Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Elshinta
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:55 WIB |
Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Ahli kandungan dari Klinik Hayandra dr Anggara Mahardika SpOG mengatakan terapi hormon pada perempuan yang mengalami menopause berisiko meningkatkan terjadinya kanker rahim.

"Perlu diingat bahwa walaupun pemberian terapi hormon memiliki keuntungan menekan gejala menopause serta mengurangi resiko osteoporosis, namun terdapat pula peningkatan resiko terjadinya kanker rahim dan kanker usus besar," ujar Anggara dalam webinar di Jakarta, Ahad (18/10).

Ia menjelaskan, untuk menekan gejala menopause perlu pemeriksaan yang komprehensif sehingga menolong perempuan pada usia menopause untuk mendapatkan terapi yang terbaik.

Dia menjelaskan menopause akan dialami oleh seluruh perempuan. Gejalanya terdiri tiga bagian yakni gejala somatik seperti nyeri sendi, vagina kering, dyspareunia atau nyeri berhubungan intim, lalu gejala vasomotor seperti keringat malam dan hot flashes, serta gejala psikis seperti insomnia dan perubahan mood.

​​Dia menjelaskan tata laksana untuk keluhan-keluhan itu dapat berupa terapi nonhormonal seperti pengaturan pola makan, asupan suplemen, serta dapat berupa pemberian terapi hormon.

Ahli obstetri ginekologi Dr Fernandi Moegni, SpOG(K) mengatakan gangguan berkemih yang paling umum terjadi pada kaum menopause adalah kencing berulang yang disebabkan kekurangan hormon estrogen, serta kencing bocor saat batuk, bersin dan beraktivitas akibat dari kelemahan struktur jaringan dinding vagina.

Hal itu diatasi dengan terapi laser dikombinasi dengan activated PRP (Platelet-Rich Plasma) yang diproses secara khusus.(Sik) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemda Matim gelar kegiatan rembuk stunting
Jumat, 17 September 2021 - 18:05 WIB
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Keseh...
Pendidikan kesehatan seksual reproduksi di keluarga pondasi pemenuhan HKSR
Senin, 06 September 2021 - 21:11 WIB
Hampir dua tahun, Indonesia masih terus berjuang mengakhiri pandemi Covid-19.
YKI harapkan wanita di Langkat ikut iva test 
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:13 WIB
Ketua Pengurus  Cabang Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Tiorita, m...
Julie Sutrisno: PMT di Desa Model tidak hanya ibu hamil
Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:47 WIB
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Model yang ada di NTT tidak hanya pada ibu hamil, tetapi di...
Seluk beluk vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil
Minggu, 08 Agustus 2021 - 12:46 WIB
 Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah merekomendasikan pemberian vaksin COVID...
POGI: Ibu hamil jangan ragu vaksinasi COVID-19
Selasa, 03 Agustus 2021 - 18:23 WIB
 Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. DR. Dr. Budi Wiweko...
Kini sudah ada mesin Mammomat Revelation untuk deteksi kanker payudara
Minggu, 04 Juli 2021 - 09:36 WIB
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) telah menginstalasi mesin mamografi terbaru, bernama Mammomat Revelat...
Dokter sarankan wanita hamil trimester awal hindari sauna
Selasa, 04 Mei 2021 - 15:05 WIB
Dokter spesialis kandungan dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Manggala Pasca Wardhana, SpOG(K), menyata...
Kenali tanda nyeri haid tak normal
Selasa, 27 April 2021 - 12:52 WIB
Sebagian wanita merasakan nyeri atau kram selama periode menstruasinya, baik itu menjelang atau sela...
 TMMD KE-110 Kodim 1711/BVD sosialisasikan tentang pencegahan bahaya stunting
Kamis, 11 Maret 2021 - 21:23 WIB
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-110 Kodim 1711/BVD menggelar kegiatan non fisik bers...
Live Streaming Radio Network