Luhut minta produsen farmasi nasional percepat produksi obat COVID-19
Elshinta
Minggu, 27 September 2020 - 11:58 WIB |
Luhut minta produsen farmasi nasional percepat produksi obat COVID-19
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Antara

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan meminta produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat COVID-19, salah satunya adalah remdesivir.

"Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan," kata Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyediaan Obat COVID-19 secara virtual di Jakarta, Sabtu (26/9).

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, Luhut juga meminta Bio Farma sebagai produsen farmasi nasional segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar bahan baku untuk produksi nasional dapat segera dilakukan, demi kepentingan nasional.

"Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan," kata Luhut, dihimpun Antara.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi remdesivir.

"Ada dua cara yang kami lakukan yakni mengadakan kerja sama dengan India. Sementara kami akan melakukan uji klinis nanti kerja sama dengan BUMN. Kedua, di samping izin impor, kami juga sedang riset untuk produksi dalam negeri," ujarnya.

Bio Farma, menurut Honesti, juga telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi remdesivir dalam negeri.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam rakor tersebut mengatakan pihaknya akan mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi remdesivir dalam negeri.

"Saya back up untuk kebutuhan obat apapun pasti akan kami dukung karena kami tinggal ajukan dan adakan bersama dengan BUMN dan bersama dengan BPOM kami akan koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran, tepat waktu dan kita tidak membuat kebijakan yang justru kita tidak bisa menyelamatkan (pasien COVID-19) seperti apa yang Bapak (Menko Luhut) sampaikan," ingatnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk remdesivir.

"Terkait bahan baku dari Tiongkok, kami sudah mencatat dan akan cari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu," ujarnya.

Selain membahas tentang pengadaan obat remdesivir dan peralatan yang dibutuhkan untuk merawat pasien COVID-19 di rumah sakit, dalam rakor itu juga dibahas mengenai arus kas (cashflow) rumah sakit yang melayani pasien COVID-19.

Plt Direktur Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan terkadang arus kas rumah sakit yang melayani pasien COVID-19 terganggu karena mereka terlambat mengajukan klaim ke BPJS.

Untuk mengatasi hal itu, Luhut pun meminta pihak Kemenkes agar segera berkoordinasi dengan rumah sakit.

"Buat video call dengan RS 100-100 per wilayah kan hanya empat kali, tolong koordinasikan agar masalah selesai," perintahnya.

Luhut juga meminta agar dibuat mekanisme baku untuk prosedur pengajuan klaim COVID-19. Terakhir, dia meminta semua pihak terkait dapat bekerja sama dengan baik. (Anj)

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KCN jalankan protokol kesehatan COVID-19 di Pelabuhan Marunda
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:11 WIB
PT Karya Citra Nusantara (KCN) menjalankan protokol kesehatan dengan sejumlah cara untuk menaklukkan...
Warga DKI diingatkan tak sembarang tuduh Anies biayai demo
Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:21 WIB
Lingkar Aktivis Jakarta (LAJ) mengingatkan warga tertentu untuk tidak menuduh sembarangan Gubernur D...
Kamis, persentase pasien sembuh COVID-19 Jakarta capai 87,5 persen
Jumat, 30 Oktober 2020 - 07:24 WIB
Persentase jumlah pasien sembuh paparan COVID-19 di Jakarta mencapai 87,5 persen (naik dari sebelumn...
Prakiraan cuaca Jakarta hari ini
Jumat, 30 Oktober 2020 - 07:10 WIB
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan mengguyur sejumlah wilayah di Ibu Kota DKI...
Dua massa ormas bentrok, Kapolsek Ciledug jadi korban
Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:54 WIB
Dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) terlibat bentrok di Jalan Ciledug Raya, Kota Tangeran...
Libur panjang, 459 penumpang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Memasuki libur panjang akhir pekan, sebanyak 459 penumpang berangkat dari Terminal Bus Kampung Rambu...
Tingkat pemakaian tempat tidur pasien di RSD Wisma Atlet turun
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:53 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyatakan bahwa tingkat pemakaian tempat tidur pasien (Be...
Libur Maulid Nabi, arus lalu lintas di Jakarta nampak lengang
Kamis, 29 Oktober 2020 - 08:39 WIB
Suasana lalu lintas di sejumlah titik di DKI Jakarta terpantau lengang di hari libur nasional untuk ...
Info terkini, 147 ribu kendaraan tinggalkan Jakarta
Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:14 WIB
Sekitar 147 ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta sejak Rabu (27/10) malam atau bertepatan denga...
Ada demo, sejumlah rute Transjakarta dialihkan 
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Sejumlah rute Transjakarta dimodifikasi akibat adanya aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Patung Kuda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV