Riset: Virus corona baru dapat bertahan di uang kertas sampai 28 hari
Elshinta
Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:10 WIB |
Riset: Virus corona baru dapat bertahan di uang kertas sampai 28 hari
Ilustrasi - Virus corona (COVID-19). Sumber foto: https://bit.ly/2SNuWFF

Elshinta.com - Menurut para peneliti Australia, pada Senin (12/10), virus yang menyebabkan COVID-19 dapat bertahan di uang kertas, kaca, dan baja antikarat sampai 28 hari, lebih lama dari virus influenza.

Kondisi tersebut menyoroti pentingnya membersihkan dan mencuci tangan untuk membasmi virus.

Peneliti badan sains nasional Australia, CSIRO, menemukan bahwa, pada suhu 20 derajat Celsius, virus SARS-COV-2 masih menginfeksi selama 28 hari pada permukaan yang halus seperti uang kertas dan kaca layar ponsel. Riset tersebut dipublikasi di Virology Journal.

Sebagai perbandingan, virus influenza A ditemukan dapat bertahan selama 17 hari.

Riset CSIRO melibatkan pengeringan virus dalam lendir buatan di berbagai permukaan dengan konsentrasi yang sama dengan sampel dari pasien COVID-19 dan kemudian mengekstraksi virus itu setelah sebulan.

Eksperimen yang dilakukan di lingkungan laboratorium terkontrol pada suhu 20, 30, dan 40 derajat Celsius membuktikan bahwa waktu virus tersebut bertahan hidup menurun seiring dengan peningkatan suhu.

"Menentukan durasi virus benar-benar masih bertahan di permukaan memungkinkan kami untuk lebih akurat memprediksi dan mengurangi penyebaran virus dan melakukan tugas secara lebih baik untuk melindungi masyarakat kami," kata Kepala Eksekutif CSIRO, Larry Marshall.

Protein dan lemak dalam cairan tubuh juga mampu menambah durasi kelangsungan hidup secara signifikan.

"Riset tersebut mungkin juga membantu menjelaskan kelangsungan nyata dan penyebaran SARS-CoV-2 di lingkungan sejuk dengan kontaminasi protein dan lipid yang tinggi, seperti fasilitas pengolahan daging, dan membantu bagaimana kami dapat menangani risiko itu dengan lebih baik," kata Trevor Drew, direktur Pusat Kesiapsiagaan Penyakit Australia CSIRO.

Australia bernasib jauh lebih baik dibandingkan dengan mayoritas negara kaya lainnya dalam memerangi COVID-19, dengan total sekitar 27.000 infeksi dan 898 kematian di antara penduduknya yang berjumlah sekitar 25 juta orang.

Episentrum gelombang kedua infeksi COVID-19 Australia, Negara Bagian Victoria, melaporkan 15 kasus baru pada Senin. Angka tersebut jauh dari target di bawah lima  kasus, yang ditetapkan pemerintah untuk melonggarkan penguncian ketat di Ibu Kota Melbourne, demikian dilansir Antara dari Reuters. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gamelan Indonesia membahana di Plaza PBB Buenos Aires
Jumat, 04 Desember 2020 - 20:55 WIB
KBRI Buenos Aires bekerja sama dengan pemerintah kota setempat mengadakan pertunjukan Gamelan in th...
RI dorong DK PBB perkuat tata kelola keamanan di negara pascakonflik
Jumat, 04 Desember 2020 - 13:00 WIB
Indonesia mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperkuat tata kelola sektor keamanan di negara-n...
Moderna berharap 125 juta vaksin COVID tersedia pada kuartal I 2021
Jumat, 04 Desember 2020 - 09:30 WIB
Perusahaan Moderna pada Kamis (3/12) mengatakan pihaknya berharap bahwa 100-125 juta dosis vaksin ek...
Penyiksaan PMI berulang, Menlu minta MoU perlindungan diselesaikan
Kamis, 03 Desember 2020 - 16:00 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan pentingnya membangun koridor migrasi aman bagi peker...
Twitter perluas aturan ujaran kebencian, masukkan soal ras dan etnis
Kamis, 03 Desember 2020 - 13:15 WIB
Twitter Inc pada Rabu memperluas kebijakannya yang melarang ujaran kebencian dengan memasukkan `baha...
Patung kepala kuda kembali ke Beijing setelah 160 tahun hilang
Kamis, 03 Desember 2020 - 12:00 WIB
Patung kepala kuda yang terbuat dari perunggu akhirnya kembali ke Museum Istana Kuno Musim Panas di ...
WHO tinjau vaksin Pfizer untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat
Kamis, 03 Desember 2020 - 11:15 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (2/12)mengatakan telah menerima data vaksin COVID-19 dari...
Harga minyak menguat setelah Inggris setujui penggunaan vaksin
Kamis, 03 Desember 2020 - 10:00 WIB
Harga minyak menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), saat persetujuan Ing...
PBB nyatakan 2020 mungkin jadi tahun terpanas kedua
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:00 WIB
Tahun 2020 berada dalam jalur untuk menjadi tahun terpanas kedua dalam catatan, setelah 2016, sebaga...
PBB desak semua negara untuk sebut pelaut pekerja penting
Rabu, 02 Desember 2020 - 12:30 WIB
Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang mendesak semua negara untuk menyebut pelaut dan person...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV