BKSDA: Harimau terjerat di Gayo Lues masih dalam penyembuhan
Elshinta
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:03 WIB |
BKSDA: Harimau terjerat di Gayo Lues masih dalam penyembuhan
Harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) yang ditemukan terjerat di Gayo Lues. Antara Aceh/HO/BKSDA

Elshinta.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) yang ditemukan terjerat di Gayo Lues pekan lalu belum dilepasliarkan karena masih dalam penyembuhan.

"Harimau tersebut masih dalam penyembuhan. Tim masih di lokasi memantau kondisi harimau tersebut," kata Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto di Banda Aceh, Senin.

Sebelumnya, BKSDA Aceh mengevakuasi seekor harimau yang ditemukan terjerat di kawasan hutan Desa Malelang, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Minggu (18/10).

Lokasi harimau terjerat tersebut berada di areal penggunaan lain (APL) dan berdekatan dengan kawasan perkebunan masyarakat. Harimau dalam kondisi lemah saat ditemukan terjerat.

Dari identifikasi tim BKSDA bersama mitra, harimau tersebut berjenis kelamin betina dengan umum antara dua hingga tiga tahun. Sedangkan bobot harimau berkisar 45 hingga 50 kilogram.

Agus Arianto menyebutkan jerat dalam bentuk kumparan tersebut tidak melukai tubuh harimau. Hanya saja, jerat menyebabkan memar di beberapa bagian tubuh harimau.

"Tim kesehatan terus memantau kondisi harimau tersebut. Jika sudah dipastikan pulih, maka segera dilepasliarkan ke habitatnya," kata Agus Arianto.

Terkait pelepasliaran, Agus Arianto mengatakan, pihaknya masih mencari lokasi yang cocok untuk satwa dilindungi, sehingga setelah dilepasliarkan tidak berkonflik dengan manusia.

"Kami juga mengimbau semua pihak ikut menjaga kelestarian satwa liar, khususnya dilindungi. Menjaga kelestariannya dengan tidak memasang jerat, racun, pagar listrik, yang tidak hanya membahayakan harimau, tetapi juga nyawa manusia," kata Agus Arianto.

Agus Arianto menegaskan harimau sumatera merupakan satwa dilindungi. Satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera tersebut masuk dalam spesies terancam dan berisiko tinggi punah di alam liar.

"Kami mengajak masyarakat menjaga kelestarian harimau sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat alami. Serta tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian satwa dilindungi tersebut," kata Agus Arianto.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dinas PU minta BPJN segera tangani longsor di Pengkadan Kapuas Hulu
Kamis, 26 November 2020 - 13:05 WIB
Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bina Marga dan Sumber Daya Air Kapuas Hulu Kalimantan Barat meminta Balai...
Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah
Kamis, 26 November 2020 - 09:35 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah dari Kamis pagi hi...
Enam titik jalan raya Kota Bandung banjir usai dilanda hujan deras
Rabu, 25 November 2020 - 17:25 WIB
Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mencatat ada enam titik jalan ra...
Peringati Hari Pohon Sedunia untuk kenang Salim Kancil Lumajang
Minggu, 22 November 2020 - 18:23 WIB
Kelompok pecinta alam dari berbagai daerah memperingati Hari Pohon Sedunia dengan melakukan kegiatan...
BMKG memprakirakan suhu panas di Yogyakarta hingga akhir November
Jumat, 20 November 2020 - 15:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprakirakan suhu udara panas yang ...
BPBD: Masyarakat Pulau Bangka waspadai hujan disertai petir
Jumat, 20 November 2020 - 14:15 WIB
 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta masyarakat d...
Tiga ekor kambing mati dimangsa macan dahan
Rabu, 18 November 2020 - 11:25 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat, menduga tiga ekor kambing di K...
Pemerintah hibahkan 149.458 M2 tanah eks BRR kepada Pemkab Aceh Barat
Rabu, 18 November 2020 - 07:20 WIB
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menghibahkan sebidang tanah seluas 1...
Tata kelola limbah dan SDA, Komisi II DPRD Medan Kunker ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa
Minggu, 15 November 2020 - 09:56 WIB
Komisi II DPRD Medan melakukan kunjungan kerja ke Pemko Langsa, Provinsi Aceh, Jumat (13/11). Kunjun...
Pekanbaru membutuh tambahan kolam retensi atasi banjir
Kamis, 12 November 2020 - 07:55 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru menyatakan masih membutuhkan tambahan kolam retensi berupa waduk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV