Satgas COVID-19: Patuh 3M bisa akhiri pandemi!
Elshinta
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:45 WIB |
Satgas COVID-19: Patuh 3M bisa akhiri pandemi!
Pengendara melintas di depan baliho edukasi penerapan protokol kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (14/10/2020). Sumber foto: https://bit.ly/3dS6VH6

Elshinta.com - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Dr Sonny B. Harmadi mengatakan, patuh memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M) bisa mengakhiri pandemi dan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih hidup bersih dan sehat.

"Masih ada yang tidak percaya virus corona baru sehingga tidak menjalankan protokol kesehatan. Padahal kalau total kita patuh 3M pandemi bisa berakhir, dan dalam jangka panjang kita bisa dorong masyarakat untuk hidup bersih dan sehat," kata Sonny dalam "talkshow" virtual `Sosialisasi Pesantren Daarul Quran: Iman, Aman, Imun`, yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Jakarta, Jumat (23/10).

Menurut dia, 3M dapat menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia seperti yang terjadi di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang dan Korea.

Ia menjelaskan, protokol kesehatan yang 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun itu ada berdasarkan pengalaman menghadapi wabah dan pandemi pada masa lalu, serta didasarkan riset dan kajian.

Jadi, menurut dia, pada negara yang masyarakatnya menggunakan masker secara ketat, dalam tiga minggu kasus positif COVID-19 turun drastis, tersisa 20-25 persen kasus hariannya.

Sonny juga mengatakan, melakukan jaga jarak juga sudah diteliti secara ilmiah bermanfaat dalam mencegah penularan virus yang menyebar dari droplet dan aerosol.

"Contohnya orang berbicara akan menyebarkan aerosol sebetulnya. Jadi jaga jarak dua meter bisa membuat kita menjadi lebih aman," katanya.

Terkait dengan mencuci tangan memakai sabun, ia mengatakan bahw hal itu juga sudah diteliti secara ilmiah manfaatnya, dapat membunuh virus dan bakteri yang menempel di badan seseorang.

Ia mencontohkan masyarakat Jepang yang sudah memiliki kesadaran memakai masker ketika sedang kurang enak badan.

Mereka, katanya, tidak mau menulari orang lain virus atau penyakit yang sedang ada dalam tubuhnya, selain itu sadar bahwa dalam kondisi imun yang sedang menurun itu harus mencegah agar tidak ada virus atau bakteri lain yang justru masuk ke tubuhnya.

"Jadi itu juga bentuk kepedulian sosial. Selain melindungi diri sendiri, juga sadar untuk melindungi orang lain," kata Dr Sonny, dikutip Antara

Jika saja pesantren-pesantren di Indonesia membentuk Satgas COVID-19 Pesantren, mereka dapat saling mengingatkan teman-teman lainnya untuk menjalankan 3M.

Selain itu, satgas juga dapat memperdalam pengetahuan tentang virus dan pandemi sehingga penanganan pandemi di masa depan akan lebih baik.

"Mereka bisa mengedukasi yang lain juga. Keterlibatan semua akan memberikan hasil luar biasa. Kalau 100 santri bisa memengaruhi 10 orang saja kan artinya 1.000 orang ikut menjalankan protokol kesehatan," ujar dia. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masker wajah diprediksi masih jadi tren di 2021
Rabu, 25 November 2020 - 10:35 WIB
Pandemi COVID-19 membuat masker wajah menjadi salah satu produk yang disulap menjadi fashion item ba...
Erick: Segera ada keputusan zona merah jadi prioritas vaksin COVID-19
Selasa, 24 November 2020 - 21:44 WIB
Menteri BUMN yang juga Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan E...
Pemkot Bandung terima 200.000 masker dari Pemprov Jabar
Selasa, 24 November 2020 - 16:25 WIB
PemerintahKota (Pemkot) Bandung menerima 200.000 masker kain senilai Rp956 juta dari Pemerintah Prov...
Puluhan warga Kelurahan Petamburan ikuti tes cepat COVID-19
Senin, 23 November 2020 - 19:11 WIB
Sebanyak 60 warga Kelurahan Petamburan Jakarta Pusat mengikuti tes cepat COVID-19 di SDN Petamburan ...
RSUD Sekayu siap jadi rujukan operasi jantung di Sumsel
Senin, 23 November 2020 - 13:00 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin siap menjadi rujukan bagi pasien yan...
 Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 642 laksanakan pelayanan kesehatan gratis di Desa Entikong
Minggu, 22 November 2020 - 17:44 WIB
Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Pos Kotis Entikong melaksanakan pelayanan ...
Lebih dua ribu pasien COVID-19 jalani rawat inap di RSD Wisma Atlet
Minggu, 22 November 2020 - 13:55 WIB
Sebanyak 2.094 pasien Coronavirus disease 2019 (COVID-19) kini menjalani rawat inap di gedung 6 dan ...
Yuk jaga kemampuan otak dengan 5 olahraga otak ini, mudah diterapkan
Minggu, 22 November 2020 - 12:35 WIB
Olahraga dibutuhkan tidak hanya untuk kesehatan tubuh, tetapi juga buat otak. Banyak orang beranggap...
Pemkot Bandung jalankan kebijakan refocusing di masa Pandemi Covid-19
Sabtu, 21 November 2020 - 13:37 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Jawa Barat Ema Sumarna mengatakan bawah pandemi Covid-19 mer...
Pemkot  Bandung terima kajian penanganan Covid-19 dari mahasiswa Poltekkes Kemenkes
Sabtu, 21 November 2020 - 12:11 WIB
Pemkot  Bandung menerima kajian penanganan Covid-19 dari mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung, Faja...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV