Pakar: Vaksin mengandung babi telah alami penyaringan miliaran kali
Elshinta
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 09:41 WIB |
Pakar: Vaksin mengandung babi telah alami penyaringan miliaran kali
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3jt5z6K

Elshinta.com - Pakar vaksinologi mengatakan, beberapa jenis atau merek vaksin dalam proses pembuatannya memang bersinggungan dengan enzim yang bersumber dari babi, namun setelahnya calon vaksin mengalami pencucian dan penyaringan hingga milyaran kali.

"Pada produk akhirnya sudah tidak lagi mengandung babi. Bapak dan ibu tidak perlu khawatir semua vaksin yang pada proses pembuatannya bersinggungan dengan enzim babi itu tertulis jelas pada kemasannya," kata Dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog, dr Dirga Sakti Rambe, melalui youtube FMB9ID-IKP yang dipantau di Jakarta, Jumat (23/10).

Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk membuat vaksin baru dibutuhkan proses dan tahapan yang begitu panjang untuk memastikan vaksin tersebut betul-betul aman dan efektif.

"Setelah kita menetapkan ingin membuat suatu jenis vaksin baru maka akan diuji coba dulu pada binatang percobaan jika terbukti aman dan efektif maka akan diuji coba pada manusia," ujar dia, dikutip Antara.

Uji coba itu disebut tahapan uji klinis yang terdiri dari tiga tahap dan keseluruhannya melibatkan 1.000 relawan manusia dengan tujuan memastikan vaksin aman dan efektif.

Dalam pembuatan vaksin dibutuhkan waktu yang lama karena harus memenuhi tahapan-tahapan tersebut, namun pada situasi tertentu seperti saat ini dimana terjadi pandemi COVID-19 dan dibutuhkan vaksin segera untuk melindungi masyarakat.

Menurut dia, dalam kondisi seperti ini dapat dilakukan upaya-upaya agar pengembangan vaksin menjadi lebih cepat tanpa mengabaikan aspek keamanan dan aspek efektifitas.

Dia menjelaskan cara vaksin bekerja saat disuntikkan atau diteteskan ke tubuh, vaksin akan merangsang sel-sel imunitas, untuk membentuk antibodi.

Antibodi ini ibarat seperti pasukan yang kelak bila terpapar virus, bakteri atau jamur maka sudah memiliki kesiapan untuk melawan penyakit tersebut, ujar Dirga.

Saat ini ada beberapa kandidat vaksin yang tengah dikembangkan pemerintah seperti vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Serta kandidat vaksin hasil kolaborasi dengan pihak luar negeri antara lain, Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, Kimia Farma dengan G42 dari Uni Emirat Arab dan Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UI kembangkan alat bantu pernafasan HFNC untuk pasien COVID-19
Jumat, 22 Januari 2021 - 19:42 WIB
Tim dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ...
Menparekraf-Menkominfo koordinasi kembangkan infrastruktur TIK
Rabu, 20 Januari 2021 - 12:10 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahud...
Video pendek bantu perkuat bisnis di era digital
Sabtu, 02 Januari 2021 - 08:35 WIB
Pandemi virus corona mengubah kebiasaan orang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, begitu pula d...
Presiden teken aturan pengadaan teknologi lewat proyek putar kunci
Rabu, 30 Desember 2020 - 19:34 WIB
Presiden RI Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2020 yang mengatur pengada...
Serangan siber terburuk AS masuk via vendor Microsoft
Senin, 28 Desember 2020 - 08:45 WIB
Para peretas Rusia yang dicurigai berada di balik serangan dunia maya AS terburuk dalam beberapa tah...
Wapres Ma`ruf Amin: ASN harus kuasai literasi digital
Kamis, 17 Desember 2020 - 14:43 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kualitas d...
Akses 5G diprediksi jangkau 1 miliar orang di dunia pada akhir 2020
Selasa, 08 Desember 2020 - 19:05 WIB
Perusahaan teknologi Ericsson memperkirakan bahwa pada akhir 2020, lebih dari 1 miliar orang atau 15...
Menristek: Riset dan inovasi kurangi ketergantungan impor
Senin, 07 Desember 2020 - 19:35 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menginginkan agar riset dan inovasi ...
Misi antariksa Hayabusa2 pembawa asteroid mendarat di Australia
Minggu, 06 Desember 2020 - 13:20 WIB
Sebuah pesawat luar angkasa Jepang yang membawa sampel asteroid besar pertama telah menyelesaikan mi...
Bank DKI dukung layanan digital Petrokimia Gresik
Jumat, 27 November 2020 - 16:37 WIB
Tingkatkan sinergi dan kolaborasi dalam pemanfaatan layanan digital, Bank DKI dan Petrokimia Gresik ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV