Kemenkes tegaskan pola makan sehat tidak mahal
Elshinta
Kamis, 01 Oktober 2020 - 07:46 WIB |
Kemenkes tegaskan pola makan sehat tidak mahal
Ilustrasi label gizi. Sumber foto: https://bit.ly/3l0ExEV

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pola makan sehat itu tidak mahal dan akan memberi dampak baik untuk ketahanan tubuh, terlebih di masa pandemi COVID-19.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Kirana Pritasari dalam webinar Food and Land Use (FOLU) yang diadakan WRI Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Jakarta, Rabu (30/9).

"Pesan terakhirnya, pola makan sehat itu tidak mahal. Ini penting. Karena masyarakat banyak tahunya makanan yang diiklankan itu lebih baik dan berkaitan dengan status sosial," kata Kirana, dikutip Antara

Padahal, menurut dia, pemerintah sudah membuat panduan soal pola makan sehat yang seimbang dan signifikan untuk menjaga kesehatan. Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi, pola makan sehat digambarkan dengan bentuk tumpeng.

"Pesannya, harus ada dalam makanan sehari-hari. Lalu dibuat dalam bentuk 'isi piring ku' untuk kecukupan gizi, perkembangan pertumbuhan. Pesan itu tentu beda di tiap-tiap usia," ujar Kirana.

Gerakan Masyarakat (Germas) "Isi piring ku" menjadi kampanye untuk hidup sehat di mana masyarakat diminta mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, mengisi piringnya dengan makanan pokok, sayur-sayuran, buah-buahan, lauk pauk, dan minum delapan gelas air putih setiap hari. Selain itu, masyarakat diminta secara rutin berolahraga.

Edukasi tentang pangan lokal diberikan untuk mengubah perilaku gaya hidup sehat dan bergizi. Selain itu, menurut dia, masyarakat memang harus mau berkreasi untuk membuat makanan yang sehat, bergizi dan tidak mahal.

Kirana mengatakan, tantangan yang dihadapi sektor kesehatan dan pendidikan adalah kolaborasi untuk memberikan edukasi kesehatan tersebut. "Karena akses paling mudah untuk sampaikan intervensi berupa suplementasi adalah melalui pendidikan. Itu cara terbaik," tandasnya.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, topik pangan dan tata guna lahan menjadi pas dengan adanya pandemi COVID-19. Mereka yang terkena infeksi SARS-CoV-2 biasanya mengalami anoreksia, tidak mau makan, namun jika modal awal kesehatannya baik maka proses sembuhnya akan menjadi lebih cepat.

Pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi untuk daya tahan tubuh harus diketahui masyarakat. Pangan lokal dan menanam sendiri sayur serta buah-buahan di depan rumah memungkinkan dan memberikan keluarga pasok pangan yang murah, ujar dia. (Der) 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gubernur Kalbar bantu 23 unit ventilator dan non invasive untuk pasien Covid-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, menyerahkan bantuan sebanyak 23 unit ventilator dan non invasi...
Wabup Subang sarankan bentuk Satgas Covid-19 sampai tingkat RT
Rabu, 28 Oktober 2020 - 10:56 WIB
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur (Kang Akur) berharap dibentuk Satgas Penanganan Covid-19 di tingka...
IDI: Peningkatan penyakit tidak menular mengancam Indonesia
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:39 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Mohammad Faqih mengemukakan, Indon...
Hari Dokter Nasional, momentum warga bantu paramedis tangani COVID-19 
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin menyatakan peringata...
Osteoporosis bukan hanya disebabkan kekurangan kalsium
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:54 WIB
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk dr Karina Besinga SpO...
Cegah Covid-19, manajemen dirikan tenda darurat di halaman parkir RSUD dr Soedarso
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:47 WIB
Mengantisipasi membludaknya pasien di ruang IGD dan mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah ...
Bupati Lebak tutup lokasi wisata saat liburan panjang
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Bupati Lebak, Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata...
Luncurkan Program \
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:37 WIB
Luncurkan Program \"Manuto Yo Mas\", RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diminta tak hanya pamer di medsos.
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang gencar sasar hingga Puskesmas
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:28 WIB
Untuk mencegah penyebaran kasus Covid 19 di Kabupaten Subang, Jawa Barat dilakukan penyisiran sampai...
Ustadz Yusuf Mansur: Hadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:52 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur`an, Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, para santri dan pengurus di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV