Bagaimana mengajarkan anak agar tidak egois?
Elshinta
Selasa, 29 September 2020 - 09:40 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Bagaimana mengajarkan anak agar tidak egois?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3kQzwPa

Elshinta.com - Anak bisa dikatakan egois jika hanya ingin menang sendiri, tidak mau mengalah, selalu mencari pembenaran, dan selalu ingin mendapatkan lebih daripada teman sebayanya. Selain itu, anak juga tidak mau mengikuti aturan, suka memerintah, dan selalu ingin orang lain mengikuti keinginannya. 

Pada dasarnya, setiap anak memiliki rasa egoisme yang tinggi dan itu adalah hal yang wajar. Tugas orang tua yang harus mengarahkan rasa tersebut agar tidak berlebihan dan sesuai porsinya saja.

Orang tua perlu memberikan penjelasan dan batasan pada anak mengenai suatu tingkah laku, mana yang dapat ditoleransi, mana yang tidak. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa cara meredam ego anak agar tumbuh menjadi individu yang tidak egois:

Rasa peduli 
Mengenalkan dan meningkatkan rasa peduli pada anak adalah hal yang sangat penting. Agar ia kelak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan hebat. Ajarkan ia memahami situasi, perasaan, dan motivasi orang lain. 

Rasa peduli pada anak bisa dikenalkan dengan cara membantu satu sama lain, menolong pekerjaan orang sekitar, berbagi makanan, belajar menyayangi atau melindungi benda sekitar bahkan hewan.

Biasakan berbagi 
Anak balita tidak mengerti perbedaan antara berbagi suatu benda dengan menyerahkan kepemilikan atas benda tersebut. Untuk itu orang tua perlu mengajarkan dan membiasakan konsep berbagi. 

Katakan padanya, sewaktu dipinjam, mainan itu tetap miliknya. Jelaskan bahwa ia sedang berbagi dan itu adalah salah satu hal baik yang dilakukan. 

Tegas 
Tegurlah dengan baik jika anak bersikap seenaknya sendiri dan tidak mau mengalah. Ketegasan dan konsistensi yang dilakukan bisa mendidik dan menentukan anak agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak egois. 

Lakukan dengan lembut dan jelaskan bahwa yang ia lakukan salah dan bisa menyakiti perasaan orang lain. Lakukan secara berkala, pasti ia akan mengerti.

Berikan pujian
Saat melihat anak mau berbagi dengan orang lain, maka berikanlah pujian. Percayalah bahwa suatu pujian dapat membuat anak semakin yakin dan percaya bahwa berbagi adalah perbuatan yang baik. Lakukan hal ini setiap anak berbagi dengan orang lain.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2G1Byxs

Tetap diawasi
Jika anak mudah berbagi dengan orang lain maka orang tua tetap harus dibawah pengawasan. Jangan sampai karena terlalu berbagi sehingga merugikan dirinya sendiri. Ada beberapa barang yang boleh dibagi dengan orang lain tapi ada juga beberapa barang yang tidak bisa dibagi.

Bermain peran
Pilihlah permainan yang bisa membuat dirinya mengerti atau belajar mengenai perasaan orang lain. Tunjukkan padanya bahwa jika ia mau berbagi maka akan mendapatkan jalinan pertemanan yang erat dan menyenangkan. Misalnya bermain dokter-dokteran. Ajak salah satu teman untuk bermain, jadikan boneka sebagai pasien. 

Minta anak berperan sebagai ibu si pasien untuk memberikan bonekanya pada temannya yang berperan sebagai dokter untuk diperiksa. Setelah selesai, minta temannya memberikan kembali boneka pada si kecil.

Bermain bersama
Rancanglah jadwal bermain anak bersama teman-teman ke taman atau di rumah. Hal ini baik dilakukan karena menumbuhkan kemauan si kecil untuk berbagi. Jika bermain di taman, ia akan belajar bahwa mainan seperti prosotan, ayunan dan jungkat-jungkit adalah milik umum, yang artinya semua anak boleh bermain bersama sekaligus mengajarkan untuk bergantian.

Menjadi contoh
Salah satu cara agar anak dapat cepat mengerti dan paham adalah sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik. Karena anak-anak senang meniru perlakukan orang lain. Perlihatkan pada anak saat orang tua meminjamkan suatu barang kepada orang lain.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/339A5xC

Rasa empati 
Ego anak biasanya muncul ketika dirinya merasa cemburu. Nah, di saat ini umumnya anak akan melakukan hal-hal yang tak menyenangkan pada orang yang dicemburuinya, atau orang yang ingin ia tarik perhatiannya. Tindakan tak menyenangkan ini bisa mulai dari memukul hingga mengatakan hal yang membuat perasaan orang lain sedih. 

Jelaskan dengan menggunakan bahasa yang lembut dengan penuh kasih sayang. Hal ini bisa membuatnya mengerti, kalau dirinya tak akan pernah kehilangan kasih sayang. Cara meredam ego anak lewat cara ini bisa menumbuhkan rasa empati dalam diri anak.

Ajak bicara
Ketika anak bersikeras agar orang tua menuruti keinginannya, tidak perlu buru-buru untuk menolak, atau mengatakan tidak boleh. Cobalah berkompromi terlebih dahulu dengan dirinya. Ajak anak bicara untuk menemukan solusi yang menguntungkan satu sama lain. 

Cara ini bisa melatih anak untuk berani dan mahir dalam berkomunikasi. Jelaskan dan membimbing dirinya secara bijaksana agar anak bisa bersikap lebih baik. Dari sini anak bisa semakin paham kalau ia tak boleh selalu memaksakan keinginannya dan perlu belajar mengontrol diri. 

Kenalkan dengan kosekuensinya
Jika anak terlalu egois dan sulit diberitahu, ada baiknya untuk menerapkan konsekuensi. Orang tua bisa memberi tahu aturan yang akan dilakukan jika sulit berbagi. Sehingga anak akan berpikir dua kali jika ingin bertindak egois. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kiat orang tua buat konten edukatif untuk anak
Minggu, 21 Februari 2021 - 10:45 WIB
CEO HelloMotion sekaligus kreator konten dan animator asal Indonesia Wahyu Aditya membagikan sejumla...
Kementerian PPPA ingatkan tiga risiko kekerasan anak di ranah daring
Rabu, 10 Februari 2021 - 16:45 WIB
Internet membawa banyak manfaat, terlebih pada masa pandemi seperti saat ini di mana pembelajaran ha...
Wamendes Budi Arie optimistis angka stunting turun tinggal 14 persen di 2024
Senin, 08 Februari 2021 - 16:34 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengatakan Keme...
Perlukah anak di atas usia dua tahun diberi susu?
Jumat, 29 Januari 2021 - 15:56 WIB
Anak yang sudah berusia di atas dua tahun tak perlu lagi mendapatkan asupan susu termasuk yang dikla...
Angka perceraian di Sentani Papua tahun 2020 menurun
Rabu, 27 Januari 2021 - 16:35 WIB
Pengadilan Agama (PA) Sentani Kabupaten  Jayapura, Papua mencatat ada 124 laporan yang masuk selama...
Jubir: Kekebalan kelompok lindungi ibu hamil-menyusui dari COVID-19
Selasa, 26 Januari 2021 - 16:23 WIB
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan deng...
Pakar sebut anak sudah boleh konsumsi es krim sejak usia satu tahun
Jumat, 22 Januari 2021 - 21:33 WIB
Dokter spesialis anak dr. Attila Dewanti menjelaskan es krim sebetulnya sudah boleh dikonsumsi oleh ...
Empat tips liburan seru bareng keluarga di rumah aja
Kamis, 31 Desember 2020 - 05:57 WIB
Momen liburan akhir tahun selalu menjadi waktu liburan keluarga paling ditunggu. Tak seperti sebelum...
Hubungan ibu-anak yang baik bisa hindarkan perilaku negatif
Kamis, 24 Desember 2020 - 12:10 WIB
Psikolog anak dan keluarga, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. mengatakan hubungan yang erat dan ha...
Hari Ibu dan tantangan pemenuhan gizi anak di tengah pandemik
Selasa, 22 Desember 2020 - 06:30 WIB
Perhatian besar bagi pemenuhan gizi anak menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang kerap diabaikan di ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV