KKSS Minta Bupati Jayapura cabut waktu pembatasan aktivitas warga
Elshinta
Kamis, 08 Oktober 2020 - 10:58 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 KKSS Minta Bupati Jayapura cabut waktu pembatasan aktivitas warga
Covid-19. Foto: Ilustrasi/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Jayapura Wagus Hidayat mendesak Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mencabut pemberlakukan pembatasan aktivitas warga, khususnya di wilayah setempat.  

Saat ini warga hanya diiperbolehkan beraktivitas mulai pukul 06.00 WIT hingga 17.00 WIT. Kebijakan tersebut diberlakukan sejak pandemic Covid-19 meyebar di Papua khususunya Kabupaten Jayapura hingga memasuki New Normal.

“Kami dari KKSS sangat menyayangkan kebijakan yang diterapkan pemerintan Kabupaten Jayapura ini,”kata Wagus Hidayat kepada wartawan didampingi Wakil Ketua KKSS, Ismail Mambi dan Muhammad Akbar, di Sentani Rabu (7/10).

Ia menjelaskan, sebagai mitra dari pemerintah Kabupaten Jayapura, kerukunan KKSS sangat mendukung pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 tersebut, namun pemutusan penyebaran Covid-19 ini seharusnya berbanding lurus dengan dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Oleh karena itu, kami menghimbau kepada pemerintah dalam hal ini Bupati Jayapura, Matius Awoitauw dapat mencabut pembatasan aktifitas ekonomi sampai pukul 17.00 WIT. “Kami melihat waktu beraktivitas hingga pukul 17.00 sangat tidak relevan dan target apa yang akan dicapai?,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Kamis (8/10).

Lanjut dia, pemerintah Kabupaten Jayapura menginginkan pemutusan Covid-19 bisa berhasil dengan telah ditegakkannya aturan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan pada air yang mengalir, tetapi aktifitas warga juga dibatasi.

“Seharusnya pemerintah lebih rutin turun lapangan untuk melakukan tindakan atau sweeping orang-orang yang tidak pakai masker. Mereka juga harus melihat warung-warung makan atau tempat-tempat keramaian apakah sudah meenerapkan protokol kesehatan sehingga sanksi yang telah diterapkan bisa ditegakkan,” tutur Wagus Hidayat.

Ia menambahkan, warga semakin banyak mengeluh pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat tersebut, sebab mereka untuk mencari kebutuhan sehari-sehari atau meningkatkan ekonominya waktu sangat terbatas.

Wagus Hidayat mencontohkan, mama-mama penjual pinang dan sayuran mulai berjualan pada pukul 8.00 WIT sampai pukul 17.00 sementara pembeli sepi pada jam tersebut sehingga berdampak terhadap pendapatan mereka.

“Aktivitas warga mencari nafkah kebanyakan pada sore hingga malam hari kita lihat. Jadi kami melihat pembatasan waktu ini sangat menyulitkan masyarakat. Kami minta waktu ini bisa dirubah pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KKSS Kabupaten Jayapura, Ismail Mambi menyampaikan pembatasan waktu aktivitas masyarakat ini akan membuat mereka semakin stress dan tidak konsentrasi untuk berjualan karena dibatasinya waktu.

“Aktifitas masyarakat itu semua menumpuk pada siang hari, pada hal pada malam hari tidak ada yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mencari tambahan pendapatan,” tuturnya.

Ia berharap pembatasan aktivitas masyarakat ini bisa ditinjau ulang lagi seperti yang berlangsung di daerah lain.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wakil ketua DPD RI Nono Sampono kunjungi Sarang Petarung Harimau Putih 
Minggu, 29 November 2020 - 20:28 WIB
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Sarang Petarung Ha...
Positif COVID-19 bertambah 6.267, sembuh bertambah 3.810
Minggu, 29 November 2020 - 19:12 WIB
Laporan harian COVID-19 yang dirilis Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menunjukkan pada Minggu (29/11...
Kekerasan di Sigi dilakukan delapan DPO MIT Poso
Minggu, 29 November 2020 - 17:20 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Abdul Rakhman Baso, menyebut del...
 Muncul klaster baru, Tlekung Batu Malang lakukan lockdown lokal
Minggu, 29 November 2020 - 15:35 WIB
Pemerintah Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu terapkan Penerapan Sosial Berskala Lokal (PSB...
Legislatif: Radikalisme dan pengungsi pemicu ancaman keamanan di Turki
Minggu, 29 November 2020 - 15:11 WIB
Menjalin hubungan keamanan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Turki maka dalam kunjungann...
Peringatan Hari Guru, Plt Bupati Kudus dapat kado lukisan 
Minggu, 29 November 2020 - 14:35 WIB
Masa pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan. Para guru dituntut unt...
Tingkatkan kesehatan, Bandara Internasional Syamsudin Noor salurkan bantuan operasi katarak dan sulur gratis
Minggu, 29 November 2020 - 14:23 WIB
Bandara Internasional Syamsudin Noor serahkan bantuan bina lingkungan operasi katarak dan sulur grat...
95 persen tenaga kesehatan yang tertular COVID-19 di Riau sudah sembuh
Minggu, 29 November 2020 - 14:10 WIB
Sekitar 95 persen dari tenaga kesehatan yang tertular COVID-19 di wilayah Provinsi Riau sudah dinyat...
Cegah Covid-19, Satgas Pemkab Tangerang dan TNI-Polri, pulangkan santri hendak ikut haul
Minggu, 29 November 2020 - 13:45 WIB
Puluhan Santri yang hendak menghadiri Haul Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ke-62 di Pondok Pesantr...
Sat Narkoba Polres Majalengka sisir tempat karaoke dalam Operasi Antik Lodaya 2020
Minggu, 29 November 2020 - 13:24 WIB
Polres Majalengka Polda Jabar menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD)\r\ndalam rangka Oper...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV