Atasi polemik masker scuba, Kemenperin akhirnya bikin SNI masker kain 
Elshinta
Senin, 28 September 2020 - 18:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Atasi polemik masker scuba, Kemenperin akhirnya bikin SNI masker kain 
Sumber foto: https://bit.ly/3kSFzTt/elshinta.com. 

Elshinta.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akhirnya menetapkan SNI atau Standar Nasional Indonesia untuk masker kain, setelah proses perumusan selama lima bulan.

Dengan adanya SNI masker kain ini, polemik soal kelayakan masker seperti jenis scuba atau buff seharusnya tak lagi terjadi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, pada hari Minggu (27/9) mengatakan bahwa Kemenperin melalui Komite Teknis SNI 59-01 Tekstil dan Produk Tekstil mengalokasikan anggaran untuk menetapkan RSNI masker dari kain dengan melibatkan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan seperti akademisi, peneliti laboratorium uji Satgas Covid-19, industri masker kain dalam negeri.

Adapun SNI yang telah dirumuskan tersebut sudah ditetapka Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil - Masker dari kain melalui Keputusan Kepala BSN Nomor No.408/KEP/BSN/9/2020 pada 16 September 2020 lalu.

"Penetapan SNI ini sejak diusulkan dalam Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) sampai ditetapkan memakan waktu tidak sampai 5 Bulan, mengingat SNI ini merupakan kepentingan nasional dan kebutuhan yang mendesak," ujar Menteri Perindustrian Agus, Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Minggu (27/9) mengutip pasardana.

Dalam  SNI masker kain adalah 8914:2020 untuk kategori Tekstil - Masker dari kain, ditetapkan melalui Keputusan Kepala BSN Nomor 408/KEP/BSN/9/2020. Masker dari kain diklasifikasikan dalam tiga tipe, yaitu Tipe A untuk penggunaan umum, Tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan Tipe C untuk penggunaan filtrasi partikel.

SNI tersebut mengatur beberapa parameter krusial sebagai proteksi, antara lain daya tembus udara bagi Tipe A di ambang 15-65 cm3/cm2/detik, daya serap sebesar = 60 detik untuk semua tipe, dan kadar formaldehida bebas hingga 75 mg/kg untuk semua tipe.

Pada SNI tersebut juga dicantumkan jenis uji yang disyaratkan untuk mengukur mutu masker dari kain untuk penggunaan khusus.

Yakni terdiri dari uji efisiensi filtrasi bakteri (ambang batas = 60 persen untuk Tipe B), tekanan differensial (ambang batas = 15 untuk Tipe B dan = 21 untuk Tipe C), serta efisiensi filtrasi partikuat (ambang batas = 60 persen untuk Tipe C).

SNI ini menjadi pedoman bagi industri dalam negeri yang menentukan capaian minimum kualitas hasil produksinya, sekaligus menjadi standar minimum bagi produk impor. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IDI: Peningkatan penyakit tidak menular mengancam Indonesia
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:39 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Mohammad Faqih mengemukakan, Indon...
Hari Dokter Nasional, momentum warga bantu paramedis tangani COVID-19 
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin menyatakan peringata...
Osteoporosis bukan hanya disebabkan kekurangan kalsium
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:54 WIB
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk dr Karina Besinga SpO...
Cegah Covid-19, manajemen dirikan tenda darurat di halaman parkir RSUD dr Soedarso
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:47 WIB
Mengantisipasi membludaknya pasien di ruang IGD dan mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah ...
Bupati Lebak tutup lokasi wisata saat liburan panjang
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Bupati Lebak, Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata...
Luncurkan Program \
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:37 WIB
Luncurkan Program \"Manuto Yo Mas\", RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diminta tak hanya pamer di medsos.
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang gencar sasar hingga Puskesmas
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:28 WIB
Untuk mencegah penyebaran kasus Covid 19 di Kabupaten Subang, Jawa Barat dilakukan penyisiran sampai...
Ustadz Yusuf Mansur: Hadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:52 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur`an, Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, para santri dan pengurus di...
Satgas COVID-19: Patuh 3M bisa akhiri pandemi!
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:45 WIB
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Dr Sonny B. Harmadi mengatakan, patuh memakai maske...
Anggota DPR dorong Kemenkes beri vaksin COVID-19 gratis
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:27 WIB
Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar mendorong Kementerian Kesehatan untuk membiayai vaksin COVID-19 a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV