Praktisi tekankan pentingnya data pertanian untuk tentukan impor
Elshinta
Senin, 26 Oktober 2020 - 19:03 WIB |
Praktisi tekankan pentingnya data pertanian untuk tentukan impor
Pekerja menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten. (Foto Antaranews.com)

Elshinta.com - Praktisi sektor pangan dan Co-founder perusahaan teknologi pertanian TaniHub Pamitra Wineka mengingatkan pentingnya data pertanian yang akurat dalam menentukan berbagai langkah kebijakan pertanian seperti impor pangan.

"Sebaiknya pemerintah memiliki data yang akurat mengenai produksi pangan dan masa tanam petani sehingga impor bisa dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut dan tidak merugikan petani," kata Pamitra dalam rilis di Jakarta, Senin.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah harus memastikan ketersediaan kebutuhan pangan karena permasalahan pangan bisa menyebabkan gejolak sosial dan ekonomi.

Pamitra menambahkan bahwa ketersediaan data produksi pangan yang akurat menjadi penting dalam melakukan keputusan untuk melakukan impor.

Hal tersebut, lanjutnya, karena ketersediaan data yang akurat dengan frekuensi rutin tentunya akan memudahkan pemerintah untuk melakukan distribusi pangan yang baik agar harga terkendali.

"Tujuan impor untuk mengendalikan harga supaya nilai inflasi juga terkendali dan konsumen tidak kaget karena adanya lonjakan harga," katanya.

Ia juga meminta pemerintah untuk memperhatikan pengambilan kebijakan impor supaya tidak merugikan petani. Supaya petani tidak dirugikan karena impor, impor pangan hendaknya dilakukan dengan memperhatikan masa tanam petani.

Pamitra mengingatkan bahwa impor idealnya dilakukan saat petani baru menanam tanamannya, bukan saat menjelang panen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas: Pasien sembuh COVID-19 bertambah 3.842 jadi 433.649 orang
Kamis, 26 November 2020 - 16:45 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga Kamis, (26/11) 2020, pasien sembuh dari...
KPU Sumsel minta antisipasi temuan simulasi pilkada
Kamis, 26 November 2020 - 15:15 WIB
Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan meminta tujuh kabupaten mengevaluasi serta mengantisipasi tem...
Satgas Nusantara Polri gelar bakti sosial dan kesehatan di Bantul
Kamis, 26 November 2020 - 15:05 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Nusantara yang dibentuk Kepolisian Republik Indonesia, bersama Kepolisian Daer...
BPJS Kesehatan paparkan penanganan COVID-19 di forum internasional
Kamis, 26 November 2020 - 14:50 WIB
BPJS Kesehatan memaparkan aksi gotong royong Indonesia tangani COVID-19 di forum internasional Techn...
PT Timah santuni anak yatim dan lansia di Bangka Barat
Kamis, 26 November 2020 - 14:05 WIB
BUMN PT Timah Tbk menyalurkan santunan kepada anak yatim dan warga lanjut usia (lansia) di Desa Belo...
Bebenah rumah cegah demam berdarah
Kamis, 26 November 2020 - 13:35 WIB
Memasuki penghujung Bulan November, suara hujan yang menghempas kaca jendela makin sering terdengar ...
Merokok sembarangan di Aceh bisa di penjara
Kamis, 26 November 2020 - 13:25 WIB
Merokok sembarangan di Aceh bisa dihukum penjara tiga hari atau denda paling banyak Rp500 ribu, dima...
Jelang libur panjang, DAMRI siapkan ribuan armada `Bus Sehat`
Kamis, 26 November 2020 - 12:05 WIB
Penyelenggara jasa angkutan penumpang dan barang dengan bus, DAMRI, telah mempersiapkan angkutan unt...
Akademisi: Reuni 212 perlu dilarang karena pandemi COVID-19 belum menurun
Kamis, 26 November 2020 - 11:50 WIB
Riris Andono Ahmad mengatakan menyarankan pemerintah harus terus melarang kegiatan-kegiatan yang men...
RI kecam terulangnya kasus penyiksaan pekerja migran di Malaysia
Kamis, 26 November 2020 - 11:15 WIB
Indonesia mengecam keras berulangnya kasus penyiksaan pekerja migran di Malaysia, yang kali ini dial...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV