Jaga kondusifitas wilayah, elemen masyarakat Kudus tandatangani deklarasi cinta damai
Elshinta
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Jaga kondusifitas wilayah, elemen masyarakat Kudus tandatangani deklarasi cinta damai
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Menyikapi kejadian adanya unjuk rasa di berbagai daerah yang berujung anarkis, Forkopimda bersama sejumlah elemen masyarakat Kudus Jawa Tengah mengelar deklarasi cinta damai. Kegiatan dilaksanakan di depan kantor Bupati Kudus, Senin (19/10). Selain deklarasi juga dilakukan penandatanganan bersama sebagai bentuk kesepakatan.

Hartopo selaku pelaksana Bupati Kudus mengajak peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Kudus serta menolak segala bentuk provokasi dan kegiatan anarkis yang berakibat merugikan masyarakat Kab. Kudus. "Kita sepakat jajaran Forkopimda dengan berbagai lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kondusifitas masyarakat di wilayah Kabupaten Kudus ketika terjadi suatu aksi pengerahan masa. Tak hanya itu, kita juga sepakat bersama untuk menolak segala bentuk provokasi dan prilaku anarkis yang dapat merugikan masyarakat maupun Pemerintah Daerah," tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Dalam kesempatan tersebut ia mengimbau untuk mengedepankan cara yang prosedural dalam menyikapi UU cipta kerja omnibus law serta tidak mengabaikan protokol kesehatan covid-19. "Menyampaikan aspirasi dengan demo boleh saja, karena hak setiap warga Negara dan itu dilindungi oleh Undang-undang. Namun jangan sampai membawa dampak yang merugikan, gunakanlah cara-cara yang mengedepankan prosedural, jangan sampai melanggar SOP yang telah ditentukan pihak berwenang," ujar Hartopo.

"Saya juga selalu ingatkan agar dalam setiap aktivitas atau berkegiatan apapun jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan covid-19, mengingat kita masih dalam masa pandemi yang belum tau kapan berakhirnya," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan kegiatan ini untuk mengingatkan kepada masyarakat, ketika menjalankan aksi untuk tetap mentaati aturan. Ia menyarankan dari pada melakukan unjuk rasa dengan cara pengerahan masa untuk turun ke jalan lebih baik dilakukan secara konstitusional.

"Bagi masyarakat, Saya mengimbau dari pada melakukan unjuk rasa dengan cara turun ke jalan sehingga efeknya mengganggu berjalanya perekonomian, apalagi ditengah pandemi seperti ini, alangkah lebih baiknya dilakukan secara konstitusional seperti audiensi dan sebagainya. Saya kira lebih bijak dan lebih elok," ungkapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi ledakkan granat yang ditemukan warga di Pariaman
Sabtu, 28 November 2020 - 18:38 WIB
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana, Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) meledakkan...
Patriot Garuda Nusantara dukung TNI-Polri tegakkan wibawa negara
Sabtu, 28 November 2020 - 15:34 WIB
Puluhan warga Magelang yang tergabung dalam Patriot Garuda Nusantara menggelar aksi damai mendukung...
KPK menahan Wali Kota Cimahi
Sabtu, 28 November 2020 - 14:45 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka kasus suap terkait dengan perizinan Rumah S...
Aliansi Jogo Malang gelar demo tolak FPI dan Rizieq Shihab  
Jumat, 27 November 2020 - 17:36 WIB
Sejumlah elemen dan aliansi serta ormas di Malang raya, Jawa Timur yang tergabung dalam Aliansi Jovi...
Dua polisi terluka saat bubarkan demo di Sorong yang berakhir ricuh
Jumat, 27 November 2020 - 13:11 WIB
Dua anggota Brimob mengalami luka akibat terkena lemparan batu saat membubarkan aksi demo yang menun...
Selain rapid Polda Metro bagikan sembako dan vitamin ke warga Tebet
Senin, 23 November 2020 - 21:36 WIB
Kegiatan rapid test yang diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, ...
Dua warga meninggal diduga <i>tenggak</i> miras oplosan
Senin, 23 November 2020 - 21:25 WIB
Dua warga Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meninggal dunia setel...
Kendaraan di Jalan DI Panjaitan tersendat akibat ada genangan
Minggu, 22 November 2020 - 17:35 WIB
Kendaraan yang melintas di Ruas Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, tersendat akibat seba...
Polisi Jayawijaya dalami penemuan jenazah tanpa identitas
Minggu, 22 November 2020 - 17:24 WIB
Personel Kepolisian Resor Jayawijaya, Polda Papua, masih mendalami penemuan jenazah laki-laki tanpa ...
 Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas bantu warga temajuk panen buah dan sayur
Minggu, 22 November 2020 - 15:11 WIB
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas membantu warga melak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV