kepentingan global," kata Jrx di hadapan majelis hakim yang dipimpin Ida Ayu Adnya Dewi, di Denpasar, Selasa.

Selain itu, terkait dengan pernyataannya yang menyebutkan "Tahun 2018 ada 21 Dokter Indonesia yang meninggal. Ini yang terpantau oleh media saja ya. Sayang ada konspirasi busuk yang mendramatisir situasi seolah Dokter meninggal hanya tahun ini agar masyarakat ketakutan berlebihan terhadap CV19", Jrx mengatakan hal itu dimaksudkan agar tidak muncul ketakutan yang berlebihan terhadap Covid-19.

"Begini Yang Mulia, saya percaya ada dokter meninggal, tapi tahun lalu ada nakes yang meninggal juga lalu kenapa ada ketakutan berlebihan. Saya ingin kita tidak takut berlebihan. Tidak takut berlebihan (terhadap Covid)," kata Jrx kepada majelis hakim.

Sementara itu, Dewi memberikan pertanyaan kepada terdakwa Jrx terkait dengan maksud kalimat "Wake the fuck up Indonesia!", pada postingannya. "Terkait dengan tulisan Wake the Fuck up Indonesia? Bisa saudara jelaskan apa maksudnya?", kata dia.

Selanjutnya, Jrx menanggapi bahwa tulisan tersebut memiliki maksud Indonesia bangkit dan berdaulat. "Mari kita bangkit Indonesia, Indonesia bangkitlah! tujuannya agar Indonesia bangkit dan menjadi berdaulat. Tulisan itu sering digunakan di atas panggung, dan diadopsi dari band-band berbahasa Inggris di Amerika," ucap Jrx.

Dalam perkara ini, Jrx didakwa dengan dua pasal, yaitu pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11/2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. Serta pasal 27 ayat (3) juncto asal 45 ayat (3) UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dewi mengatakan persidangan terhadap terdakwa I Gede Ary Astina alias Jrx akan dilanjutkan pada Selasa, (3/11) dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penetapan tersangka aset tanah Manggarai Barat tunggu hasil audit BPK
Selasa, 24 November 2020 - 06:45 WIB
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Abdul Hakim mengatakan...
Polisi: IRT jadi tersangka penipuan bermodus luluskan CPNS
Selasa, 24 November 2020 - 06:30 WIB
Polresta Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial EL (51...
KPK usut dugaan korupsi proyek Stadion Mandala Krida Yogyakarta
Senin, 23 November 2020 - 17:55 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi pekerjaan pemban...
Ustad pengelola rumah produksi sabu-sabu dijanjikan upah Rp100 juta
Senin, 23 November 2020 - 17:45 WIB
Ustad berinisial SA (45), pengelola rumah produksi sabu-sabu di Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur,...
Mantan Dirut PT INTI Darman Mappangara dieksekusi ke Lapas Sukamiskin
Senin, 23 November 2020 - 14:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Ind...
KPK telusuri keterlibatan pihak lain perkara Djoko Tjandra
Senin, 23 November 2020 - 13:07 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelaah berkas dokumen perkara Djoko Soegiarto Tjandra yan...
KPK sebut struktur baru organisasi tidak `gemuk`
Senin, 23 November 2020 - 11:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut struktur baru organisasi sesuai Peraturan Komisi (Perkom...
Polda NTB ungkap keberadaan rumah produksi sabu di Lombok Timur
Minggu, 22 November 2020 - 21:25 WIB
Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, berhasil mengungkap keb...
Polisi tangkap pria warga Simeulue diduga memerkosa anak angkatnya
Minggu, 22 November 2020 - 07:25 WIB
Polres Simeulue, Provinsi Aceh menangkap seorang pria berinisial SDJ (35), warga sebuah desa di Keca...
Tim Tabur Kejaksaan tangkap buronan kasus korupsi Pelabuhan Awerangnge
Sabtu, 21 November 2020 - 06:00 WIB
Tim Tabur Kejaksaan tangkap buronan perkara korupsi fasilitas Pelabuhan Awerangne Oenardi alias Ayon...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV