Jenis makanan yang harus dikonsumsi untuk kurangi risiko hipertensi
Elshinta
Kamis, 15 Oktober 2020 - 17:50 WIB |
Jenis makanan yang harus dikonsumsi untuk kurangi risiko hipertensi
Ilustrasi hipertensi (Pixabay) - https://bit.ly/3nSW4Bu

Elshinta.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa dialami karena beberapa faktor, tapi sebagian besar penyebabnya adalah genetik alias keturunan.

Dokter spesialis penyakit dalam Tunggul D. Situmorang mengatakan, orang-orang yang menyadari dirinya punya risiko mengidap hipertensi harus mengatur makanan yang dikonsumsi.

"Kalau sudah tahu punya risiko, hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan," ujar Ketua Umum Indonesian Society of Hypertension (InaSH) dalam webinar, Rabu (14/10).

Selain mengurangi konsumsi garam, makanan yang membuat tubuh jadi gemuk dan menimbulkan obesitas seharusnya dihindari. Sebab, kegemukan menimbulkan mengidap hipertensi.

Konsumsilah makanan-makanan rendah lemak untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Makanan tinggi lemak dan kalori ditambah gaya hidup tidak sehat memperparah risiko tekanan darah tinggi. Tunggul menegaskan, tindakan pertama yang harus dilakukan orang dengan keturunan hipertensi adalah mengubah gaya hidup jadi lebih sehat.

"Baru setelah itu minum obat," kata dia, dikutip Antara

Kini orang dengan usia di bawah 40 tahun memiliki kecenderungan untuk mengalami hipertensi pada masa lima tahun ke depan.

Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, masyarakat dengan usia di rentang 30 hingga 40 tahun memiliki tekanan darah normal-tinggi yang berisiko menjadi hipertensi pada lima tahun ke depan.

Penyakit hipertensi tidak bisa disembuhkan, melainkan hanya bisa dikendalikan. Ketika seseorang meminum obat dan tekanan darahnya menurun, itu adalah upaya pengendalian tekanan darah, bukan menjadi sembuh.

Maka, masyarakat diimbau untuk patuh dalam meminum obat agar tekanan darah terkendali dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan lain.

Kementerian Kesehatan mengungkapkan 13,3 persen pasien COVID-19 dengan penyakit bawaan atau komorbid hipertensi atau tekanan darah tinggi meninggal dunia.

Penyakit hipertensi menjadi faktor risiko paling tinggi menyebabkan pasien COVID-19 meninggal dunia diikuti oleh penyakit komorbid lainnya seperti diabetes, jantung koroner dan gagal ginjal.

Dari 1.641 orang pasien COVID-19, penyakit penyerta paling banyaknya adalah hipertensi dengan jumlah mencapai 50,8 persen. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga sembuh dari COVID-19 di Papua bertambah 106 orang
Minggu, 29 November 2020 - 17:55 WIB
Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua, Silwanus Sumule mengatakan h...
 Wartawan diharapkan bisa sampaikan pesan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat
Minggu, 29 November 2020 - 16:40 WIB
Wartawan dalam menjalankan tugas memberikan informasi di masa pandemi Ceovid-19 seperti saat ini sud...
Staf kena Covid, Kejari Subang tutup sementara
Sabtu, 28 November 2020 - 13:11 WIB
Sebanyak 11 orang staf Kejaksaan Negeri Subang dilaporkan terinfeksi Covid-19. Disampaikan Juru Bica...
Jumat kemarin, rekor tertinggi kasus Covid-19 sejak Maret 2020
Sabtu, 28 November 2020 - 12:25 WIB
Jumlah kasus baru positif terinfeksi virus corona pada Jumat (27/11) mencapai rekor tertinggi sejak ...
Manfaat bertanam untuk bantu lawan penyakit hingga jaga daya ingat
Sabtu, 28 November 2020 - 07:45 WIB
Bertanam menjadi salah satu pilihan orang-orang di masa pandemi COVID-19 beberapa bulan terakhir.
Tiga ASN-nya terpapar Covid-19, Disdukcapil Kota Depok sementara tutup enam hari
Jumat, 27 November 2020 - 17:48 WIB
Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok Nuraeni Widayatti merilis tentan...
Menteri BUMN: Pengembangan wisata medis dimulai di Bali
Jumat, 27 November 2020 - 13:55 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah akan memulai pengembangan wisata medis di Bali.
GOR Watu Belah akan digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19
Jumat, 27 November 2020 - 11:46 WIB
Gedung Olah Raga (GOR) Watu Belah Sumber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat akan digunakan sebagai tempat...
Kasus HIV/AIDS di Penajam Paser Utara bertambah sepanjang 2020
Jumat, 27 November 2020 - 08:15 WIB
Kasus orang dengan HIV/AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sepanjang tahun 2020...
Masker wajah diprediksi masih jadi tren di 2021
Rabu, 25 November 2020 - 10:35 WIB
Pandemi COVID-19 membuat masker wajah menjadi salah satu produk yang disulap menjadi fashion item ba...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV